Edison R.L. Tinambunan
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengampunan Martiologi Awali Edison R.L. Tinambunan
Seri Filsafat Teologi Vol. 26 No. 25 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bukan bermaksud untuk memberikan pembahasan kemartiran secara umum, karena telah ada tulisan sebelumnya mengenai hal tersebut,1 melainkan untuk membahas aspek pengampunan dari peristiwa yang selalu dialami oleh Kristiani tersebut. Apalagi tema Seminar Nasional tahun ini adalah pengampunan, kemartiran yang tidak bisa dipisahkan dari tema tersebut, menjadi perlu untuk dikembangkan dalam penelitian. Ruang lingkup penelitian adalah kemartiran Gereja purba, karena Ia mengalami perjalanan yang khusus pada periode tersebut yang melihat aspek kematian Yesus Kristus sebagai martir. Rangkaian peristiwa yang dialami Kristiani dalam kurun waktu kurang lebih tiga abad pertama, memberikan kekhasan tersendiri akan perjalanan hidup Gereja. Menjadi martir praktis dialami oleh seluruh Kristiani pada periode itu, terlebih-lebih beberapa orang yang dianggap sebagai panutan dalam peristiwa tersebut. Mereka ini memberikan nilai hidup Kristiani yang bermutu, baik itu dari segi teologis maupun praktis yang tampak dalam keseharian.
Kristiani Purba Indonesia (Pancur – Barus) Edison R.L. Tinambunan
Seri Filsafat Teologi Vol. 25 No. 24 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Empat Ratus Lima Puluh Tahun Gereja Katolik Indonesia (1534- 1984), inilah judul Buku Acara Perayaan yang dilaksanakan secara besar- besaran di Jakarta dari 8—12 Juli 1984 yang diakhiri dengan perayaan ekaristi di Stadion Senayan.1 Di setiap keuskupan di Indonesia merayakan peringatan yang sama dengan caranya masing-masing.2 Alasan yang diberikan oleh Majelis Agung Waligereja Indonesia (MAWI)3 adalah karena sejak tahun 1534, Gereja hadir secara tidak terputus di bumi Nusantara, yang diambil dari buku tulisan Mgr. B. Visser, MSC, dengan judul “Onder Portugeesche Vlag” yang menceritakan seorang saudagar Portugis bernama Gonsales Veloso yang menetap di Moro, Halmahera Utara. Dengan bantuan pemerintah Portugis, dia mem- permandikan raja Mamoya, kampung utama di pulau Moro. Bersamaan dengan raja, juga dipermandikan para pengikutnya.4
Kebahagiaan Menurut Stoicisme Edison R.L. Tinambunan
Seri Filsafat Teologi Vol. 24 No. 23 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Filsafat Stoa adalah salah satu aliran filsafat klasik yang memilikipengaruh besar dalam pemikiran abad-abad pertama, bukan hanya dikalangan Kristiani, melainkan juga dalam pemikiran pada umumnya di TimurTengah dan Eropa. Suatu aliran filsafat biasanya adalah identik dengan filsuf.Akan tetapi berbeda dengan filsafat Stoa, yang tidak membawa namafilsufnya, tetapi tempat. Karena tidak memiliki tempat di Atena, Zeno (333—263 sM) yang berasal dari Siprus datang ke Atena untuk belajar filsafat dankemudian melaksanakan pembelajaran di bawah pilar yang terlukis (dalambahasa Yunani: FJ@V B@46\80, Stoà poikíle) di salah satu sudut kotatersebut. Oleh sebab itu disebut dengan filsafat Stoa. Sampai dengan saatini, kita tidak memiliki teks tulisan Stoicisme, selain fragmen-fragmen daribanyak penulis baik itu Kristiani maupun para filsuf lainnya.1 Kelihatannyafilsafat Stoa tidak terlalu memikirkan tulisan, kecuali membuat orang menjadibijak melaui proses pembelajaran
Agustinus Dari Hippo Pencarian Kebenaran Edison R.L. Tinambunan
Seri Filsafat Teologi Vol. 24 No. 23 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dua refleksi bagian sebelumnnya (filosofis dan biblis) telah membahaspergulatan Pencarian Kebahagiaan. Pada bagian ini (penafsiran tradisi)menampilkan beberapa tokoh yang selama hidup mereka telah berjuanguntuk mendapatkan kebahagiaan dengan cara mereka masing-masing. Salahsatu pejuang itu adalah Agustinus dari Hippo.Alasan pemilihan tokoh ini, Agustinus adalah salah satu Bapa Gerejaterbesar: orang beriman yang sangat mendalam, intelijensi yang sangat tinggi,pelayan pastoral yang tidak kenal lelah, penerus tradisi Kristiani yangmeninggalkan banyak tulisan bermutu yang menjadi literatur bernilai tinggi.Semua kualitas ini terpenuhi karena usahanya untuk mencari, menemukandan hidup akan kebenaran yang ditranformasikan dalam perjalanan hidupnya.Untuk itu Paus Paulus VI (1963-1978) mengekspresikan sumbanganpemikiran Agustinus dengan mengatakan bahwa semua pemikiran Kristianipurba terangkum dalam tulisan-tulisan Agustinus yang darinya lahir pemikiranbenar untuk menghasilkan ajaran-ajaran pada abad-abadsesudahnya.1 Tulisan ini akan memberikan pergulatannya untuk menemukandan hidup dari kebenaran itu yang banyak diambil dari tulisannya sendiri,terlebih-lebih Cofessiones dan Retractationes. Kemudian sumberperjalanan hidup Agustinus secara kronologis juga diambil dari tulisanmuridnya, Possidius
Menuai dari Pandemi: Penyalahgunaan Protokol Covid-19 Edison R.L. Tinambunan
Seri Filsafat Teologi Vol. 31 No. 30 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v31i30.154

Abstract

The problem that is currently being faced by the world, including Indonesia, is the Covid-19 pandemic. The pandemic, that has hit the world since the end of 2019, has not shown any signs of ending soon. Covid-19 has claimed many victims and caused enormous losses. In Indonesia, the losses are countless. Suffering, both physical and financial, has become a serious common concern. However, in the midst of such a situation, there are still people who use this pandemic as a business field to illegally reap as much profit as possible. The author conducted a literature research on the misuse of the Covid-19 protocol, by taking data from various available media sources, and then formulated a synthesis. The conclusion that can be drawn from this synthesis is that the effectiveness of the law that underlies the implementation of the Covid-19 mitigation protocol has not been running optimally. There are still people who misuse the protocol as an opportunity to enrich themselves amidst people’s suffering.
Persaudaraan Dan Persahabatan Sosial Ensiklik Paus Fransiskus: Kontribusi Dialog Antar Agama Indonesia Edison R.L. Tinambunan
Studia Philosophica et Theologica Vol 22 No 2 (2022)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v22i2.462

Abstract

There have been many inter religion dialogues and researches made recently. Every research has its own specialty to support the dialogue. Pope Francis’ encyclical (All Brothers) – which discusses the issues of fraternity and social friendship - meets the inter-religion dialogue in Indonesia. This article tries to review the encyclical in its term to contribute to the dialogue. The research uses qualitative methods with an interpretation approach and synthetic study of the encyclical to convey that it has a great contribution to the inter-religion dialogue. The emphasis of the inter-religion dialogue in this encyclical begins with human nature that starts from and goes to humanity. This implies that human being involves fraternity and friendship. A dialogue should start from the same foundation of humanity and go to the unlimited fraternity and friendship which sees the religion differences, not as an obstacle but rather as a process of mutual understanding.
Gereja Belanda: Dari Pemberi Misionaris Menjadi Tanah Misi Indonesia Edison R.L. Tinambunan
Seri Filsafat Teologi Vol. 32 No. 31 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v32i31.174

Abstract

Yubileum tiga ratus tahun Propaganda Fide abad kedua puluh adalah masa keemasan Gereja Belanda dan salah satu buahnya adalah pembukaan tanah misi oleh berbagai tarekat lokal dan tarekat yang berkarya di negeri tersebut. Destinasi misi paling utama adalah Indonesia. Yubileum empat ratus tahun Propaganda Fide, Gereja Belanda menjadi salah satu perhatian oleh tarekat yang bermisi ke Indonesia yang berasal dari negeri tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk meneliti alasan, peluang dan tantangan misi ke Belanda. Untuk tujuan tersebut, pengumpulan informasi dari para misionaris menjadi prioritas utama dan didukung oleh informasi dari Jeneralat yang memindahkan pusat tarekat dari Belanda ke Indonesia. Simpulan yang diperoleh adalah misi ke Belanda membutuhkan pemahaman konteks Gereja yang benar agar bisa menghasilkan buah yang diharapkan yang bukan sekedar melanjutkan keberlangsungan tarekat dan mengisi kekosongan komunitas.
Politics and Religion: Dichotomy and Correlation in the Context of Indonesian Democracy Edison R.L. Tinambunan
Seri Filsafat Teologi Vol. 33 No. 32 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v33i32.193

Abstract

This paper on politics and religion will show the differences in principle and the relationship between the two. Based on their origin, politics and religion are dichotomous, even though they are both located in the country of Indonesia. For this reason, the exploration of politics derived from philosophy is necessary, and the thoughts of ancient Greek philosophers are the users who are the initial place where politics and religion are implemented together. Meanwhile, the correlation will be shown in justice, honesty, and humility between politics and religion. The trend in Indonesia is the intention to unite politics and religion, which is often considered a democratic system, even though the two are different in both origin and purpose, although they can meet in policy. For this kind of research, the use of philosophical texts of ancient Greek philosophy is imperative and the applicable methodology is qualitative with an interpretive approach that is reflexive following the Indonesian democratic context. This research aims not to mix politics and religion, because the origin and purpose are different, and the domain and system are different, although they can meet in the attitude of wisdom in politics
Ikonografia-Ikonologia: Ungkapan Keindahan Iman Kristiani Edison R.L. Tinambunan
Seri Filsafat Teologi Vol. 23 No. 22 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v23i22.217

Abstract

-