Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN EPIDEMIOLOGI KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ROWOSARI KOTA SEMARANG Asih Prasetyowati
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2019): JMIAK
Publisher : Program Studi Perekam Medis & Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v2i02.453

Abstract

Aedes aegypti mosquito is a vector that causes Dengue Hemorrhagic Fever. DHF is one of the top 10 diseases in Indonesia and is also one of the top 10 diseases in the Semarang city. The spread of DHF tends to increase both in the number of events and in the area and sporadically an extraordinary event (KLB) always occurs every year. This study aims to examine epidemiologically DHF events that occur almost every year. This research is a quantitative study, which was conducted in an observational descriptive manner with a retrospective time approach. The incidence of DHF in the Rowosari Community Health Center is mostly found in the male population (56%) and the most age group (65%) is 5-14 years. The sub-district with the highest IR DBD (161.86 / 100000) is the Kramas sub-district. The peak incidence of DHF is April - May in 2019. Based on the DHF epidemiological study, it is recommended that “Eradication Mosquitos Nest” (PSN) continue to carry out its activities in collaboration with Gasurkes. Prevention of mosquito bites is further enhanced by the school age population. PSN activities are not only limited to the indoor environment, but also the external environment such as public places, vacant land and houses. The community service program to clean the surrounding environment needs to be maximized, for example with Clean Friday Activities.
EVALUASI PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI LABORATORIUM SARANA MEDIKA SEMARANG Buntris; Reyno Pramudyono; Asih Prasetyowati
EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan Vol 2 No 2 (2023): EMVIRO Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan
Publisher : STIKES HAKLI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64857/emviro.v2i2.18

Abstract

Pengelolaan limbah medis laboratorium memiliki permasalahan yang kompleks. Limbah ini perlu dikelola sesuai dengan aturan yang ada sehingga pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Perencanaan, pelaksanaan, perbaikan secara berkelanjutan atas pengelolaan laboratorium haruslah dilaksanakan secara konsisten. Selain itu, sumber daya manusia yang memahami permasalahan dan pengelolaan lingkungan menjadi sangat penting untuk mencapai kinerja lingkungan yang baik, Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan pengelolaan limbah medis di Laboratorium Sarana Medika Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian dipilih dengan teknik non probability sampling yaitu menggunakan purposive sampling, dengan informan utama kepala cabang Laboratorium Sarana Medika Semarang dan cleaning service. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya, Laboratorium Sarana Medika Semarang sudah melakukan pemilahan antara limbah medis non benda tajam, limbah non medis dan limbah medis benda tajam pada setiap sumber penghasil limbah medis sudah disediakan secara terpisah. Pewadahan limbah Laboratorium Sarana Medika Semarang dibagi menjadi 2 yaitu limbah medis dan non medis (domestik). Rute pengangkutan di Laboratorium Sarana Medika Semarang belum memiliki jalur khusus, sehingga melewati beberapa ruangan, waktu pelaksanaan pengangkutan juga tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, bahkan dilakukan pada jam kerja. Limbah domestik akan diangkut oleh DPU Kota Semarang dan limbah medis diangkut oleh PT. ARAH. Kesimpulan penelitian ini yaitu kebijakan pengelolaan limbah Laboratorium Sarana Medika Semarang menggunakan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P.56/MenlhkSetjen/2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Pihak Higiene Sanitasi Laboratorium Sarana Medika Semarang diharapkan melakukan pengawasan lebih ketat terkait proses pengelolaan limbah laboratorium.Kata Kunci : limbah medis, laboratorium, layanan kesehatan