Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gunungsitoli City Planning Study towards Smart City in Nias Islands Ikhtiar Aronifati Daeli; Sri Pare Eni; M. Maria Sudarwani
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 5, No 1 (2022): Budapest International Research and Critics Institute February
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v5i1.4403

Abstract

Gunungsitoli is the oldest and largest city in the Nias Islands. The status of Gunungsitoli City was upgraded from a sub-district to an autonomous city, based on Law Number 47 of 2008. Currently, Gunungsitoli City is the gateway and driving force for the economy, trade and education in the Nias Islands which has the potential of natural, marine, and land resources that are very broad. The description of the problem of the Gunungsitoli City Planning Study towards a Smart City, the problems discussed in this proposal include the understanding of smart cities/smart cities related to regional development strategies, the Smart City concept is also indeed presented as an answer for efficient resource management. Qualitative research methods were chosen to solve the problems faced in planning Smart City. In the Gunungsitoli Urban Planning Study Towards a Smart City Case Study: Nias Islands. The problem limitation in this City Design (Research Studio 2) task is the concept of a service-based smart city structure, which is transparent and plays a role in making it easier for the public to get information quickly and accurately.
Ornamen Atap sebagai Penanda Identitas Lokal pada Gedung Serbaguna Sangatta dengan Pendekatan Critical Regionalism Meydistra Lolotoding Pasang; Sally Septania Napitupulu; M. Maria Sudarwani
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, April 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i4.1997

Abstract

Gedung Serbaguna (GSG) Sangatta merupakan bangunan publik di Kabupaten Kutai Timur yang menerapkan ornamen atap bermotif Dayak Kenyah sebagai upaya merepresentasikan identitas lokal dalam arsitektur modern. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sejauh mana ornamen atap pada GSG Sangatta berfungsi sebagai penanda identitas lokal Dayak Kenyah melalui pendekatan Critical Regionalism Kenneth Frampton. Metode yang digunakan adalah kualitatif evaluatif dengan triangulasi data dari observasi lapangan, dokumentasi visual, kuesioner yang diberikan kepada 15 responden (tokoh adat, praktisi arsitektur, dan pengguna bangunan), serta wawancara mendalam bersama tokoh adat Dayak Kenyah mengenai arti kultural ornamen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif figur manusia, pucuk paku, dan burung enggang yang ditempatkan pada puncak dan tepi atap berhasil dikenali sebagai penanda identitas Dayak Kenyah oleh seluruh responden. Evaluasi terhadap enam prinsip Critical Regionalism menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 85,2%, dengan capaian tertinggi pada aspek sense of place dan critique of civilization. Namun, penggunaan material plat besi sebagai pengganti kayu ulin menciptakan kelemahan kritis pada aspek taktilitas (38,7%), sehingga ornamen atap belum sepenuhnya memperkuat identitas lokal secara autentik sebagaimana dituntut prinsip Critical Regionalism Frampton.