Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Multimedia Interaktif Tema Peristiwa Dalam Kehidupan Kelas V di SDN 1 Karanganyar Ahmad Arifin Zain; Widya Pratiwi
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 4, No 2 (2020): DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.091 KB) | DOI: 10.20961/jdc.v4i2.44714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengembangkan multimedia interaktif sebagai media pembelajaran Tematik kelas V Tema peristiwa dalam kehidupan sub tema 1 peristiwa kebangsaan masa penjajahan dan (2) Mengetahui kelayakan produk multimedia interaktif dari aspek materi, tampilan dan kemenarikan untuk pembelajaran. Dilaksanakan melalui beberapa tahapan, tahapan pertama adalah pendahuluan studi Pustaka dan studi lapangan, tahap kedua pengembangan meliputi perencanaan dan pengembangan produk awal. Tahap ketiga uji coba meliputi uji coba skala kecil dan uji coba besar. Hasil validasi oleh ahli media dan ahli materi menunjukan bahwa kelayakan multimedia pembelajaran pada aspek media sebesar 90 % (sangat baik) dan kelayakan pada aspek materi sebesar 87,5 % (sangat baik). Hasil uji coba lapangan menunjukan bahwa respon siswa terhadap kelayakan multimedia dengan rerata skor 89,2 % (sangat baik). Hasil tersebut menunjukan bahwa multimedia pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan untuk pembelajaran.
The Role of Teachers in Providing Religious Moderation Ahmad Arifin Zain
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v6i3.83265

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru agama dalam menanamkan moderasi beragama. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasilnya peran guru tidak hanya di sekolah namun juga pada Lembaga Pendidikan, keluarga, Masyarakat dan sekolah. Peran guru di sekolah diantaranya : menjadi figur ideal, dapat memotivasi murid untuk istiqomah dalam belajar, dan menyampaikan ilmu secara intgratif. Peran guru di Masyarakat yaitu menjadi tokoh panutan Masyarakat. Peran guru di keluarga yaitu : 1). Guru hadir sebagai orang tua yang sholih/sholihah, 2). Membangun tradisi yang baik, 3) dapat menjalin komunikasi yang efektif dengan anggota keluarga, 4). Menciptakan keluarga yang maslahah. 
Mengembangkan Pendidikan di Masyarakat Melalui Komunitas Ahmad Arifin Zain
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91506

Abstract

Pendidikan di masyarakat tidak hanya bergantung pada upaya-upaya yang dilakukan lembaga pendidikan, namun juga tergantung pada tingkat kesadaran masyarakat terhadap Pendidikan, banyak lembaga pendidikan yang tidak diminati oleh masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya disebabkan kurang efektifnya layanan pendidikan yang disediakan. Salah satu strategi menjalin hubungan baik yang efektif dengan Masyarakat adalah lewat program pemberdayaan terhadap Masyarakat. Tujuan aartikel ini ingin mengambarkan cara mengembangkan pendidikan di masyarakat dengan mengaktifkan kegiatan di masyarakat bersama komunitas-komunitas yang ada. Metode yang dipakai adalah kajian Pustaka baik dari penelitian yang sudah berupa artikel (jurnal), skripsi, buku dan lainnya. Hasilnya bahwa Sekolah sebagai Lembaga Pendidikan bisa menggerakan para tokoh Masyarakat untuk bekerjasama mensukseskan Pendidikan bukan hanya di sekolah namun juga di Masyarakat.  Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, semakin berkualitas juga masyarakat  pada daerah tersebut, sebaliknya semakin rendah tingkat partisipasi masyarakat terhadap pendidikan di suatu daerah, semakin mundur pula kualitas masyarakatnya.