Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembelajaran Pasca Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Johar Alimuddin; Widya Pratiwi
Jurnal Ilmiah KONTEKSTUAL Vol. 4 No. 01 (2022): Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/kontekstual.v4i01.722

Abstract

Pembelajaran tatap muka penuh di sekolah sudah banyak dilaksanakan, salah satu sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka yaitu SD Negeri Salebu 03. Pembelajaran tatap muka penuh telah dilaksanakan setelah libur lebaran Idul Fitri 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran setelah pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung dengan melihat proses pembelajaran yang dilakukan. Proses pembelajaran setelah pandemi yang dialami guru SD Negeri Salebu 03 yaitu Siswa kurang fokus saat pembelajaran, Sikap siswa yang kurang sopan, serta Pemanfaatan Whatssapp untuk berkomunikasi dengang orang tua siswa
Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan High Order Thinking Skill (HOTS) pada Pembelajaran Tema Persatuan dalam Perbedaan Widya Pratiwi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan danmengetahui keefektifan bahan ajar bermuatan HOTS pada pembelajaran tema persatuandalam  perbedaan  Kelas  VI  Sekolah  Dasar.  Pengembangan  bahan  ajar  bermuatan  HOTSdibutuhkan dikarenakan perkembangan zaman dan berbagai  perubahan yang terjadi  dimasyarakat. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan model 4D. Penelitianini melalui empat langkah yaitu define, desain, develop, dan deseminasi. Hasil menunjukkanbahwa bahan ajar yang dikembangkan masuk pada kategori layak, dari aspek kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikan secara keseluruhan memperoleh nilai  3,345 darinilai maksimal 4. Hasil untuk aktivitas secara umum juga menunjukkan nilai 80,52 sementarauntuk aktivitas yang terkait dengan HOTS menunjukkan nilai 84,42 kedua nilai tersebuttermasuk  pada  kategori  baik.  Hasil  keefefktifan  penggunaan  bahan  ajar  dalampembelajaran menunjukkan ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar peserta didiksebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar bermuatan HOTS. Hasil ini dibuktikan darinilai asymp sig. (2-tailed) yang kurang dari 0,05 yaitu 0,000.Kata Kunci: Bahan Ajar, HOTS, Persatuan dalam Perbedaan
Peningkatan Sertifikasi Pangan pada UMKM Sale Pisang Khas Majenang untuk Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk Widya Pratiwi; Johar Alimuddin; Ahmad Arifin Zain
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimaspolibatam.v8i1.11867

Abstract

Most producers of Sale Pisang (traditional dried banana) from Majenang have not yet obtained a Home Industry Food Production Certificate (PIRT), which is an essential requirement for improving product quality and legal compliance in the food sector. The Home Industry Food Production Certification Training aims to enhance the understanding of business owners regarding the importance of business legality, particularly the PIRT number, and to provide knowledge on production feasibility, product development, as well as strategies to increase production frequency and market reach. The activity was carried out through educational sessions and guidance in the PIRT application process. Evaluation results show an 87% increase in participants' understanding of the training materials. Additionally, business owners who previously did not have PIRT have begun completing the necessary requirements to obtain the certification. Thus, this training effectively increased the awareness and capability of UMKM actors in running safe, high-quality businesses that comply with existing standards
Pelatihan Pemasaran Digital UMKM: Memperluas Pasar Sale Pisang Khas Majenang Widya Pratiwi; Ahmad Arifin Zain; Nur Moniroh
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Batam
Publisher : Politeknik Negeri Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30871/abdimaspolibatam.v8i1.11905

Abstract

This training is designed to assist Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in enhancing their product marketing capacity through digital strategies. The main focus of the program is on Majenang’s local specialty product, sale pisang, which has a broad market potential but is still limited in its utilization of digital technology. The training covers topics from basic concepts to hands-on practice involving social media, online marketplaces, content optimization, and effective online promotion strategies. Mentoring is conducted using a direct coaching and field practice approach, where participants are guided to create promotional content, manage social media accounts and online stores, and implement digital marketing strategies according to their target markets. The results of the mentoring are presented through participant presentations, showcasing the digital strategies they have applied. Evaluations indicate that 90% of participants are able to manage social media accounts and online stores independently, 75% have successfully expanded their market reach beyond their local area, and 60% have experienced a sales increase of 20–50% after the mentoring. With this interactive and practice-based method, the training not only improves participants’ understanding of digital marketing but also strengthens the brand of Majenang’s sale pisang, thereby making a tangible contribution to MSME development and enhancing the competitiveness of local products in the digital era