Irnawati Irnawati
Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin, Makassar, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERBEDAAN EFEKTIVITAS MASASE DENGAN KOMPRES PANAS DINGIN TERHADAP PENGURANGAN NYERI KALA I PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS JUMPANDANGBARU Irnawati Irnawati; Uliarta Marbun
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15, No 2 (2020): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v15i2.1799

Abstract

ABSTRACT Labor pain can cause suffering to the mother and her health. This has a negative impact on the relationship between mother and baby. According to a study, many people when they get married, the thing they fear is when going into labor, which can cause pain during childbirth. Effective pain management is an important aspect of midwifery care. Pain management includes two types of obstetric intervention pharmacological and non pharmacological interventions. The purpose of this study was to measure the effectiveness and cold compresses on the first stage pain in mothers who gave birth at Puskesmas Jumpandangbaru, Makassar City. This research uses quantitative analytic research with a quasi experimental design study because there is treatment given to groups of mothers who are about to give birth. This research will be carried out in the Jumpadangbaru Community Health Center Work Area from January to August 2020. The population in this study were mothers who gave birth at the Jumpandang Baru Community Health Center in Makassar City within the span of the study by limiting the number of samples to at least 30 respondents using the sampling technique, namely women who happened to be met at the time of this research. The results were processed using SPSS, the data normality test showed that if the data were not normally distributed, the test used was the Wilcoxon test with a sig value for cold warm compresses 0.163 while for back massage the sig value was 0.01. The conclusion of this study is back massage is more effective when given warm and cold compresses to reduce pain during labor. Key words: labor pain, massage, hot cold compress ABSTRAKNyeri persalinan dapat menyebabkan penderitaan bagi ibu dan kesehatannya. Hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap hubungan ibu dan bayi. Menurut sebuah penelitian, banyak orang ketika melakukan perkawinan hal yang mereka takutkan adalah ketika akan bersalin yang dapat menyebabkan nyeri pada saat bersalin. Penatalaksanaan nyeri  yang  efektif adalah aspek penting dalam asuhan kebidanan. Penatalaksanaan   nyeri  meliputi  dua tipe dasar intervensi kebidanan yaitu intervensi farmakologi dan non farmakologi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas masase dan kompres panas dingin terhadap pengurangan nyeri kala I pada ibu bersalin di Puskesmas Jumpandangbaru, Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif analitik dengan studi desain quasi eksprimen karena ada perlakuan yang diberikan kepada dua kelompok ibu yang akan bersalin. Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Jumpadangbaru pada bulan Januari sampai dengan Bulan Agustus 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang bersalin di Puskesmas Jumpandang Baru Kota Makassar dalam rentang waktu penelitian dengan membatasi jumlah sampel minimal 30 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel aksidental sampling, yaitu ibu bersalin yang kebetulan ditemui saat penelitian ini dilaksanakan. Hasil penelitian diolah menggunakan SPSS, uji normalitas data menunjukkan jika data tidak terdistribusi normal sehingga uji yang digunakan adalah uji Wilcoxon dengan nilai sig pada kompres hangat dingin 0,163 sedangkan untuk masase punggung nilai sig 0,01. Kesimpulan penelitian ini adalah Masase Punggung lebih Efektif daripada kompres hangat dingin untuk mengurangi nyeri pada persalinan.
Differences in the Application of Lateral and Semi-Sitting Labor Positions for Multiparous Maternity Mothers on the Length of Stage II Uliarta Marbun; Irnawati Irnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 5 No. 1 (2023): Volume 5 Nomor 1 April 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v5i1.336

Abstract

Every woman wants her labor to run smoothly and to be able to give birth under normal conditions for both the mother and the baby. However, the desire to have a normal (vaginal) delivery is not an easy thing because many pregnant women feel worried, anxious, and anxious about the delivery process. The goal of normal delivery care is to strive for survival and achieve a high degree of health for both mother and baby through integrated and complete efforts and minimal intervention so that the principles of safety and quality of service can be maintained at an optimal level. The purpose of this study was to find out the difference in the application of semi-sitting and lithotomy positions in multiparous mothers to the length of the second stage at PMB Rismawati. This research was a quantitative study using static group comparison experimental research methods The sample in this study were 30 multiparous mothers. The sampling technique used purposive sampling. The sample in this study was part of the population of multiparous mothers. The results of the man withney test obtained a p-value of 0,370, this value was greater than 0,05 so it can be concluded that there is no difference in the lateral and semi-sitting positions for the duration of the second stage of labor because each position has its own advantages when applied.
Mobilisasi Dini terhadap Proses Involutio Uteri Pada Ibu Nifas: Early Mobilization on Uterine Involutional Process in Postpartum Women Irnawati Irnawati; Uliarta Marbun; Lili Purnama Sari
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI) Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 1 Nomor 1 Desember 2023
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jibi.v1i1.705

Abstract

Masa nifas dimulai pada saat lahirnya plasenta dan berakhir pada saat implantasi rahim kembali ke keadaan sebelum hamil. Involusi uterus yang kuat merupakan indikator kontraksi uterus yang kuat kontraksi uterus yang kuat akan mencegah terjadinya perdarahan post partum dengan mobilisasi dini yang teratur dari miring kiri dan kanan pada hari pertama, hari kedua ibu sudah bisa duduk dan hari ketiga mulai berjalan. Upaya pengendalian terjadinya perdarahan post partum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini pada ibu post partum dengan proses involusio uteri di Puskesmas Turikale Maros, penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan field research, dengan jumlah sampel 34 ibu post partum. Besar sampel ditentukan dengan menggunakan Porposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian dengan uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara mobilisasi dengan proses involusio uteri dengan nilai p = 0,029 < a ??= 0,05. Maka diharapkan ibu post partum melakukan mobilisasi secara teratur setiap hari untuk pemulihan uterus dan pencegahan terjadinya subinvolusio uteri.
Pendampingan Ibu Hamil Terhadap Kekurangan Energi kronik (KEK) Lili Purnama Sari; Irnawati Irnawati; Uliarta Marbun; Indah Yun Diniaty Rosidi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 2 No 2 (2024): MEI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.161

Abstract

Kesehatan ibu menjadi salah satu kunci pokok bagi kesehatan generasi penerusnya, sedangkan kesehatan anak merupakan aset Negara kedepannya. Tingginya AKI terjadi salah satunya karena kekurangan Energi kronik pada masa kehamilan. Ibu hamil merupakan kelompok rawan terhadap masalah kesehatan dan kekurangan gizi. Masalah ini salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), kelahiran prematur, kematian ibu dan bayi. Berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka penanggulangan KEK dalam kehamilan, namun prevalensi kejadiannya masih tinggi, dugaan yang menyebabkan antara lain informasi dan edukasi (KIE) gizi, kesehatan yang kurang efektif, ketersediaan cadangan besi tubuh. Salah satu upaya yang di lakukan dalam menurunkan masalah gizi pada ibu hamil dengan Pemberian makanan tambahan dimasa kehamilan. Tujuan pengabdian Masyarakat ini untuk Meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kekurangan energi kronis (KEK) , pencegahan dan penanganan kekurangan Energi kronik (KEK). Metode yang di gunakan dengan melakukan penyuluhan. Hasil yang di dapatkan menujukkan hampir semua ibu hamil memahami tentang kekurangan energi kronik (KEK) pada masa kehamilan. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini yaitu peserta penyuluhan dapat memahami tentang kekurangan energi kronik (KEK). Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini semua ibu hamil dapat menerapkan apa yang telah di sampaikan dan diajarkan, selanjutnya dengan adanya kegiatan lanjutan dari tenaga Kesehatan khususnya dalam menurukan permasalahan gizi pada masa kehamilan.
Pendidikan Kesehatan sebagai Upaya Deteksi Dini Postpartum Blues pada Ibu Nifas Lili Purnama Sari; Irnawati Irnawati; Arisna Kadir
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1696

Abstract

Periode pascapersalinan merupakan fase rentan yang ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis pada ibu, yang berpotensi menimbulkan postpartum blues. Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi secara dini sehingga berisiko berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu nifas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu nifas mengenai deteksi dini postpartum blues. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bara-Barayya pada tanggal 05 Maret 2026 dengan melibatkan 15 ibu nifas. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pemberian media edukasi berupa leaflet dan brosur. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar ibu nifas belum mengetahui tentang postpartum blues, sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan pada hampir seluruh peserta. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif sebagai upaya deteksi dini postpartum blues pada ibu nifas. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan mental ibu pada masa pascapersalinan.