Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI ALJABAR SMP BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS: Pemecahan Masalah: Disposisi Matematis,: Materi Aljabar SMP Neneng Tita Rosita; Lia Yuliawati
Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education Vol. 2 No. 2 (2017): Symmetry: Pasundan Journal of Research in Mathematics Learning and Education
Publisher : Mathematics Education Study Program, FKIP, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.84 KB) | DOI: 10.23969/symmetry.v2i2.565

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu fokus pembelajaran matematika. Dalam belajar matematika seringkali siswa menemukan soal yang tidak dengan segera dapat dicari solusinya, dan siswa diharapkan dapat memecahkan soal tersebut. Disposisi matematis berkaitan dengan bagaimana siswa memandang dan menyelesaikan masalah; apakah percaya diri, tekun, berminat, dan berpikir terbuka untuk mengeksplorasi berbagai alternatif strategi penyelesaian masalah. Tujuan penelitian menghasilkan penjenjangan disposisi matematis dan mengidentifikasi kemampuan pemecahan masalah siswa SMP pada materi aljabar pada tiap tingkat disposisi. Metode penelitian ini kualitatif. Subyek penelitian sebanyak 21 siswa. Instrumen penelitian adalah soal tes kemampuan pemecahan masalah materi aljabar yang telah dirancang berdasarkan indikator pemecahan masalah dengan langkah Polya. serta wawancara terhadap subyek sebagai triangulasi. Penelitian ini menghasilkan penjenjangan disposisi matematis tinggi, sedang, dan rendah. Hasil tes kemampuan pemecahan masalah materi aljabar bahwa sebagian besar subjek berada pada tingkat disposisi sedang, subjek disposisi rendah dan disposisi sedang mengalami kesulitan dalam membaca dan menafsirkan soal, membuat simbol aljabar dan membuat model matematika sehingga tidak dapat memecahkan masalah yang diberikan. Sedangkan subjek disposisi tinggi mampu memenuhi semua indikator-indikator kemampuan pemecahan masalah meskipun belum sempurna. Subjek disposisi tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi daripada siswa subjek disposisi sedang dan disposisi rendah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING-PROMPTING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA Yeni Anggraeni; Lia Yuliawati; M. Nuur’aini Sholiha
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 7 No 1 (2023): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang lebih baik antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Probing-Prompting dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Selain itu juga untuk mengetahui sikap siswa terhadap model pembelajaran Probing-Prompting pada pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan subjek penelitian yaitu siswa SMP Negeri 5 Sumedang dengan sampel sebanyak dua kelas, yaitu kelas VIII C sebanyak 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebanyak 32 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah soal tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket sikap siswa. Berdasarkan hasil pengolahan data dan perhitungan menggunakan uji t, diperoleh nilai thitung = 2,332 dan ttabel = 2,000, karena thitung berada di luar interval –ttabel sampai dengan ttabel atau -2,000 sampai dengan 2,000 maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Probing-Prompting lebih baik daripada model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis angket siswa diperoleh rata-rata keseluruhan sebesar 3,2 dan berdasarkan kategori penafsiran dari skala Likert termasuk ke dalam kategori positif. Dapat disimpulkan bahwa sikap siswa positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Probing-Prompting.
Profile of Students’ Mathematical Creative Thinking Ability in Solving Open-Ended Problems Wina Wina; Neneng Tita Rosita; Lia Yuliawati
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1022

Abstract

This study aimed to describe the profile of students’ mathematical creative thinking skills in solving open-ended problems on data presentation. Mathematical creative thinking was analysed based on four creativity indicators proposed by Torrance: fluency, flexibility, originality, and elaboration. The research employed a descriptive qualitative approach and was conducted at SMP Negeri 2 Pamulihan. The research subjects consisted of 32 seventh-grade students selected through purposive sampling to represent four categories of creative thinking ability: highly creative, creative, moderately creative, and less creative. Data were collected using a mathematical creative thinking skills test, task-based interviews, and observations of students’ problem-solving processes. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by the triangulation of techniques and data sources to ensure validity. The results indicated that students’ mathematical creative thinking skills varied across categories. Students in the highly creative category achieved an overall score of 34.375% across all creativity indicators, demonstrating the ability to generate diverse ideas, apply multiple problem-solving strategies, produce original solutions, and present detailed and systematic explanations. Students in the creative category achieved the highest percentage, 37.5%, showing strong performance particularly in fluency and flexibility, although originality and elaboration were not consistently demonstrated. Students in the moderately creative category obtained a score of 9.375%, indicating limited creative thinking skills that were mostly confined to fundamental indicators, with minimal originality and elaboration. Meanwhile, students in the less creative category achieved 18.75%, characterised by reliance on a single strategy and brief, superficial explanations.
Assessing Junior High School Students’ Numeracy Literacy in Solving Statistical Problems: A Case Study in Sumedang Regency Siti Sundari; Lia Yuliawati; Neneng Tita Rosita; M. Nuur'aini Sholihat
Journal of General Education and Humanities Vol. 4 No. 1 (2025): February
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v4i1.394

Abstract

This study aims to determine the numeracy literacy level of 8th-grade students at SMP Negeri 9 Sumedang, considering the ongoing challenges in students' ability to interpret, analyze, and solve statistical problems. Many students struggle with numeracy literacy, affecting their ability to make data-driven decisions, which influences their academic achievement, financial literacy, and future employability. This research employs a descriptive qualitative method involving 31 eighth-grade students selected through purposive sampling. Data collection includes students’ numeracy literacy test results on statistical material, interviews, and document analysis. Data analysis follows three stages: data reduction, presentation, and verification. The results indicate that students’ numeracy literacy remains low, with an average test score of 29.3, and only 16% meet the minimum competency level in statistical reasoning. Interviews with two representative students revealed significant difficulties in understanding statistical concepts, particularly in interpreting data from tables and graphs, identifying relevant information for problem-solving, and applying appropriate mathematical strategies. Additionally, students struggled with structuring solutions systematically and drawing meaningful conclusions from statistical data. The primary factors contributing to this low performance include (1) students’ reluctance to engage with lengthy word problems, (2) lack of understanding of prerequisite materials, and (3) difficulties in determining problem-solving strategies. These findings highlight the need for improved instructional strategies to enhance students' statistical reasoning and numeracy literacy. Future research should explore intervention programs that strengthen students’ ability to interpret and apply statistical data in real-world contexts. These findings can help educators design more effective teaching strategies and assist policymakers in developing numeracy-focused curricula that better prepare students for future challenges.
Analysis of Students’ Mathematical Critical Thinking Skills in Solving Contextual Problems Sri Bintang Robiatul Adawiyah; Lia Yuliawati; Agus Jaenudin; Arifin Arifin
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 3 (2026): September
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i3.1357

Abstract

Mathematical critical thinking ability is an essential skill that students must possess in solving contextual problems. However, students’ mathematical critical thinking ability is still considered low because students are more accustomed to solving problems procedurally rather than conducting analysis and evaluation. This study aims to analyze the mathematical critical thinking ability of vocational high school students based on Facione’s indicators. The study employed a qualitative descriptive method involving 23 eleventh-grade students of SMK Budi Mandiri Tanjungsari as the research subjects. The research instruments consisted of a mathematical critical thinking ability test, interviews, and documentation. The results showed that 65% of students were in the low category and 17% were in the very low category. Students demonstrated fairly good ability in the indicators of interpretation and analysis; however, they were still weak in the indicators of evaluation and inference. Therefore, mathematics learning needs to emphasize evaluative and reflective thinking processes.
Pendampingan Pembuatan dan Pemanfaatan Media Pembelajaran Matematika bagi Calon Guru Sekolah Dasar Ismi Widyaninngrum; Linda Linda; Mimih Aminah; Lia Yuliawati
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v3i1.1121

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan calon guru sekolah dasar dalam merancang, membuat, dan memanfaatkan media pembelajaran matematika dengan benda-benda yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Media yang dikembangkan berfokus pada materi bilangan, seperti bilangan bulat, lambang bilangan, bilangan cacah, bilangan prima, bilangan pecahan, dan lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini antara lain sosialisasi dan pembekalan, praktik pembuatan media pembelajaran secara berkelompok, pendampingan intensif oleh tim pelaksana, serta presentasi dan evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kelompok peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang ditentukan dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap berbagai aspek, diperoleh tingkat keberhasilan kegiatan sebesar 85,25% yang menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan berhasil meningkatkan keterampilan mahasiswa.
Pendampingan Pembuatan dan Pemanfaatan Media Pembelajaran Matematika bagi Calon Guru Sekolah Dasar Ismi Widyaninngrum; Linda Linda; Mimih Aminah; Lia Yuliawati
JAMARI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandiri Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Insan Cendekia Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37577/jamari.v3i1.1121

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan calon guru sekolah dasar dalam merancang, membuat, dan memanfaatkan media pembelajaran matematika dengan benda-benda yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Media yang dikembangkan berfokus pada materi bilangan, seperti bilangan bulat, lambang bilangan, bilangan cacah, bilangan prima, bilangan pecahan, dan lainnya. Metode yang digunakan pada kegiatan ini antara lain sosialisasi dan pembekalan, praktik pembuatan media pembelajaran secara berkelompok, pendampingan intensif oleh tim pelaksana, serta presentasi dan evaluasi hasil karya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kelompok peserta berhasil menghasilkan media pembelajaran yang sesuai dengan materi yang ditentukan dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap berbagai aspek, diperoleh tingkat keberhasilan kegiatan sebesar 85,25% yang menunjukkan bahwa kegiatan pendampingan berhasil meningkatkan keterampilan mahasiswa.