Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

HUBUNGAN RIWAYAT TEKANAN DARAH IBU SAAT HAMIL DAN KONDISI BERAT BADAN LAHIR BAYI DENGAN RESIKO TERJADINYA ASFIKSIA NEONATORUM DI RS. BEN MARI Defi Kristina Sari; Titin Sutriyani
Biomed Science Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia neonatorum adalah dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernapas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. Asfiksia neonatorum adalah keaadan bayi yang tidak dapat bernafas sehingga dapat menurunkan O2 dan makin meningkatkan CO2 yang menimbulkan akibat buruk dalam kehidupan lebih lanjut. Asfiksia juga dapat mempengaruhi fungsi organ vital yang lainnya. Maka dari itu dibutuhkan untuk menangani dan mencegah secara terampil dan sigap dalam resiko terjadinya asfiksia neonatorum ini (Manuaba, 2010)Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia ibu, paritas, riwayat hipertensi dan pola istirahat terhadap kejadian preeklamsia. Jenis Penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif (Deskriptif Korelatif) dengan Rancangan Crossectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis yang di gunakan adalah Regresi Linear Berganda.Hasil penelitian menunjukkan nilai -T hitung variable Tekanan Darah (X1) sebesar -3,171 -T table (-2,018) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Tekanan Darah (X1) dengan resiko terjadinya Asfiksia Neonatorum (Y). Nilai -T hitung variable Kondisi Berat Lahir Bayi (X2) sebesar -0,281 -thitung (-2,018) artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Kondisi Berat Lahir Bayi (X2) dengan resiko terjadinya Asfiksia Neonatorum (Y). Koefisien regresi (R square) sebesar 0,199 artinya hubungan variable bebas dengan resiko terjadinya Asfiksia Neonatorum sebesar ((0,199 x 100) x 100%) = 19,9% sedangkan 80,1% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidan diteliti didalam penelitian ini. Dan dilihat dari hubungan kedua variable independen (X) terhadap variable dependen (Y) dapat disimpulkan bahwa variable Tekanan Darah (X1) lebih dominan terhadap resiko terjadinya Asfiksia Neonatorum (Y) yang dibuktikan dengan nilai -Thitung -Ttabel yaitu -3,171 -2,018.
HUBUNGAN NUTRISI, USIA IBU WAKTU HAMIL DAN ASAP ROKOK DENGAN TERJADINYA BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT BAPTIS BATU Defi Kristina Sari; Donny Yunamawan
Biomed Science Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir. Salah satu faktor penyebab berat badan lahir rendah yaitu Nutrisi ibu kurang saat kehamilan, usia ibu terlalu muda < 20 tahun atau > 35 tahun dan terkena paparan asap rokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk hubungan Nutrisi, usia ibu dan paparan asap rokok dengan terjadinya berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Baptis Batu. Desain penelitian mengunakan desain kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik purposive sampling sebanyak 25 orang. Teknik pengumpulan data dengan memberikan kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu deskriptif dan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Nilai thitung (3,661) > ttabel (2,060) dan nilai signifikasi sebesar (0,004) < (0,050) artinya ada hubungan yang signifikan antara Nutrisi dengan terjadinya berat badan lahir rendah. Nilai thitung (4,084) > ttabel (2,060) dan nilai signifikasi sebesar (0,001) < (0,050) artinya ada hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan terjadinya berat badan lahir rendah. Nilai thitung (4,241) > ttabel (2,060) dan nilai signifikasi sebesar (0,000) < (0,050) artinya ada hubungan yang signifikan antara paparan asap rokok dengan terjadinya berat badan lahir rendah. Nilai F hitung (4,473) > Ftabel (3,380) dan nilai signifikasi sebesar (0,003) < (0,050) artinya terdapat nutrisi (X1), usia ibu (X2) dan paparan asap rokok (X3) dengan terjadinya berat badan lahir rendah (Y). Nilai R Square (R2) membuktikan ada hubungan antara Nutrisi sedang, usia ibu kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun dan terkena paparan asap rokok cukup tinggi dengan terjadinya berat badan lahir rendah di Rumah Sakit Baptis Batu sebesar 74,9%, sedangkan 25,1% selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
PENGARUH PENYULUHAN TENTANG TANDA BAHAYA MASA NIFAS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL DI PUSKESMAS WAJAK MALANG Defi Kristina Sari; Donny Yunamawa
Biomed Science Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa  nifas  merupakan masa selama persalinan dan segera setelah kelahiran yang    meliputi    minggu minggu berikutnya  pada  waktu  saluran  reproduksi  kembali   ke   keadaan   tidak   hamil   yang normal.Pada   masa   nifas   dapat   terjadi  gangguan pada ibu seperti infeksi, sehingga menimbulkan  kondisi  yang  berbahaya  dan berujung  kematian  pada  ibu.  Di  Indonesia sendiri  setiap  satu  jam  ada  dua  orang  ibu yang  meninggal  dunia  karena  komplikasi pada  masa  nifas,  penyebab  kematian  ibu yang  paling  besar  adalah  perdarahan  28% dan infeksi sebanyak 11%.Tujuan  Penelitian Ini Untuk Mengetahui  tingkat  pengetahuan ibu  hamil tentang tanda  bahaya  masa  nifas berdasarkan  umur,  pendidikan, dan  pekerjaan .Metode  : Metode  yang  digunakan  adalah deskriptif    kuantitatif    dengan    rancangan penelitian survey deskriptif. Tehnik pengambilan  sampel Purposive  Sampling dengan jumlah responden 30 orang,Analisa Data One Sampel  TestHasil  Analisa Data Sebanyak  30 responden  ibu  nifas didapatkan    sebagian    besar responden berumur  21-35  tahun sebanyak 11  orang (36.6%),     pada     pendidikan     didapatkan sebagian  besar  responden  berpendidikan SMP   sebanyak   13   orang   (43,3%),   pada pekerjaan     didapatkan sebagian     besar pekerjaan  ibu  rumah  tangga  sebanyak  19 orang   (63%). Metode  yang  digunakan adalah deskriptif    kuantitatif    dengan    rancangan penelitian survey deskriptif. Tehnik pengambilan  sampel Purposive  Sampling dengan jumlah responden 30 orang.
HUBUNGAN ANTARA POLA SEKSUAL DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN SERVISITIS PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERPUCUNG Maria Italina Mbere; Vivin Yuni Astutik; Defi Kristina Sari
Biomed Science Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Servisitis adalah radang dari selaput lendir canalis cervicalis. Karena epitel selaput lendir cervicalis hanya terdiri dari satu lapisan sel silindris maka mudah terkena infeksi dibandingkan dengan selaput lendir vagina. Servisitis merupakan kelanjutan dari infeksi pada vagina yang di sebabkan oleh trichomonas, Chlamydia Trakhomatis, Gonorhoe dan virus Herpes.Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara Pola Seksual dan personal hygiene dengan kejadian Servisitis pada ibu hamil diwilayah kerja puskesmas Sumberpucung. Lokasi dan waktu Penelitian ini dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Sumberpucung pada Bulan Maret sampai Juni 2019. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel di antara populasi sesuai yang diketahui peneliti, sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakteristik populasi yang telah dikenal sebelumnya. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan pendekatan statistik deskriptif. Dengan menggunakan metode model regresi linier berganda.Variabel Nilai Thitung  variabel pola seksual (X1) sebesar 3.925 Ttabel 2.052 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pola seksual (X1) dengan kejadian servisitis (Y). Nilai Thitung  variabel  personal hygiene (X2) sebesar 4.372 Ttabel 2.052 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene (X2) dengan kejadian servisitis (Y). Nilai Fhitung sebesar 8,541 dari nilai F0,05 (3,354) artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel pola seksual (X1), dan personal hygiene (X2), dengan kejadian servisitis (Y). Nilai koefisien determinasi (Rsquare) sebesar 0.474 artinya hubungan variabel bebas dengan kejadian servisitis sebesar 47,4%, sedangkan 52,6% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian yang dilihat dari nilai Thitung yang paling dominan berpengaruh terhadap kejadian servisitis adalah variabel X2 (personal hygiene). 
KARAKTERISTIK PENGHUNI PONDOK PESANTREN TERHADAP PREVALENSI PENYAKIT KULIT SCABIES DI PONDOK PESANTREN PUTRI DESA GEDOK WETAN KABUPATEN MALANG Defi Kristina Sari; Donny Yunamawan LS
Biomed Science Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada bulan Januari 2017 di Pondok Pesantren Putri Desa Gedok Wetan Kabupaten Malang, dilakukan wawancara dengan pengelola Pondok Pesantren dan dilakukan pemeriksaan langsung kepada santri putri dan didapatkan bahwa 29 santri putri mengalami penyakit kulit dan yang paling banyak yaitu penyakit kulit scabies atau gudikan dengan jumlah 25 santriwati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penghuni pondok pesantren terhadap Prevalensi Penyakit Kulit Scabies. Lokasi penelitian bertempat di Pondok Pesantren Putri Desa Gedok Wetan Kabupaten Malang. Sampel yang dipakai berjumlah 25 orang santri putri yang mengalami penyakit kulit scabies. Analisa yang dipakai adalah Analisa statistic chi square. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, personal hygiene, sanitasi lingkungan dan kontak langsung.
HUBUNGAN INFEKSI KEPUTIHAN DAN KECEMASAN DALAM KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI Helena Osinita Sale; Titin Sutriyani; Defi Kristina Sari
Biomed Science Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat disuatu Negara. Ketuban Pecah Dini merupakan masalah yang banyak terjadi dalam kebidanan. Banyak faktor yang dapat menyebabkan ketuban pecah dini antara lain infeksi korionis, sungsang, preeklamsia, anemia, kecemasan, gemeli dan hidramnio (Kemenkes RI, 2015).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara infeksi keputihan dan kecemasan dalam kehamilan dengan kejadian ketuban pecah dini. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectioanal. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 55 ibu sedangkan sampelnya 30 ibu. Cara pemilihan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini di lakukan dari bulan maret sampai april. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Analisa data dengan menggunakan spss dengan regresi linear berganda.Hasil analisis menunjukan bahwa nilai thitung variabel Infeksi Keputihan (X1) lebi besar dari t0,05 dengan nilai 5,6992,052 yang berarti bahwa Infeksi Keputihan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini sedangkan variabel Kecemasan dalam kehamilan (X2) di dapatkan hasil thitung lebih besar dari ttabel dengan nilai 3,7622,052 yang berarti bahwa Kecemasan dalam kehamilan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini. Nilai Fhitung 74,592 3,354 F0,05 dapat diartikan bahwa Infeksi Keputihan (X1), Kecemasan dalam kehamilan (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini. Nilai koefesien determinasi atau Rsquare sebesar 0,847 yang membuktikan bahwa kedua variabel memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian Ketuban Pecah Dini sebesar 84,7% sedangkan 15,3 dipengaruhi faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS DENGAN TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI MASA NIFAS DI BIDAN PRAKTEK SWASTA NY NURUL TULUNGAGUNG Defi Kristina Sari; Suhartik Suhartik
Biomed Science Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Atmarita (2004) Tingkat pendidikan dan pengetahuan gizi sangatberpengaruh terhadap perubahan sikap dan perilaku hidup sehat. Tingkat pendidikan yang lebih tinggi akan memudahkan seseorang atau masyarakat untuk menyerap informasi dan mengimplementasikannya dalam perilaku dan gaya hidup sehari-hari, khususnya dalam  hal kesehatan dan gizi.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu nifas dengan tingkat konsumsi zat gizi masa nifas.. Penelitian ini dilaksanakan di BPS Nurul Tulungagung   yang akan dilaksakan pada bulan September sampai dengan Oktober 2020 . Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan desain penelitian Analitik yaitu dengan menggunakan metode pendekatan Cross sectional. Besar populasi yang digunakan adalah seluruh ibu nifas yaitu 36 responden, Sampel menggunakan total population, teknik sampling menggunakan total sampling, sedangkan alat ukur yang digunakan ialah Kuesioner dan form recall 1x24 jam..Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah data tingkat pendidikan lebih banyak 44,4% berpendidikan menengah. Tingkat pengetahuan ibu tentang gizi ibu  nifas sebagian besar baik yaitu 47,2%. Tingkat konsumsi energi ibu sebagian besar sedang yaitu 61,1% dan tingkat konsumsi protein sebagian besar sedang yaitu 41,67%. Uji yang digunakan adalah uji chi squere dengan continuity correction. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dapat mempengaruhi tingkat konsumsi zat gizi ibu dalam memilih bahan makanan dan memenuhi kebutuhan gizi ibu. Dengan penelitian ini diharapkan bidan dapat meningkatkan memberikan penyuluhan tentang gizi ibu masa nifas di BPS Nurul
HUBUNGAN USIA IBU DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KEHAMILAN POST DATE DI PUSKESMAS CAMPURDARAT TULUNGAGUNG Sari, Defi Kristina; Sutriyani, Titin
Biomed Science Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan Post Date merupakan kehamilan yang berlangsung sampai 42 minggu atau lebih, dihitung dari hari pertama haid terakhir. Salah satu faktor penyebab terjadinya kehamilan Post Date adalah usia ibu dan paritas. Berdasarkan data di Puskesmas Campurdarat  pada 6 bulan terakhir yaitu pada bulan Januari – Juli 2021 terdapat data  ibu hamil sejumlah 100 orang. Ibu hamil yang mengalami kehamilan post date mencapai 35 kasus ( 30 % ). Adapun beberapa faktor penyebab terjadinya kehamilan post date, antara lain: usia terdapat 18 orang ( 51,4 % ), paritas mencapai 10 orang ( 28,6 % ) dan fatktor lain 7 orang (20%)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia ibu dan paritas  dengan kejadian kehamilan post date di Puskesmas Campurdarat. Metode pengambilan sampel menggunakan tehnik sampling purposive. Populasinya adalah seluruh ibu hamil. Sampelnya adalah ibu hamil yang mengalami kehamilan Post Date berjumlah 30 orang. Waktu penelitian yaitu bulan Juli – September  2021. Teknik analisis menggunakan  regresi linear  berganda yang dibantu oleh program SPSS 20.Hasil analisis di dapatkan nilai Thitung Ttabel, dengan nilai Thitung X1 (2,582) Ttabel (2,052) dan X2 Thitung Ttabel yaitu 0,941 2,045. Hasil analisa untuk X1memiliki arti  bahwa variabel usia ibu (X1) ada hubungan yang signifikan dengan kejadian kehamilan Post Date, sedangkan hasil analisa untuk X2 memiliki arti bahwa variavbel paritas tidak ada hubungan yang signifikan antara Paritas dengan kejadian Post Date.Nilai Fhitung (5,488) Ftabel (3,34), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara variabel usia ibu dan paritas terhadap kejadian kehamilan Post Date. R Square (28,9%) yang berarti sebanyak 28,9% variabel usia ibu dan paritas mempengaruhi variabel kehamilan Post Date dan sebesar 71,1% dipengaruhi oleh faktor lainnya.
EDUKASI ANTENATAL CARE TERPADU SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI TERJADINYA KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI POSYANDU ANGGREK DESA TANGGUNG KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG: Integrated Antenatal Care Education as An Effort for Early Detection of Complications in Pregnant Women at The Integrated Service Posts of Anggrek Tanggung Village Campurdarat District Tulungagung District Sari*, Defi Kristina; Endah Kusumawati
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v2i3.154

Abstract

Pelayanan kesehatan selama kehamilan merupakan hal penting bagi ibu hamil maupun janin yang dikandungnya. Upaya pelayanan tersebut merupakan pencegahan terhadap kondisi buruk yang dapat terjadi pada ibu hamil. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil kesehatan baik untuk ibu dan janin adalah dengan Antenatal Care. Menurut Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dalam Rencana Strategi Dinas Kesehatan (Renstra Dinkes) mengidentifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung terkait kesehatan ibu dan anak yaitu masih belum optimalnya pelayanan kesehatan ibu hamil K4 dan masih ditemukannya ibu hamil KEK yang diakibatkan salah satunya belum semua ibu hamil mendapatkan pelayanan KIA sesuai standar. Terkait dengan beberapa alasan tersebut maka dilakukan progam pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan konseling Antenatal Care Terpadu (ANC) untuk ibu hamil. Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ibu hamil antusias dan meningkat pengetahuan dengan adanya pemeriksaan ANC Terpadu dan pemberian edukasi konseling mengenai kehamilan terutama yang beresiko. Dengan adanya kegiatan konseling ANC Terpadu meningkatkan taraf kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan untuk mencegah terjadinya komplikasi dalam kehamilan semakin banyak ibu hamil yang sadar akan pentingnya pemeriksaan ANC Terpadu.
Hubungan Kenaikan Berat Badan Ibu Selama Hamil dan Pelayanan Antenatal Care (ANC) Terpadu dengan Kejadian Preeklampsia Sari, Defi Kristina; Ummah, Wiqodatul
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jikmw.v5i1.1099

Abstract

Tingginya angka kejadian preeklampsia pada ibu hamil di Kabupaten Malang tahun 2024 sebanyak 540 ibu hamil, angka ini meningkat dari tahun sebelumnya. Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia. Kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan dan mutu pelayanan antenatal care (ANC) yang rendah diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko preeklamsia. Upaya pencegahan melalui kontrol berat badan dan optimalisasi pelayanan ANC menjadi kunci dalam menurunkan angka kejadian preeklamsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kenaikan berat badan ibu selama hamil dan mutu pelayanan ANC terpadu dengan kejadian preeklamsia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 33 ibu hamil trimester II dan III dipilih secara purposive di Wilayah Kerja Puskesmas Pagelaran Kabupaten Malang. Data dikumpulkan melalui observasi rekam medis dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-square). Hasil penelitian terdapat hubungan signifikan antara kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan dengan kejadian preeklamsia (p = 0,000). Selain itu, mutu pelayanan ANC terpadu juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian preeklamsia (p = 0,002). Ibu yang menerima pelayanan ANC berkualitas rendah dan mengalami kenaikan berat badan berlebih memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklamsia. Kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan dan mutu pelayanan ANC yang rendah berhubungan signifikan dengan meningkatnya kejadian preeklamsia. Penguatan pelayanan ANC terpadu dan edukasi pengendalian berat badan selama kehamilan perlu ditingkatkan sebagai strategi pencegahan preeklamsia.