Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

STRATEGI KERJASAMA PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT GUNA MENGHADAPI ANCAMAN KONFLIK LAUT CINA SELATAN DALAM RANGKA MENJAGA HAK BERDAULAT NKRI Bambang Wasito; Surya Wiranto; Gentio Harsono
Jurnal Education and Development Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2. 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.583 KB) | DOI: 10.37081/ed.v10i2.3576

Abstract

The South China Sea (SCS) conflict was concern caused by national boundary and had potential natural resources. United States rejected China's disputed claims to offshore resources in July 2020 with increasing its exercises and patrols about freedom of navigation. Indonesia as Indo-Pacific region also deploys a geopolitical strategy with America order to maintain the country's sovereignty so that necessary to know the factors and strategies of defense cooperation between them two about SCS conflict. This is qualitative research with descriptive and ex post facto methods. Research data obtained by interview, observation and literature study. Validity of data was tested by triangulation method and analyzed accorded Hubberman and Saldana (2014)’s theory such as SWOT, PESTLE and AHP. The results show that strength of internal factors that can increase or hinder cooperation was existence of resource cooperation management agency (1.9). The weakness of internal factors was ego sectoral (1.89) but can be covered by strengths based on the IFAS matrix. The external factor that influences was free and active politics with an EFAS Matrix score of 4. The AHP calculation shows that the SO (Strengths-Opportuniny) strategy was the first ranks(0.50) such as Implementation of human resource management by maximizing capabilities of state institutions accordance with political culture, maximize institutional supervision and control based international issues as well as intensive cooperation and assessment.
Identifikasi dan Stratifikasi Massa Air di Laut Sulawesi Fareza Andre Pahlevi Panjaitan; Sri Yulina Wulandari; Gentur Handoyo; Gentio Harsono
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.434 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.12255

Abstract

Tujuan dari penelitian identifikasi dan stratifikasi massa air di Laut Sulawesi ini adalah untuk mengidentifikasi tipe massa air dan mengetahui stratifikasi massa airnya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah data suhu dan salinitas hingga kedalaman 1500 m yang didapat dengan menggunakan alat Conductivity Temperature Depth (CTD). Data suhu dan salinitas digunakan untuk mendapatkan tipe massa air dari hasil diagram TS berdasarkan klasifikasi Wyrtki. Adapun untuk penentuan stratifikasi massa air menggunakan kriteria gradien suhu dengan kriteria untuk lapisan termoklin adalah ≥ 0.05°C/m. Data suhu dan salinitas divisualisasikan menggunakan software ODV 4.7.3. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa massa air di Laut Sulawesi lebih dipengaruhi oleh massa air dari Samudra Pasifik Utara. Tipe massa air yang ditemukan di laut Sulawesi adalah Western North Pasific Subtropical (WNPS), North Pasific Equatorial Water (NPEW), North Subtropical Lower Water (NSLW) dicirikan dengan salinitas maksimum, North Pacific Intermediate Water (NPIW) dicirikan dengan salinitas minimun, dan South Pacific Intermediate Water (SPIW). Strastifikasi massa air di Laut Sulawesi berdasarkan suhu menunjukkan adanya 3 lapisan massa air yang memiliki kedalaman berbeda – beda di tiap stasiun. Lapisan homogen atau tercampur berkisar pada kedalaman permukaan hingga 85 m, kemudian di bawahnya terdapat lapisan termoklin pada kisaran kedalaman 15 – 263 m, dan di bawah lapisan termoklin terdapat lapisan dalam pada kisaran kedalaman 177 - 1500 m.
PREDIKSI LOKASI IUU FISHING DENGAN CLUSTERING DAN TIME SERIES FORECASTING DI PERBATASAN INDONESIA–FILIPINA Niken Ayu Firdayanti; Trismadi; Gentio Harsono; Yunita Fatma Faidha
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 5 No 1 (2023): EDISI 15
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.156 KB) | DOI: 10.51401/jinteks.v5i1.2259

Abstract

Illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing still occurs a lot in Indonesia, especially in border areas. Indonesian waters have fishery resources, one of which is in the waters of the Indonesia-Philippines border area, located in the Sulawesi Sea and parts of the Pacific Ocean. Forecasting IUU fishing with past VIIRS satellite data to determine the level of illegal fishing in the next year K-Means Clustering and Time Series are the methods used. Forecasting ARIMA models with Python programming instruments The RMSE prediction results vary in each cluster with a relatively small error value. Predictions for the next 12 months show IUU fishing will occur every month with varying amounts in each cluster. IUU fishing will occur a lot in the K6 cluster in every season. Predictions can be used as a basis for planning scheduled surveillance patrols by taking into account the location and potential timing of IUU fishing.
Strategi Penanganan Konflik Melalui Operasi Pengamanan Daerah Rawan oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 411/Pandawa di Kabupaten Nduga Papua Pegunungan Tahun 2023-2024 Adhi Setiadi Nugroho; Ahmad G Dohamid; Gentio Harsono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8798

Abstract

Konflik bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, merupakan salah satu tantangan keamanan nasional yang kompleks karena melibatkan dimensi militer, sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Operasi pengamanan dilaksanakan oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 411/Pandawa menjadi bagian dari upaya negara dalam menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman kelompok bersenjata. Pendekatan keamanan yang berorientasi pada penggunaan kekuatan militer, belum mampu menciptakan perdamaian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penanganan konflik yang diterapkan oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 411/Pandawa di Kabupaten Nduga, mengidentifikasi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan terhadap masyarakat, serta menganalisis tantangan hambatan yang dihadapi operasi pengamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan Satgas Pamtas Mobile Yonif 411/Pandawa tidak hanya berupa pendekatan hard security (patroli, penyekatan, dan operasi pengamanan), namun dipadukan dengan pendekatan soft security (komunikasi sosial, kegiatan teritorial, pelayanan kesehatan, bantuan kemanusiaan kepada masyarakat). Strategi tersebut mampu menekan ancaman langsung dari kelompok bersenjata dan meningkatkan rasa aman masyarakat setempat. Namun, efektivitasnya masih menghadapi berbagai hambatan, diantraanya kondisi geografis yang sulit, keterbatasan logistik, dinamika sosial budaya masyarakat setempat, belum optimalnya sinergi lintas sektor dalam mendukung stabilitas jangka panjang. Oleh karena itu, diperlukan strategi penanganan konflik yang lebih komprehensif melalui integrasi pendekatan keamanan dan pembangunan guna mewujudkan stabilitas yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten Nduga, Papua.
Strategi Milobs TNI Menangani Konflik Komunal dan Interkomunal dalam Misi UNISFA Abyei Barlian Prabowo; Ahmad G Dohamid; Gentio Harsono
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 2 (2026): Desember 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i2.8958

Abstract

Konflik komunal dan interkomunal di Abyei, wilayah yang disengketakan antara Sudan dan Sudan Selatan, bersumber dari sengketa batas wilayah, identitas etnis, dan perebutan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan fungsi Military Observers (Milobs) TNI dalam misi United Nations Interim Security Force for Abyei (UNISFA), strategi dialog kepada masyarakat setempat, serta faktor penghambatnya selama 2023–2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan, dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan Milobs TNI telah menjalankan fungsi observasi, patroli, monitoring, verifikasi, dan pelaporan sesuai mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta membangun dialog melalui pelibatan tokoh adat, tokoh agama, dan pemimpin masyarakat guna mencegah eskalasi konflik, meskipun masih menghadapi kendala bahasa, kepercayaan, keamanan, budaya, dan keterbatasan waktu. Efektivitas strategi ditentukan oleh integrasi fungsi observasi, diplomasi militer, komunikasi lintas budaya, dan pelibatan tokoh lokal.