Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Multikultural Sebagai Sarana Membangun Integritas Bangsa Ramot Peter; Masda Surti Simatupang
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4502

Abstract

Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, Bahasa dan budaya. Keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ada banyak konflik yang terjadi sebagai dampak dari perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sehingga mengganggu ketahanan bangsa. Konflik di tengah keberagaman tidak boleh dibiarkan sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan metode kajian studi pustaka membahas fenomena yang terjadi berdasarkan kajian-kajian ilmiah yang telah ada dengan cara membaca, mencatat, dan mengolah bahan-bahan penelitian yang telah dipublikasi sebelumnya baik berupa buku, artikel jurnal, maupun teks lainnya. Adapun tujuan penulisan artikel ini untuk menjelaskan konsep pendidikan multikultural di tengah keberagaman masyarakat Indonesia serta proses pelaksanaan pembelajaran. Pendidikan multikultural merupakan satu metode pembelajaran yang bertujuan untuk menyatukan bangsa secara demokratis, dengan menekankan pada perspektif pluralitas masyarakat di berbagai bangsa, etnik, kelompok budaya yang berbeda. Proses pembelajaran pendidikan multikultural mengembangkan dan merencanakan suatu proses pembelajaran yang berafiliasi pada pendidikan berbasis multikultural dengan memasukkan materi pembelajaran yang relevan dengan unsur-unsur terkait. Guru sebagai garda depan dalam proses belajar mangajar mempunyai peran strategis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan pembelajaran yang berafiliasi Pendidikan berdasarkan multicultural dengan memberikan materi pelajaran yang berkaitan dengan Pendidikan multicultural. Tujuannya yaitu untuk membiasakan siswa didik menghargai perbedaan, berpikir kreatif dan bekerja sama dengan siswa-siswa lainnya dalam satu tim.
AN ANALYSIS OF CODE-MIXING IN SPEAKING FOUR CLASS OF FACULTY OF LETTERS IN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA : A CASE STUDY Gitta Vania Naulibasa; Masda Surti Simatupang
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 6 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v6i1.4750

Abstract

This research is about code mixing. Code-mixing is the alternation between varieties or codes within words, clauses, or phrases. The use of code-mixing usually happens in people who speak more than one language or also called bilingual or multilingual people. The writer did this research in order to find out the code-mixing cases based on code-mixing theory in the study of sociolinguistics. She took a descriptive method that used two ways of collecting the data, firstly tape-recording and then questionnaires. The respondents of this research are Speaking Four students batch 2013 in Faculty of Letters in Universitas Kristen Indonesia. The reasons why they commit code-mixing, the type of codes that they mixed, and the proportion of female to male students committing code-mixing are the results of this study. There are 73 data which consist of codes that were mixed by the students: parts of speech (49), phrases (7), and question forms (17). The most common user of code-mixing is the noun (part of speech) and WH-question (question form).