Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ELASTISITAS PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA PALU TAHUN 2019-2020 Andi Herman Jaya; Farida Millias Tuty; Novita Sari
Jurnal Education and Development Vol 9 No 4 (2021): Vol.9 No.4 2021
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.922 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Elastisitas penyerapan tenaga kerja Di Kota Palu Tahun 2019-2020. Alat analisis yang digunakan adalah metode perhitungan elastisitas. Hasil perhitungan elastisitas diperoleh bahwa elastisitas penyerapan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi Di Kota Palu palu pada tahun 2019-2020 masih termasuk kategori inelastis karena pertumbuhan jumlah pencari kerja sangat cepat sementara pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan. Hal ini disebabkan karena belum stabilnya roda-roda perekonomian Di Kota Palu setelah diterpa bencana alam tahun 2018 dan juga sebagai daerah yang terkena dampak Pandemi Covid-19.
Analisis Ketimpangan Wilayah Pulau Sulawesi Farida Millias Tuty; Novita Sari; Andi Herman Jaya
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.157 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11075

Abstract

Ketimpangan antar kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah bisa saja terjadi karena perbedaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan serta tingkat teknologi yang dimilikinya. Hal lain yang juga menyebabkan terjadinya ketimpangan regional adalah terjadinya pemekaran beberapa kabupaten yang diakibatkan oleh perasaan tidak puas terhadap pemerintah. Hal ini disebabkan karena hanya terkonsentrasinya pembangunan di suatu wilayah tertentu. Indeks Wiliamson digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian pertama yakni perhitungan tingkat ketimpangan wilayah menggunakan PDRB per kapita sebagai komponen yang diteliti. Klaseen Typology digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian kedua yaitu untuk mengetahui pola pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan Hasil perhitungan Indeks Williamson diketahui bahwa tingkat ketimpangan di Pulau Sulawesi Tengah masih termasuk kategori tinggi. Berdasarakan hasil Tipologi Klassen diketahui bahwa provinsi yang masih termasuk kategori daerah tertinggal adalah Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara.
Peran Bumdes Dalam Menggerakan Ekonomi Desa (Studi Kasus BUMDes Desa Maholo) Aldenan Kristanto Taburi; Novita Sari; Edhi Taqwa; Santi Yunus; Meity Ferdiana Paskual
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 4: Mei 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i4.3615

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam menggerakan perekonomian desa. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengelolaan BUMDes Desa Maholo dan peran BUMDes dalam meningkatkan pendapatan Desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini yaitu pengurus BUMDes dan perangkat desa Maholo. Pendekatan ini menghasilkan data deskriptif berupa ucapan, tulisan, dan perilaku orang-orang yang diamati sehingga dapat menghasilkan kesimpulan berupa pengelolaan BUMDes Maholo belum dapat dicapai secara optimal yang disebabkan oleh ketidakmampuan pengelolaan dari pihak pengurus dalam mencapai nilai efisiensi, efektivitas, ekonomi, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat desa yang ditandai dengan belum dirasakannya manfaat oleh masyarakat, serta lemahnya peran masyarakat dalam pengelolaan BUMDes. Hal ini yang membuat pengeloloaan BUMDes di Desa Maholo dapat dikatakan kurang berperan dalam meningkatkan ekonomi Desa. BUMDes Maholo juga diharapkan melakukan inovasi dalam unit usaha sesuai dengan pekerjaan utama mayoritas penduduk desa Maholo yakni di bidang pertanian.
THE ROLE OF SHARIA FINANCING ON SECTORAL GDP IN CENTRAL SULAWESI: MACROECONOMIC ANALYSIS WITH THE VAR/VECM APPROACH Rita Yunus; Farida Millias Tuty; Ahmad Syatir; Novita Sari; Muhammad Akbar
JURNAL PROFIT Vol 9, No 2 (2025): Economic And Financial Institutions
Publisher : Nurul Jadid University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/profit.v9i2.13078

Abstract

Islamic financing in Indonesia is experiencing rapid growth and has the potential to become a key instrument in encouraging regional economic growth based on inclusive and sustainable principles. However, its effect on sectoral performance at the provincial level has not been studied empirically using a dynamic approach. This study aims to analyze the role of sharia financing and gross fixed capital formation (PMTB) on sectoral Gross Regional Domestic Product (GDP) in Central Sulawesi, covering the primary, secondary, and tertiary sectors. The analysis was conducted using quarterly data for the period 2022–2024 with the Vector Error Correction Model (VECM) approach for sectors showing long-term relationships and Vector Autoregression (VAR) for sectors without cointegration. Tests of stationarity, optimal lag, and Johansen cointegration were used to ensure the validity of the model. The results show that there is a difference in influence between sectors. In the primary sector, PMTB has a negative effect in the long term but positively in the short term. In the secondary sector, PMTB has a significant positive effect on both time horizons. In the tertiary sector, sharia financing has a significant positive effect in the short term without long-term relationships. This research offers novelty as the first post-pandemic sectoral study with a province-level dynamic model, which affirms the strategic role of Islamic finance in regional economic transformation. The implications of the research results show the need for sharia financing policies that are adjusted to sectoral characteristics to encourage inclusive, productive, and harmonized regional economic growth in line with Islamic economic principles.