Puspita Trie Utami
Pascasarjana Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ambivalensi Tokoh-Tokoh dalam Novel Pangeran dari Timur Karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi: Kajian Poskolonial Muharrsyam Dwi Anantama; Puspita Trie Utami; Aditya Setiawan
Kelasa Vol 15, No 1 (2020): Kelasa
Publisher : Kantor Bahasa Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/kelasa.v15i1.20

Abstract

This paper seeks to illuminate the ambivalence experienced by the characters in the novel Pangeran Dari Timur by Iksaka Banu and Kurnia Effendi with a postcolonial perspective. This novel is set in colonial history that tells the life journey of Raden Saleh and the events of colonialism in Indonesia to grasp independence. The postcolonial perspective used in this study functions to identify the ambivalence experienced by the characters in the novel Pangeran Dari Timur as a result of colonial discourse that is always in the dominant pole and the natives are in a subaltern position. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source of this research is the novel Pangeran Dari Timur by Iksaka Banu and Kurnia Effendi. The data taken in this study were then analyzed using an interactive analysis model. The results showed that ambivalence was experienced by Raden Saleh and Mother Ratna Juwita in the novel Pangeran Dari Timur. Even though both of them lived by imitating the Dutch, they were still considered Natives who were culturally far below the Dutch. AbstrakTulisan ini berupaya meneroka ambivalensi yang dialami tokoh-tokoh dalam novel Pangeran Dari Timur karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi dengan perspektif poskolonial. Novel ini berlatar sejarah kolonial yang menceritakan perjalanan hidup Raden Saleh dan peristiwa penjajahan di Indonesia hingga menggenggam kemerdekaan. Perspektif poskolonial yang digunakan dalam penelitian ini difungsikan untuk mengidentifikasi ambivalensi yang dialami tokoh-tokoh dalam novel Pangeran Dari Timur sebagai akibat wacana kolonial yang selalu berada dalam kutub dominan dan pribumi berada di posisi subaltern. Metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Pangeran Dari Timur karya Iksaka Banu dan Kurnia Effendi. Data yang telah diambil dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambivalensi dialami oleh tokoh Raden Saleh dan tokoh Ibunda Ratna Juwita dalam novel Pangeran Dari Timur. Meskipun keduanya hidup dengan meniru Belanda, mereka tetap dianggap kaum Pribumi yang secara kebudayaan berada jauh di bawah Belanda.