Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SUSTAINABLE ECOLOGICAL TOURISM REGIONAL OF DISASTER RESPONSE IN PACITAN, EAST JAVA Yosafat Winarto; Wiwik Setyaningsih; Sri Yuliani
ARSITEKTURA Vol 17, No 1 (2019): ARSITEKTURA : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.334 KB) | DOI: 10.20961/arst.v17i1.24476

Abstract

Pacitan Regency is an area that has a huge potential for tourism that is growing very rapidly. The beach has a beautiful natural landscape, as a natural geopark and gets wide publications through social media. The environment has the potential to threaten serious damage if the tourism area is not planned properly. Pacitan area is also an area with high risk of earthquake and tsunami natural disasters. Tourism development can adversely affect environmental and socio-cultural changes. Natural disasters can have a high risk of loss of life and material. This research aims to produce a sustainability development planning concept, able to prosper the local community and be responsive to natural disasters. The research method uses a advocacy-participatory paradigm and a Qualitative research strategies that combine grounded observation techniques and phenomenology. Research analysis uses SWOT to find problem solutions. This research produced a sustainable ecological development concept and disaster response planning in the Pacitan tourism area. The concept emphasizes the socio-cultural and economy development of local communities and the natural environment preservation. The concept can be used as a guide to regional planning models and partial planning in Pacitan tourism areas on the future
STRATEGI PENGEMBANGAN DESA SAMBIROTO MENUJU DESA WISATA BERKELANJUTAN Sri Yuliani; Yosafat Winarto; Ana Hardiana; Amin Sumadyo
Jurnal Arsitektur GRID Vol 4, No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurnal Arsitektur GRID

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52429/grid.v4i2.972

Abstract

Pengembangan desa wisata memerlukan pertimbangan multi aspek untuk mengoptimalisasikan potensi dan mengendalikan dampak pasca operasional kegiatan wisata. Optimalisasi potensi mencakup ekplorasi sumber daya alam maupun sumber daya manusia dengan orientasi pemberdayaan secara berkelanjutan. Untuk itu, penelitian mengarah pada penyusunan strategi pengelolaan sumber daya alam dan manusia dengan konsep arsitektur berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode case study, dengan penggalian data melalui teknik survei lapangan, melakukan wawancara dan penggalian informasi secara komunal dalam kegiatan focus group discussion. Lokasi penelitian di Desa Sambiroto Kecamatan Pracimantoro Kabupaten Wonogiri, sebagai sampel desa yang berpeluang untuk dikembangkan ke arah desa wisata. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa strategi pengembangan dapat dilakukan melalui tiga sektor, yaitu sosial dan budaya lokal, pengembangan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat serta konservasi alam dan lingkungan sekitar. 
Identifikasi gap dalam perencanaan klaster wisata berkelanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri Ofita Purwani; Tri Yuni Iswati; Bambang Triratma; Yosafat Winarto; Wiwik Setyaningsih
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.104221

Abstract

Artikel ini berfokus pada identifikasi gap dalam perumusan klaster wisata pada perencanaan wisata keberlanjutan di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh isu kurang optimalnya pemanfaatan potensi sumber daya alam dan manusia dalam usaha meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat, sementara pada saat yang sama, adanya status Global Geopark dari UNESCO yang diberikan pada Gunung Sewu memberikan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan untuk kemakmuran masyarakat setempat dalam bentuk pariwisata. Pembentukan klaster-klaster ini dilakukan dengan melihat potensi-potensi setempat yang ada, lalu digolongkan berdasarkan letak geografis dan tema yang bisa dipakai untuk wisata. Selain itu juga harus mempertimbangkan adanya infrastruktur dan jasa transportasi, produksi, dan keuangan yang ada. Untuk melakukan klasterisasi, kami melakukan inventarisasi dan identifikasi gap terhadap sektor-sektor yang ada di Pracimantoro. Hasil dari identifikasi ini menunjukkan bahwa masih terdapat gap pada sektor transportasi dan akomodasi, yang mana ini harus diperhitungkan dalam merencanakan klaster.