Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan bahan ajar berorientasi etnomatematika yang valid, praktis dan efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analysis (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implementation (implementasi), Evaluation (evaluasi). Adapun instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi, lembar observasi keterlaksanaan, angket respon siswa, dan lembar soal tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Kartika IV-6 Ambulu dengan jumlah 16 orang. Kualitas bahan ajar ditinjau dari aspek kevalidan termasuk dalam kategori valid dengan penilaian rata-rata ahli media yakni 3,77 dengan kategori valid. Penilaian rata-rata ahli materi adalah 3,87 dengan kategori valid. Penilaian rata-rata validasi RPP yaitu 4,08 dengan kategori valid. Penilaian rata-rata validasi lembar observasi keterlaksanaan adalah 4,6 dengan kategori sangat valid. Penilaian rata-rata angket respons siswa 4,08 dengan kategori valid. Rata-rata penilaian validasi soal tes yaitu 4,54 dengan kategori sangat valid. Aspek kepraktisan LKS diperoleh dari hasil observasi keterlaksanaan dengan skor 87,5% dan hasil angket respon siswa dengan skor 84,62% dengan kategori sangat praktis. Aspek keefektifan LKS ditinjau dari hasil tes siswa dengan skor 86,67%. Dengan demikian bahan ajar berorientasi etnomatematika yang dikembangkan memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.