S. Samsuddin
Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Widyaparwa

HEGEMONI DALAM PUISI “BUTON 1969” KARYA IRIANTO IBRAHIM Samsuddin Samsuddin
Widyaparwa Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.661 KB) | DOI: 10.26499/wdprw.v50i2.454

Abstract

This study aims to describe the hegemony of power contained in the “Buton 1969” poem. Through this poem, we can get a description of the power that has ever occurred through the diction that the poet extracts. In this paper, the theory of hegemony is used with a qualitative descriptive methods to examine the actions of the authorities and the consequences of actions for the people that occurred in Buton. To describe the hegemony of power, it is done by means of diction which is described by denotation and connotation. The results of the research show that the “Buton 1969” poem is related to the ideology that was breathed in the authorities through the issue that Buton was the basis of the PKI. Through this issue, the apparatus of power made arrests of the Butonnese officers and people. Such acts of power tools leave deep and prolonged suffering and sorrow for the Butonese community.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hegemoni kekuasaan yang terdapat dalam puisi “Buton 1969”. Hegemoni dalam puisi tersebut penting dikaji secara ilmiah karena di dalamnya disiratkan tindakan penguasa terhadap masyarakat yang melahirkan derita yang berkepanjangan. Melalui puisi ini, dapat diperoleh gambaran jejak kekuasaan yang pernah terjadi melalui diksi yang disarikan penyair. Dalam tulisan ini digunakan teori hegemoni dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji tindakan penguasa dan akibat tindakan bagi masyarakat yang terjadi di Buton. Untuk mendeskripsikan hegemoni kekuasaan dilakukan melalui sarana diksi yang dideskripsikan secara denotasi dan konotasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Buton 1969” berkaitan dengan ideologi yang dihembuskan oleh penguasa melalui isu bahwa Buton sebagai basis PKI. Melalui isu itu, peranti kekuasaan melakukan penangkapan terhadap aparat dan masyarakat Buton. Tindakan peranti kekuasaan yang demikian meninggalkan penderitaan dan duka yang mendalam dan berkepanjangan pada masyarakat Buton.