Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Keberagaman Bahasa dan Budaya Sebagai Kekayaan Bangsa Indonesia Ramot Peter; Masda Surti Simatupang
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 1 (2022): JUNI
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i1.4028

Abstract

Keberagaman bahasa dan budaya di Indonesia merupakan anugerah besar dari Tuhan bagi Indonesia. Dalam kehidupan bermasyarakat, pertemuan antar bahasa dan budaya tidak dapat terelakkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan cenderung menimbulkan konflik sosial baik vertikal maupun horizontal. Untuk mengatasi konflik sebagai dampak keberagaman tersebut, pemerintah mencanangkan program dan gerakan pendidikan karakter. Program dan gerakan tersebut belum maksimal memberikan dampak sehingga dunia pendidikan perlu dilibatkan mulai dari Pendidikan dasar, menengah, hingga Pendidikan tinggi. Untuk mendukung program dan gerakan pendidikan karakter dalam pendidikan tinggi, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang diatur dalam nomor: 43/dikti/kep/2006 tentang rambu-rambu pelaksanaan kelompok matakuliah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi dan undang-undang No. 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi. Dalam kebijakan-kebijakan tersebut, bahasa Indonesia termasuk dalam kelompok matakuliah pengembangan kepribadian sebagai penguatan karakter semangat kebangsaan melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Diharapkan dengan dicanangkannya kebijakan-kebijakan tersebut dapat menyemarakkan program dan gerakan pendidikan karakter untuk membangun kesadaran masyarakat Indonesia dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar diharapkan dapat membangun karakter masyarakat Indonesia agar semakin mencintai bahasa Indonesia sebagai alat pemersatu bangsa di tengah keberagaman bahasa dan budaya daerah. Menguatnya karakter kebangsaan dalam berbahasa Indonesia diharapkan dapat meningkatkan ketahanan nasional dalam menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri.
Pendidikan Multikultural Sebagai Sarana Membangun Integritas Bangsa Ramot Peter; Masda Surti Simatupang
DIALEKTIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA DAN BUDAYA Vol. 9 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Prodi Sastra Inggris UKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/dia.v9i2.4502

Abstract

Indonesia dikenal oleh masyarakat dunia sebagai negara yang kaya akan keberagaman suku, agama, Bahasa dan budaya. Keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ada banyak konflik yang terjadi sebagai dampak dari perbedaan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) sehingga mengganggu ketahanan bangsa. Konflik di tengah keberagaman tidak boleh dibiarkan sehingga perlu dilakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Pembahasan dalam artikel ini menggunakan metode kajian studi pustaka membahas fenomena yang terjadi berdasarkan kajian-kajian ilmiah yang telah ada dengan cara membaca, mencatat, dan mengolah bahan-bahan penelitian yang telah dipublikasi sebelumnya baik berupa buku, artikel jurnal, maupun teks lainnya. Adapun tujuan penulisan artikel ini untuk menjelaskan konsep pendidikan multikultural di tengah keberagaman masyarakat Indonesia serta proses pelaksanaan pembelajaran. Pendidikan multikultural merupakan satu metode pembelajaran yang bertujuan untuk menyatukan bangsa secara demokratis, dengan menekankan pada perspektif pluralitas masyarakat di berbagai bangsa, etnik, kelompok budaya yang berbeda. Proses pembelajaran pendidikan multikultural mengembangkan dan merencanakan suatu proses pembelajaran yang berafiliasi pada pendidikan berbasis multikultural dengan memasukkan materi pembelajaran yang relevan dengan unsur-unsur terkait. Guru sebagai garda depan dalam proses belajar mangajar mempunyai peran strategis dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengembangkan pembelajaran yang berafiliasi Pendidikan berdasarkan multicultural dengan memberikan materi pelajaran yang berkaitan dengan Pendidikan multicultural. Tujuannya yaitu untuk membiasakan siswa didik menghargai perbedaan, berpikir kreatif dan bekerja sama dengan siswa-siswa lainnya dalam satu tim.
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBANGUN WAWASAN KEBANGSAAN MENGHADAPI ISU INTOLERANSI DAN RADIKALISME Ramot Peter
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 1 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.082 KB) | DOI: 10.46408/vxd.v1i2.13

Abstract

The issues of intolerance and radicalism have penetrated the dimensions of education in Indonesia. The bad behavior of students that leads to intolerance and radicalism has disturbed the life of the nation. The government is addressing these problems by launching a character education program and a mental revolution movement. These programs and movements have not had a maximum impact so they need to involve the world of education. This research needs to be done to identify students' understanding of the importance of PAK learning in the context of building a national character; find students' understanding in addressing the dangers of radicalism and intolerance; and, providing alternative solutions to form a nationalistic character in preventing intolerance and radicalism. The method used in this research is a qualitative method with a descriptive-analytical approach using various data obtained through interviews and questionnaires as primary and secondary data through books, journals, magazines, newspapers and other relevant sources. After an unstructured interview, counseling was carried out for enrichment and further distribution of questionnaires to students. The research was conducted at the Asih Lestari Jakarta Orphanage on the residents of the orphanage called students of various levels and ages. The results of the questionnaire data collection show that: first, students understand with confidence that PAK learning is very supportive of building national-minded character; second, students are able to express attitudes towards the dangers of intolerance and radicalism; third, the formation of a national-minded character as an effort to support the mental revolution movement and alternative solutions to prevent intolerance and radicalism. Thus, all Christian Education is expected to be able to develop PAK learning as a means of building nationalistic character so that students have a nationalistic attitude to prevent the dangers of intolerance and radicalism.