Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Jadwal Proyek FTTH (Fiber To The Home) Menggunakan Metode Critical Path Method Studi Kasus Pada PT XYZ Muhammad Ilham Durani; Ika Arum Puspita; G.N Sandhy Widyasthana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek FTTH merupakan proyek pembangunan infrastruktur dengan melakukan penarikan kabel distribusi dari STO setempat ke lingkungan tempat tinggal customer yang belum diubah dari jaringan tembaga sebelumnya. Saat ini PT XYZ mengalami permasalahan proyek FTTH di Alam Sanggar, proyek ini terindikasi pada minggu ke 2 tidak ada aktivitas yang terpenuhi sama sekali dan pekerjaan ini terhambat 1 minggu. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu PT XYZ dalam merancang penjadwalan baru untuk mengatasi masalah tersebut menggunakan metode Critical Path Method dan. Hasil dari perancangan jadwal ini adalah pada perhitungan metode CPM diperoleh durasi penyelesaian proyek sebanyak 76 hari dan lintasan kritis dengan urutan kegiatan A-B-C-H-K-L-M-N-O-P merupakan aktivitas dengan waktu terlama. Kata kunci — [ Proyek , Penjadwalan Proyek , Critical Path Method, Fiber Optic, Bar Chart]
Perancangan Proses Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Vendor Menggunakan Ethical Decision Making Framework Pada Proyek Pembangunan Fiber To The Home Di Pt Xyz Alghifari Nuroni; Devi Pratami; G. N. Sandhy Widyasthana
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilihan vendor merupakan pengambilan keputusan dalam beraneka segi yang melibatkan pertimbangan dari beberapa kriteria seleksi yang sebagian besar bersifat subyektif dan sulit untuk diukur. Keputusan yang diambil haruslah etis untuk dapat mendukung kesuksesan proyek. Keputusan yang etis merupakan pengambilan keputusan yang baik/benar secara moral, transparan, dan penuh pertimbangan. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk merancang proses pengambilan keputusan secara etis dalam melakukan pemilihan vendor menggunakan Ethical Decision Making Framework. Penelitian ini menghasilkan rancangan proses yang meliputi beberapa tahap, di antaranya tahap assessment, tahap alternatives, tahap analysis, tahap application dan tahap action. Terdapat 5 kriteria utama dan 12 sub kriteria yang digunakan dalam pertimbangan dalam pemilihan vendor ini. Proses pengambilan keputusan ini menghasilkan skor untuk setiap alternatif terhadap kriteria dan sub kriteria yang telah ditentukan yaitu Vendor A dengan skor sebesar 55,54 , Vendor B dengan skor sebesar 62,19 , Vendor C dengan skor sebesar 53,16 , Vendor D dengan skor sebesar 60,82 dan Vendor E dengan skor sebesar 58,28. Berdasarkan hasil skor ini, maka keputusan yang dijadikan sebagai rekomendasi dalam pemilihan vendor yaitu dengan memilih Vendor B karena memiliki skor paling tinggi di antara alternatif yang lain. Kata kunci Konstruksi, Pengambilan Keputusan, Ethical Decision Making Framework, Pemilihan Vendor, Vendo
Analisis Performansi Proyek Menggunakan Metode Earned Value Management (Evm) (Studi Kasus: Proyek Ftth Dengan Segmentasi High End Market (Hem) Di Pt Xyz) Ichsan, Fata Muhammad; Widyasthana, Gn. Sandhy; Yasa, Putu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak — PT XYZ mengalami overbudget pada proyekFiber To The Home (FTTH) dengan segmentasi High EndMarket (HEM). Penelitian ini fokus pada analisis performansiproyek dengan menggunakan Metode Earned ValueManagement (EVM) agar dapat memantau informasi kinerjaproyek selama proyek berlangsung. Analisa performansidengan Metode EVM dilakukan dengan membandingkan nilaianggaran rencana dengan nilai anggaran realisasi, sehinggadapat diketahui kinerja performansi proyeknya. Berdasarkanhasil pengolahan data diketahui bahwa kondisi pengerjaanproyek hingga periode hari ke-21 pengerjaan berada padakondisi underrun dan overbudget yang ditunjukkan dengan nilaischedule performance index (SPI) dan nilai cost performanceindex (CPI) kurang dari 1. Adapun estimasi penjadwalan untukpenyelesaian dengan perhitungan time estimate (TE) didapatihasil bahwa proyek dapat selesai dalam waktu 32 hari yangartinya 2 hari lebih lama dari perencanaan. Sedangkan estimasianggaran untuk penyelesaian menggunakan perhitunganestimate at completion (EAC) mendapatkan nilai sebesar Rp87,380,073 yang artinya Rp 4,367,003 lebih besar dari rencanaanggaran sebelumnya. Hasil analisis performansi yang telahdilakukan dapat divisualisasikan menggunakan dashboardsebagai acuan dan alat untuk dapat memantau proyek FTTHdengan segmentasi HEM pada PT XYZ, sehingga dapatmembantu perusahaan dalam pengambilan keputusan padaperiode pengerjaan selanjutnya. Kata kunci— Proyek, Fiber To The Home (FTTH), Overbudget, Performansi
Pengukuran Tingkat Kematangan Manajemen Risiko Menggunakan Kerzner Project Management Maturity Model (Kpm3) Pada Proyek Instalasi Dan Pengadaan Plts Hsm2 Di Pt Xyz Qawlam, Keysa Sayidina; Widyasthana , G.N. Sandhy; Permatasari , Intan
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mengubah energimatahari menjadi listrik melalui modul fotovoltaik. PT XYZ,perusahaan di bidang energi terbarukan, sedang mengerjakanproyek Instalasi dan Pengadaan PLTS HSM2 di Posco Cilegon,Banten. Proyek ini mengalami penundaan hingga 1 Agustus2024 karena pekerjaan berisiko tinggi di area coilyard, yangterhambat oleh kegiatan annual downtime. Penelitian iniberfokus pada pengukuran tingkat kematangan manajemenrisiko PT XYZ menggunakan KPM3 dan menyusun rencanaperbaikan serta risk register untuk proyek-proyek masa depan. Kata kunci – Manajemen Risiko, Kematangan, KerznerProject Management Maturity Model.
Perancangan Risk Register dan Risk Response Menggunakan Metode Kualitatif (Studi Kasus: Pekerjaan OSP Kategori High End Market Di PT ABC) Ngantung, Audrey Carissa; Widyasthana, Gn. Sandhy; Yasa , Putu
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak—PT ABC bergerak di bidang konstruksi danmengatur servis infrastruktur jaringan. Salah satu portofoliopelaksanaan proyek konstruksi yaitu OSP kategori High EndMarket. Pada perusahaan belum terdapat alat pendukungmanajemen risiko dalam pengambilan keputusan secara tepatdan cepat. Metode yang dilakukan untuk mengasessmen risiko,yaitu metode kualitatif dengan matriks kemungkinan dandampak. Adapun aspek yang diperhatikan, yaitu waktu, biayadan kualitas. Proyek OSP HEM memiliki 125 risiko yangteridentifikasi dari awal sampai akhir proyek. Tingkatkeparahan rendah berjumlah 10 risiko, tingkat keparahansedang berjumlah 75 risiko, dan tingkat keparahan tinggiberjumlah 40 risiko. Risk response yang dilakukan untuk 125risiko meliputi 47 risiko dengan risk response mitigate, 37 risikodengan risk response avoid, 19 risiko dengan risk responseaccept, 12 risiko dengan risk response exploit, 8 risiko denganrisk response escalate, 1 risiko dengan risk response transferdan 1 risiko dengan risk response enhance.. Kata kunci — Risk Assessment, Risk response, Qualitative
Analisis Pengaruh Penerapan Knowledge Area Terhadap Keberhasilan Proyek Audit Resertifikasi IATF 16949:2016 di Industri Otomotif Pada PT XYZ Adipura, Adrian; Widyasthana, Gn. Sandhy; Permatasari, Intan
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek yang gagal sering disebabkan oleh komunikasi yang buruk (57%) dan perencanaan yang kurang baik (39%). Faktor-faktor ini perlu diperbaiki karena keberhasilan proyek merupakan indikator pencapaian tujuan. Penelitian ini didasari studi sebelumnya yang menyoroti faktor keberhasilan, seperti kompetensi manajer proyek, komunikasi efektif, dan koordinasi tim. Penelitian ini mengkaji pengaruh penerapan 10 Knowledge Area pada keberhasilan proyek di industri otomotif, khususnya di PT XYZ dalam proyek audit Resertifikasi IATF 16949:2016. Berdasarkan wawancara dengan pekerja, ditemukan kendala internal seperti jadwal yang tidak realistis dan komunikasi tim yang kurang efektif. Dengan metode kuantitatif dan regresi linier berganda, penelitian ini mengumpulkan data dari kuesioner kepada 30 anggota tim audit dan wawancara untuk memahami permasalahan lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan Project Human Resources Management memiliki pengaruh paling positif terhadap keberhasilan proyek, sementara Project Procurement Management berpengaruh negatif. Berdasarkan hasil analisis tersebut, selanjutnya akan diberikan rekomendasi usulan terkait dengan knowledge area yang sudah dijelaskan diatas. Rekomendasi usulan akan diberikan kepada pertanyaan dengan hasil analisis deskriptif yang "paling buruk" karena hal tersebut dinilai paling urgent untuk diperbaiki saat ini. Total terdapat sekitar 26 rekomendasi usulan dengan knowledge area nya masing-masing. Implementasi rekomendasi ini penting untuk meningkatkan kinerja audit, menjaga sertifikasi, dan mengurangi masalah internal, sehingga dapat mendukung kelancaran audit dan pertumbuhan bisnis PT XYZ di masa depan. Kata kunci— Project Management, Knowledge Area, Resertifikasi IATF 16949:2016, Proyek Audit
Perancangan Jadwal Untuk Mempercepat Proyek Konstruksi Solid Waste Disposal Menggunakan Metode Crashing Di Pt.Xyz Efendi, Arvia Nisrina; Pratami, Devi; Widyasthana, Gn. Sandhy
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT XYZ merupakan sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1998 dan bergerak di bidang konstruksi. gSaat ini PT XYZ sedang mengerjakan proyek konstruksi Solid Waste Disposal. Solid Waste Disposal merupakan proyek yang sedang dikerjakan oleh PT XYZ yang dimuali dari tahun 2019 awal dan ditargetkan selesai pada tahun 2021. Namun, proyek Solid Waste Disposal mengalami keterlambatan yang mengakibatkan proyek ini masih berada pada tahap executing dikarenakan masih terdapat aktivitas yang masih berjalan bahkan belum berjalan sama sekali. Keterlambatan tersebut dikarenakan adanya penundaan pekerjaan akibat adanya kebijakan lockdown di Indonesia yang mengakibatkan proyek tersebut terhambat pengerjaannya, selain itu ada beberapa faktor lainnya yaitu penentuan durasi tidak akurat dikarenakan tim proyek tidak memperhatikan faktor eksternal lainnya yang terjadi. Dengan terjadinya faktor tersebut, maka dilakukan percepatan sebuah proyek agar proyek tidak mengalami keterlambatan proyek. Pada perancangan ini dilakukan perhitungan menggunakan metode Crashing Project dan Perhitungan Rekapitulasi Biaya Setelah Crashing Project. Metode Crashing Project dilakukan agar memperoleh Crash Duration dan Crash Cost dari suatu aktivitas proyek yang terkena lintasan ktitis. Dan analisis Perhitungan Rekapitulasi Biaya Setelah Proyek digunakan untuk memperlihatkan Direct Cost, Indirect Cost, dan Total Cost suatu proyek di setiap aktivitasnya.Kata kunci— project scheduling, critical path method, crashing project, trade cost trade off
Perancangan Jadwal pada Proyek Pendampingan RS ABC Menuju BLUD di PT XYZ dengan Menggunakan Metode Critical Path Method (CPM) Shafira, Dhea Nur; Tripiawan, Wawan; Widyasthana, Sandhy
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Dimasa pandemi seperti saat ini, sarana kesehatan berkembang cukup pesat. Hal ini dapat dilihat dari rumah sakit yang berupaya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan. RS ABC ingin memberikan pelayanan yang bermutu, tepat sasaran, lebih akuntabel, dan memiliki daya saing dalam bidang kesehatan, upaya yang dapat dilakukan salah satunya yaitu dengan menerapkan BLUD. Untuk merealisasikan hal tersebut, RS ABC menunjuk PT XYZ selaku mitra yang telah memiliki banyak pengalaman di bidang pelayanan kesehatan untuk membantu pendampingan RS ABC menuju BLUD. Proyek pendamingan RS ABC menuju BLUD awalnya dijadwalkan akan mulai akhir Mei 2022 dan berakhir bulan Agustus 2022, namun pada kenyataannya proyek ini baru akan dijalankan pada bulan September 2022. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak PT XYZ, faktor utama penyebab keterlambatan proyek adalah penjadwalan yang kurang terperinci. Jika permasalahan ini tidak segera ditangani akan berdampak buruk terhadap citra perusahaan. Oleh sebab itu, proyek pendampingan RS ABC menuju BLUD memerlukan sebuah rancangan penjadwalan yang baik. Dalam perancangan penjadwalan ini metode yang akan digunakan yaitu Critical Path Method (CPM). Perancangan penjadwalan ini akan menghasilkan output berupa gantt chart, network diagram, kurva progress proyek, hasil perhitungan menggunakan Critical Path Method serta aktivitas kritis pada proyek.Kata kunci-proyek, BLUD, critical path method, penjadwalan.
Perancangan Schedule Baseline, Scope Baseline dan Risk Response pada Proyek Sistem Informasi Kemahasiswaan pada Universitas ABC di PT.XYZ Faturochman, Fariz; Pratami, Devi; Widyasthana, Sandhy
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-PT XYZ memiliki sebuah proyek berbasis IT di Universitas ABC. Proyek tersebut membuat sebuah Sistem Informasi untuk menunjang kegiatan perkuliahan. Dalam Sistem Informasi ini terdiri dari 37 aplikasi. Dalam proyek ini PT XYZ terbagi menjadi 10 tim dan setiap tim memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda pada setiap aplikasi yang akan dibuat. Dalam pengerjaan proyek ini terdapat beberapa kendala yang dialami oleh PT XYZ dari beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut terdiri dari man, method, dan information. Berdasarkan fishbone chart yang sudah dibuat terpetakan beberapa masalah dari setiap faktornya yaitu kurangnya tenaga kerja pada proyek, tenaga kerja belum menjalankan aktivitas pekerjaan sesuai dengan rencana awal dan terdapat pembagian kerja yang belum sesuai dengan keahlian, belum adanya perancangan tentang manajemen risiko dalam proyek, perencanaan penjadwalan yang belum sesuai dengan amandement dan ruang lingkup pekerjaan yang belum terdefinisi secara jelas, kurangnya informasi mengenai proyek dan prosesnya serta komunikasi yang belum terarah sehingga menyebabkan penyampaian informasi yang kurang tepat. Dari permasalahan yang dijelaskan sebelumnya menimbulkan keterlambatan proyek sehingga membutuhkan sebuah solusi dan rancangan untuk mengatasinya. Dalam memecahkan masalah ini membutuhkan sebuah rancangan berupa schedule baseline, scope baseline dan risk response untuk solusi dari permaslahan yang ada proyek ini. Kata kunci- scope, schedule, baseline, risk, startup
Perancangan Ulang Baseline Jadwal Proyek Shift To The Front (STTF) Galanggang Batujajar di Pt XYZ dengan Menggunakan Metode Crashing Herfirsta, Dhiyo Ardhyan; Pratami, Devi; Widyasthana, Sandhy
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract-Dewasa ini proyek kontruksi di Indonesia semakin berkembang pesat. Namun dalam berjalannya proyek kontruksi, sering terjadi beberapa kendala yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian proyek yang menyebabkan pengeluaran biaya yang lebih besar. Salah satu kendala yang menyebabkan keterlambatan proyek adalah perkiraan durasi dan biaya buruk, serta perencanaan dan koordinasi sumber daya yang kurang maksimal. PT ABC adalah penyedia layanan dan jaringan telekomunikasi yang menyediakan berbagai fasilitas komunikasi bersama dengan anak perusahaannya yaitu PT XYZ dalam menjalankan proyek penyebaran layanan jaringan fiber optic atau FTTH (Fiber To The Home). Namun proyek mengalami keterlambatan proyek dari durasi normal dan pengeluaran biaya menjadi lebih besar. Berdasarkan masalah yang ada maka perlu dilakukan perancangan ulang baseline penjadwalan dengan metode crashing. Metode crashing merupakan metode yang digunakan untuk mempercepat durasi proyek dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur) dan alternatif penambahan pekerja. Hasil dari perancangan ulang baseline penjadwalan pada alternatif penambahan jam kerja yaitu terjadi percepatan durasi proyek selama 4 hari dimana durasi normal selama 64 hari menjadi 60 dan pengurangan total biaya proyek menjadi Rp448.234.470 dari Rp448.058.888. Sedangkan pada alternatif penambahan tenaga kerja menghasilkan percepatan selama 7 hari dimana durasi normal selama 64 hari menjadi 57 hari dari serta pengurangan total biaya proyek menjadi Rp448.058.888 dari Rp446.020.032.Kata kunci -crashing, critical path method, durasi, biaya, penjadwalan proyek.