Mohammad Hosnan
Institut Ilmu Keislaman Annuqayah

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rekonstruksi Pembelajaran Tauhid sebagai Fondasi Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah/Madrasah Mohammad Hosnan
'Anil Islam: Jurnal Kebudayaan dan Ilmu Keislaman Vol 8 No 1 (2015): Juni
Publisher : Institut Ilmu Keislaman Annuqayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.243 KB)

Abstract

Lately, the development of modernization has come with all its effects in human life: positive and negative. Although modernization appears to us to bring the various developments that can be utilized by humans, but on the other hand has resulted in national values and religious order kehidupanan increasingly detached from humanity. It can be seen from the rampant corruption, collusion, nepotism, terrorism, drugs, free sex and same-sex mating, immoral, and other immoral behavior. This phenomenon certainly can not be allowed to continue rampant, should be dammed one of which can be reached through education monotheism educational institutions. In the perspective of Islam, monotheism is the main foundation in building the personality of a person included in the build pradaban public life. Therefore, construction of learning pendidika monotheism in Islam or Islamic institutions must continue to be built, so that the institution can realize learning well, that is capable of transmitting knowledge and religious values on the students themselves. It is none other than as a strengthening of the identity of the students as a generation of nation and religion are responsible for building pradaban in the future. The level of knowledge and maturity of monotheism protege, will determine the future of the nation and religion.
Aksiologi dalam Dimensi Filsafat Islam: (Kajian tentang Etika dan Estetika Ilmu Pengetahuan) Mohammad Hosnan; Abd. Warits
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 2 (2017): 18 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Ilmu pengetahuan telah membuktikan perannya dalam membangun kehidupan manusia. Untuk menguraikan lebih detil tentang kegunaan dari ilmu pengetahuan, tentu harus dilihat dari perspektif filsafat, yaitu dari sudut pandang aksiologi sebagai cabang filsafat yang membahas teori tentang nilai-nilai; Etika (Etika Filosofis, Etika Teologis, dan Etika Deontologis) dan Estetika (keindahan dan kesenian). Dalam hal ini, penulis akan menjbarkan pandangan berbagai pakar filsafat Islam dalam menyikapi etika dan estetika ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia, sehingga ilmu pengetahuan tidak hanya dapat berkembang tetapi memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kehidupan manusia. Kata kunci: Aksiologi, Filsafat Islam, Etika, Estetika, dan Ilmu Pengetahuan
Kepemimpinan Kiai: (Analisis Modalitas Kepemimpinan Kiai Kampung Dalam Tradisi Kompolan) Syafiqurrahman Syafiqurrahman; Mohammad Hosnan
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 10 No. 2 (2019): 01 Februari 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB) | DOI: 10.37459/tafhim.v10i2.3422

Abstract

Besides being a Qur’an teacher, the leader of village (Kiai) become community leaders; almost all aspects of people's lives were deferred to the kiai, ranging from religious, educational, social, political, and so on, including the village kiai becoming the traditional leaders of the Kompolan. village kiai use the characteristics of charismatic-collective leadership and transformative leadership. While the capital used is cultural, symbolic modality, which then gives birth to economic capital. Under his leadership, Kompolan was able to contribute to creating an atmosphere of togetherness and unity among individuals in society, developing and strengthening religious knowledge, contributing to empowerment in the economic sector of society, creating a space of actualization for the community. Selain menjadi guru ngaji, kiai kampung juga menjadi pemimpin masyarakat; hampir dalam semua aspek kehidupan masyarakat ditangguhkan kepada kiai, mulai dari persoalan keagamaan, pendidikan, sosial, politik, dan seterusnya, termasuk kiai kampung menjadi pemimpin tradisi kompolan. kiai kampung menggunakan karakter kepemimpinan karismatik-kolektif dan kepemimpinan transformatif. Sedangkan modal yang digunakan adalah modalitas kultural, simbolik, yang kemudian melahirkan modal ekonomi. Di bawah kepemimpinannya, kompolan mampu memberikan kotribusi dalam menciptakan suasana kebersamaan dan kebersatuan antar individu di masyarakat, pengembangan dan pemantapan ilmu keagamaan, memberikan sumbangsih pemberdayaan di bidang ekonomi masyarakat, menciptakan ruang aktualisasi bagi masyarakat. Kata Kunci (Keyword): Kepemimpinan, Kiai Kampung, Tradisi Kompolan.