Yeni Mulyani Supriatin
Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TARAWANGSA DAN PENGEMBANGANNYA Yeni Mulyani Supriatin
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 1, No 2 (2012): Jurnal Jentera
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4158.67 KB) | DOI: 10.26499/jentera.v1i2.277

Abstract

Perubahan pandangan dari budaya agraris ke budaya industri dan budaya pascaindustri telah menyebabkan perubahan dalam tata kehidupan masyarakat. Bertolak dari pandangan itu, dapat dikatakan bahwa tradisi lisan Sunda, contoh kasus tradisi tarawangsa, dapat dikembangkan untuk membangun ekonomi kreatif. Tarawangsa adalah jenis kesenian rakyat yang lazim dipertunjukkan dalam upacara ritual yang berhubungan dengan magis religius untuk menghormati Dewi Sri. Kondisi tarawangsa pada saat ini terancam punah, selain akibat modernisasi dan ditinggalkan oleh maestronya berpulang ke rahmatullah, juga efek dari pewarisannya yang tidak sebagaimana mestinya. Tulisan ini membahas seni tarawangsa, dalam hal ini mengkreasi tarawangsa dalam dunia industri pariwisata dan pengembangannya dalam industri kreatif. Upaya lintas sektoral diharapkan dapat melestarikan dan merevitalisasi tradisi tarawangsa serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pendukungnya. Tulisan ini menerapkan metodologi kajian tradisi lisan dan berbagai pemahaman tentang kajian tradisi lisan dengan industri kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni tarawangsa memiliki kepentingan praktis kemasyarakatan dan kemanfaatan lintas sektoral, yakni mendukung pariwisata dan ekonomi kreatif.Kata kunci: tradisi lisan, tarawangsa, industri kreatif
TRADISI LISAN DAN IDENTITAS BANGSA: STUDI KASUS KAMPUNG ADAT SINARRESMI, SUKABUMI Yeni Mulyani Supriatin
Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research Vol 4, No 3 (2012): PATANJALA VOL. 4 NO. 3 SEPTEMBER 2012
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.981 KB) | DOI: 10.30959/patanjala.v4i3.155

Abstract

Abstrak    Tradisi lisan adalah warisan leluhur yang banyak menyimpan kearifan lokal, kebijakan, dan filosofi hidup yang terekspresikan dalam bentuk mantera, pepatah-petitih, pertunjukan, dan upacara adat. Tradsi lisan, yang terdapat di Nusantara, sekaligus juga menyimpan identitas bangsa karena pada tradisi lisan terletak akar budaya dan akar tradisi  sebagai subkultur atau kultur Indonesia. Beberapa isu penting yang menghadang Indonesia saat ini, yakni kemiskinan, ketimpangan sosial, identitas, dan nasionalisme. Salah satu upaya penguatan identitas dan ideologi nasionalisme adalah dengan jalan memberikan perhatian yang lebih pada pembangunan dan pengembangan budaya. Dalam kaitan itu, makalah ini mengangkat kasus kampung adat di Sinarresmi, Sukabumi, yang memperlihatkan bagaimana komunitas adat di kampung tersebut mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari sumber daya alam yang ada di kampung tersebut. Mereka mengelola alam tanpa merusak alam, secara ekonomi bisa menafkahi diri mereka dari alam di lingkungan tersebut dengan pranata sosial yang berjalan harmonis.Penelitian ini menerapkan teori yang berkaitan dengan tradisi lisan yang dikemukakan, antara lain oleh Walter J. Ong, Vansina,  dan Ikram, sedangkan metode yang digunakan adalah metode modern yang dipaparkan oleh Danandjaja. AbstractOral tradition is the heritage of the many stores local knowledge, wisdom, and philosophy of life is expressed in the form of incantations, proverbs-proverb, performances and ceremonies. Oral tradition , contained in the archipelago, as well as keep the identity of the nation because the oral tradition is cultural roots and the roots of the tradition as a subculture or culture of Indonesia. Some of the important issues facing Indonesia today, namely poverty, social inequality, identity, and nationalism. One of the efforts to strengthen the identity and ideology of nationalism is by giving more attention to the construction and development of culture. In that regard, this paper raised the case of indigenous villages in Sinarresmi, Sukabumi, which shows how the indigenous communities in the village is able to meet the daily living needs of the natural resources that exist in the village. They manage nature without destroying nature, can economically provide for themselves from the natural environment with a harmonious social order. This study applies the theory of oral traditions relating to the proposed, among others, by Walter J. Ong, Vansina, and Ikram, while the methods used are modern methods presented by Danandjaja.
TOPENG BETAWI MARGASARI KACRIT PUTRA: PEREVITALISASIAN DAN PEMERTAHANANNYA Yeni Mulyani Supriatin
Jurnal Bebasan Vol 8 No 1 (2021)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v8i1.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran tentang revitalisasi dan pertahanan Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra di tengah modernisasi dan arus globalitas. Masalah yang dibahas adalah bagaimana perevitalisasian dan pemertahanan Topeng Betawi Kacrit Putra. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan memperhatikan prinsip revitalisasi dan pemertahanan tradisi lisan. Metode pengumpulan data menerapkan tatacara pengumpulan data lapangan seperti pendokumentasian data dengan menggunakan alat bantu dokumentasi antara lain video, foto, dan alat perekam untuk menyimpan data dialog pertunjukan dan data wawancara dengan narasumber. Hasil penelitian menggambarkan bahwa Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra.berupaya merevitalisasi dan mempertahankan seni topengnya melalui beberapa cara, antara lain menghadirkan pakem topeng Betawi dan unsur seni lain serta mengkreasi kostum para pemain, dan musik pengiring. Simpulan penelitian ini adalah Topeng Betawi Margasari Kacrit Putra sebagai seni tradisi perlu menyesuaikan struktur pertunjukan dan materi topengnya dengan situasi zaman.