Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LUBANG PERFORASI DAN JENIS PLASTIK KEMASAN TERHADAP KUALITAS SAWI HIJAU (BRASSICA JUNCEA L.) Renny Anggraini; Nelsy Dian Permatasari
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v14n3.2017.154-162

Abstract

Produk pascapanen sayuran seperti sawi hijau mengalami kemunduran kualitas yang dicirikan oleh terjadinya proses pelayuan yang cepat, untuk mempertahankan mutu selama penyimpanan perlu pengemasan dan penyimpanan yang tepat. . Penelitian ini bertujuan menganalisis dan menentukan jenis plastik dan jumlah lubang perforasi terbaik dalam pengemasan sawi hijau yang dapat memperpanjang umur simpannya. Sawi hijau dikemas dalam plastik LDPE, PP, dan stretch film. Masing-masing jenis plastik kemudian dilubangi sebanyak 2, 4, dan 6 dengan pelubang kertas, serta tanpa lubang. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan selanjutnya disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 5oC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik LDPE merupakan kemasan terbaik yang mampu mempertahankan kadar air, susut bobot, dan vitamin C pada sawi hijau selama penyimpanan, sedangkan plastik PP merupakan kemasan terbaik yang mampu mempertahankan TPT sawi hijau. Jumlah lubang perforasi hanya berpengaruh nyata terhadap TPT sawi hijau pada hari ke-6 penyimpanan. Berdasarkan uji indeks efektifitas, perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah kemasan plastik LDPE dengan 4 lubang perforasi
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Keladi dan Singkong Renny Anggraini; Fera Maulina; Vivi Vivi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 1 MARET 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.678 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3028

Abstract

Singkong dan talas menjadi komoditi utama di Dusun Lingga Selatan, Desa Lingga Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat, namun karena daerah yang jauh sehingga sulit dijangkau walaupun Desa Lingga sendiri tidak jauh dari kota. Dusun Lingga Selatan perlu waktu 45 menit untuk menjangkau pusat desa dan jalan yang sulit ditempuh ketika hujan. Hal inilah yang menjadi kendala untuk hasil pertanian cepat dijual. Oleh karena itu masyarakat Dusun Lingga Selatan Desa Lingga memerlukan teknologi untuk memperpanjang umur simpan hasil pertanian yaitu keladi dan singkong sehingga ketika panen tidak cepat rusak mutunya dan umur simpannya menjadi lebih panjang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat petani singkong dan keladi di Desa Lingga dan menambah nilai ekonomi kedua produk pangan tersebut. Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan pada bidang produksi, manajemen dan pemasaran produk keladi dan singkong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mitra telah memahami tahapan dan cara produksi tepung keladi dan singkong, mie singkong, dan cookies keladi. Masyarakat mitra tertarik untuk memproduksi untuk dijual maupun hanya sebagai konsumsi rumah tangga.
ANALISIS PENGEMASAN JAGUNG MANIS (ZEA MAYS L. SACCHARATA STURT) BERKELOBOT DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS Renny Anggraini; Tuti Sugiarti
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 1, No 1 (2018): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.136 KB) | DOI: 10.26418/jft.v1i1.30344

Abstract

Decrease in quality of sweet corn during distribution or storage could be represented by decrease of sugar as a result of continously repiration. Packaging could significantly reduces postharvest respiration and transpiration rate of crops and also extend its shelf life. This study aimed to determine the best primary packaging during disribution of sweet corn. Results of the study showed that polypropylene was the best primary packaging for husked corn during distribution and storage.