Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penganekaragaman Pengolahan Pangan Berbasis Jagung upaya Mengoptimalkan Potensi Lokal pada Usaha Mikro Makanan Tradisional dan Kue Kering Yupono Bagyo; Setiyawan Setiyawan
Jurnal ABM Mengabdi Vol 3 (2016): Desember
Publisher : STIE Malangkucecwara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan berbagai tepung menjadi salah satu prioritas program kementrian pertanian dalam rangka percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Begitu juga dengan pengolahan jagung menjadi tepung jagung merupakan usaha untuk memberikan nilai tambah produk sebagai pengganti atau campuran tepung terigu. Tujuan IbM ini adalah mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan persediaan tepung terigu yang harganya masih relatif mahal di Dukuh Umbul Rejo Desa Balesari. Teknologi ini menyangkut teknologi pengolahan dan supply tepung jagung sebagai upaya untuk terus mengembangkan teknologi tepat guna dengan menggunakan teknologi mesin pemipil dan mesin penepung jagung. Hasil yang diperoleh dari kegiatan IbM ini adalah: melalui teknologi mesin pemipil dan mesin penepung jagung, dapat memberikan efek positif bagi mitra yaitu peningkatan produktifitas olahan makanan tradisional dan kue kering berbasis jagung serta mampu memenuhi kebutuhan supply tepung jagung yang dapat diperjual belikan sehingga akan berdampak pada peningkatan pendapatan mitra.
TOURISM DEVELOPMENT STRATEGY OF KAMPOENG KAJOETANGAN HERITAGE Setiyawan Setiyawan
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 7, No 1 (2023): IJEBAR, VOL. 07 ISSUE 01, MARCH 2023
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v7i1.6833

Abstract

Kampoeng Kajoetangan - a historic area in Malang city and also business center during the Dutch colonial period until today. Many Dutch heritage buildings, including numerous residences in the Kampoeng Kajoetangan, have been kept in their original form. This is a prosperous area to become a tourist center. However, Kampoeng Kajoetangan need an improvement on management aspect. Therefore, we aim to analyze the strength, weakness, opportunity and also threat of this area and plan the best strategy to improve the tourism development of Kampoeng Kajoetangan. Descriptive qualitative with SWOT analysis was used in this study. This study found that SWOT quadrant position located in quadrant 1 and indicated by point (1.22;1.38). Those shows that Tourism Awareness Group (Pokdarwis) is highly possible to continue carry out the activities that they already have to increase growth and achieve maximum progress in marketing context. Power and opportunities strategy that was used in this study is marketing strategy with educative and persuasive approach. This approach has an important role in achieving a change of the community or local government negative mental attitude, especially from the mass media in order to more positively participate in actualizing the goals of developing tourism in Kampoeng Kajoetangan Malang.
Menyemai Modernitas, Merawat Tradisi: Sinergi Nilai Kearifan Lokal Dan Manajemen Syariah Bagi Keberlanjutan Pesantren Di Era Digital Imama Zuchroh; Lidia Andiani; Setiyawan Setiyawan
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 5: Juli 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i5.20022

Abstract

Pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia dan telah terbukti bertahan sepanjang berabad-abad perubahan zaman. Memasuki era digital, pesantren dihadapkan pada dilema mendasar, yaitu bagaimana mengadopsi teknologi informasi tanpa mengikis nilai kearifan lokal dan prinsip syariah yang menjadi ruh kelembagaannya. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sinergi antara nilai kearifan lokal pesantren dan prinsip manajemen syariah dapat menjadi fondasi keberlanjutan kelembagaan di tengah transformasi digital. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui studi kepustakaan dan analisis isi terhadap dua puluh empat dokumen literatur yang terbit antara tahun 2016 dan 2026. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan pesantren di era digital bertumpu pada empat pilar yang saling terkait, yaitu kepemimpinan dan tata kelola kiai yang adaptif, manajemen keuangan dan kewirausahaan berbasis syariah yang terdigitalisasi, kurikulum pembelajaran hybrid yang menjaga mata rantai transmisi keilmuan (sanad), serta pelestarian nilai kearifan lokal seperti Panca Jiwa sebagai jangkar identitas di tengah modernisasi.