Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

DOMINANT FACTOR OF RISING URIC ACID LEVELS IN ARTHTRITIS AT WORKING AREA OF PUBLIC HEALTH IN JEMBER Luh Titi Handayani
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.276 KB) | DOI: 10.37294/jrkn.v1i2.61

Abstract

 Abstract: Joint pain or commonly called arthritis is disease which it often found. Arthritis is a group of heterogeneous disease as that caused by deposition of monosodium urate crystals (MSU) in tissue or because of uric acid super saturation in the extracellular fluid as the most important thing of arthritis inflammation. Arthritis is an inflammation disorder which unknown cause that commonly affects synovial joints. The purpose of this research was to analyze dominant factor associated with dietary habit variables, blood urea nitrogen (BUN), and body mass index (BMI) on uric acid level in arthritis at working area of public health in Jember regency.  The method of this research was correlational with cross sectional design. The technique to take the sample was purposive sample with 31 samples. Questionnaire and observation checklist used to collect the data. The research result based on the logistic regression test with 95% (ɑ ≤ 0.05) was achieved the value of p= 0.038, it means that totally dietary habit variable, BMI, and BUN levels influenced uric acid levels by seeing the value of R square that all three predictor variables influenced uric acid levels approximately 32. The accuracy of prediction variable at three independent variables on the value of uric acid levels was 67.7%. Through bivariate test showed that predictor variables which significantly has correlation on uric acid levels was BMI with significant value 0.026.Conclusion: overall it was achieved that the variable of dietary habit, BMI, and BUN levels influenced uric acid levels and the most correlated on uric acid levels was BMI. Suggestion: implementing low purine diet, enough exercises and periodically checks the function of kidney excretion, especially in a risk group. Keywords: Dominant Factor, Uric Acid, Arthritis 
KAJIAN ETIK PENELITIAN DALAM BIDANG KESEHATAN DENGAN MELIBATKAN MANUSIA SEBAGAI SUBYEK Luh Titi Handayani
The Indonesian Journal of Health Science Vol 10, No 1 (2018): The Indonesian Journal Of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/the.v10i1.1454

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang kajian etik penelitian dalam bidang kesehatan dengan melibatkan manusia sebagai subyek pada studi literatur dan studi terhadap kasus nyata yang terjadi. Metode analisa yang digunakan dengan menggunakan studi literature, artikel terhadap kasus ditinjau dari aspek dilema etik penelitian keseharian. Prinsip dasar etika dan hukum dalam profesi kesehatan dengan adanya hubungan kontraktual-profesional antara peneliti dan subyek. Permasalahan etik dalam penelitian antara lain fabrication, falsification, plagiarism, exploitation, injustice, duplication. Kegiatan dalam proses penelitian harus perpedoman pada integritas, jujur dan adil. Prinsip-prinsip etika dan hukum terutama dalam hubungan peneliti dan subyek penelitian dalam bidang kesehatan harus selalu dijunjung tinggi berdasarkan prinsip etik penelitian kesehatan. Kata Kuci: Kesehatan, Manusia, etika, penelitian
GAMBARAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN DENGAN TERAPI BEKAM DI TEMPAT PRAKTIK JEMBER BEKAM KABUPATEN JEMBER Muhammad Kandar; Nikmatur Rohmah; Luh Titi Handayani
Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2023): Medic Nutricia : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5455/mnj.v1i1.505

Abstract

Pendahuluan: Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada sistem sirkulasi.Tindakan yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah yaitu dengan non farmakologi adalah seperti terapi bekam.Tujuan: Mengetahui profil tekanan darah pada pasien dengan terapi bekam di Tempat Praktik Jember Bekam Kabupaten Jember. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, menggunakan analisis data deskriptif. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tekanan darah sistole pada pasien sebelum dilakukan terapi bekam di Tempat Praktik Jember Bekam Kabupaten Jember didapatkan tekanan sistole rata-rata 137 mmHg, rata- rata tekanan diastole berada pada 84 mmHg. Tekanan darah sistole rata-rata pada pasien saat dilakukan terapi bekam di Tempat Praktik Jember Bekam didapatkan berada pada 136 mmHg, sedangkan tekanan darah diastole rata-rata berada pada 90 mmH. Tekanan darah sistole sesudah dilakukan terapi bekam rata-rata pada 128 mmHg, dan rata-rata tekanan diastole berada pada 71 mmHg .Saran: Saran bagi peneliti lain jika hendak melanjutkan penelitian ini dengan menambah inovasi terkait penelitian gambaran tekanan darah pada pasien dengan terapi bekam .
Studi Prevalensi dan Faktor Risiko Penyebaran Penyakit Tuberkulosis Paru pada Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember Hendra Kurniawan; Luh Titi Handayani; Frisca Florensia; Indah Sukma Wahyuni; Rini Tri Astutik
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i2.447

Abstract

The World Health Organization (WHO) estimates that Mycobacterium tuberculosis, the single agent causing pulmonary tuberculosis (TB), infects 1.8 billion people, or around one-quarter of the world's total population. In Indonesia, there are an estimated 969,000 cases of pulmonary TB, including 443,235 reported cases. Prison is a high transmission site for pulmonary TB. Prison circumstances, such as high occupancy capacity, inadequate ventilation and nutrition, difficulties accessing health care, inadequate treatment, and weak patient immunity, are some of the variables influencing this. Knowledge on the origins, transmission, preventative strategies, and early diagnosis of pulmonary TB infection is essential for the prisoner in order to change attitudes toward pulmonary TB infection. This study used a descriptive approach to generate a description of the prevalence and risk factors for the spread of pulmonary tuberculosis in the Prison of Jember Class IIA. Based on the WHO-recommended screening technique, 4 male prisoners in the Prison of Jember Class IIA (8.5%) tested positive for pulmonary tuberculosis. There are various aspects that are difficult to include into environmental health standards, particularly infectious diseases like pulmonary tuberculosis, such as the density of people in a single cell room and the construction of the building and the services housed inside it. Policymakers must pay attention to the requirement to create appropriate isolation rooms and, at the very least, satisfy room standards for patients suffering from pulmonary tuberculosis.
Mother Class sebagai Media Pembelajaran Pencegahan Stunting pada Kelompok Pengajian di Dusun Kepel Desa Lojejer Wuluhan Jember Asmuji Asmuji; Luh Titi Handayani
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.219

Abstract

Stunting merupakan fenomena yang sampai detik ini menjadi perbincangan yang perlu segera diselesaikan. Salah satu penyebab timbulnya stunting adalah rendahnya pengetahuan Mitra. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Mitra dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada mother class tentang stunting. Metode: pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan (perijinan, koordinasi, dan menyiapkan bahan dan alat), pelaksanaan (pendidikan kesehatan), dan evaluasi (struktur, proses, dan output). Pengabdian masyarakat dilakukan pada kelompok pengajian ibu-ibu yang beranggotakan sejumlah 20 orang. Kegiatan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan Mitra dengan hasil pretest rata-rata nilainya 45, sedangkan post kegiatan meningkat menjadi 78.  Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada Mitra mother class memberikan luaran dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang stunting.
The Role of Spiritual Well-Being on the Psychological Resilience of Chronic Disease Patiens Mad Zaini; Luh Titi Handayani; Nailatul Aulia; Farah Nur Amalia Putri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol. 8 No. 2 (2026): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v8i2.1983

Abstract

Resilience and spiritual well-being are important aspects of life. Objective:  This study aims to analyze the relationship between psychological resilience and spiritual well-being in individuals with chronic illnesses. The researcher used a cross-sectional approach to analyze this study. The sample consisted of 106 respondents living in Jember Regency. The researcher selected the sample using a purposive sampling technique. Data for this study were collected using a structured questionnaire administered to eligible respondents. The questionnaire was distributed electronically, and participants provided responses based on their experiences and perceptions related to the variables under investigation. Data were analyzed using the Pearson Correlation test. The results of the univariate test showed that the average score of psychological resilience was 64.70, and the average score of spiritual well-being was 22.35. The results of the bivariate test proved that there was a relationship between resilience and spiritual well-being in respondents (p-value = 0.000). The conclusion of this study is that there is a relationship between resilience and spiritual well-being in individuals with chronic illnesses in Jember Regency.
Hubungan Religious Coping Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronis Yang Menjalani Terapi Hemodialisis Di RS Bina Sehat Jember Dian Ariska; Wahyudi Widada; Luh Titi Handayani
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding SEHATI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi hemodialisis jangka panjang dan dapat menimbulkan berbagai masalah psikologis, terutama kecemasan. Religious Coping menjadi salah satu strategi yang digunakan pasien untuk menghadapi kondisi penyakit dan proses pengobatan yang dijalani. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Religious Coping dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di RS Bina Sehat Jember. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 84 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data Religious Coping dikumpulkan menggunakan kuesioner Brief Religious Coping versi modifikasi Islam, sedangkan tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat religious coping kategori tinggi (91,7%) dan tingkat kecemasan berada pada kategori tidak ada kecemasan (47,6%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara religious coping dengan tingkat kecemasan (p < 0,001; r = -0,547). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religious coping, maka tingkat kecemasan pasien cenderung semakin rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara religious coping dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis di RS Bina Sehat Jember.
Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Pada Intoksikasi Pestisida Terhadap Kemampuan Penanganan Keracunan Pada Petani Di Desa Sukosari M Ikram mubarak; Mohammad Ali Hamid; Luh Titi Handayani
National Multidisciplinary Sciences Vol. 5 No. 1 (2026): Proceeding SEHATI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keracunan pestisida masih menjadi masalah kesehatan yang sering dialami petani akibat penggunaan pestisida yang tidak sesuai prosedur dan rendahnya kemampuan penanganan awal saat terjadi intoksikasi. Edukasi pertolongan pertama diperlukan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengenali dan menangani kasus keracunan pestisida secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi pertolongan pertama pada intoksikasi pestisida terhadap kemampuan penanganan keracunan pada petani di Desa Sukosari. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi kemampuan. Intervensi diberikan dalam bentuk edukasi pertolongan pertama melalui penyuluhan dan simulasi praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar petani memiliki kemampuan penanganan keracunan pada kategori kurang hingga cukup, sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori baik. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p < 0,001, yang menunjukkan adanya peningkatan kemampuan penanganan keracunan yang signifikan setelah pemberian edukasi. Dengan demikian, edukasi pertolongan pertama pada intoksikasi pestisida terdapat rpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan petani dalam menangani kasus keracunan pestisida