Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penataan Pasar Sebagai Upaya Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Pasar Tradisional Sindangkerta Kabupten Bandung Barat Santy Sriharyati; Milla Marlina
ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis (e-Journal) Vol 7 No 1 (2021): ATRABIS: Jurnal Administrasi Bisnis (e-Journal) - Juni 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis POLITEKNIK LP3I BANDUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/atrabis.v7i1.549

Abstract

Kurangnya koordinasi penataan dan pemberdayaan PKL di wilayah pasar tradisional dikarenakan belum adanya kebijakan pemerintah di daerah yang mengatur penataan dan pemberdayaan PKL, sehingga berdampak pada belum tertanamnya pola perilaku masyarakat yang baik, jumlah PKL dan semakin hari semakin banyak, lokasi keberadaan. Sehingga perlunya kajian Penataan Pasar sebagai Upaya Pemberdayaan Pedagang Kali Lima di Pasar Tradisional Sindangkerta Kabupaten Bandung Barat.Adapun metode pengumpulan data secara umum terbagi dua yaitu pengumpulan data primer (wawancara, observasi lapangan dan penyebaran kuesioner) dan data sekunder. Penataan pedagang di Pasar Tradisional Sindangkerta merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah kesemrawutan jumlah pedagang, khususnya PKL. Solusinya antara lain melalui penetapan kebijakan penataan PKL, penetapan lokasi dan atau kawasan tempat berusaha PKL, penataan PKL melalui kerja sama antar pemerintah daerah, pengembangan kemitraan dengan dunia usaha. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengoptimalkan lahan yang dipergunakan untuk kegiatan berdagang dan membatasi kawasan kegiatan pedagang, khususnya agar para pedagang dispilin dalam menempati tempat yang telah disediakan. Arah pengembangan dan transformasi fisik pasar dengan ketentuan SNI 8152 Tahun 2015 tentang Pasar Rakyat. Selain itu, perlunya koordinasi pemberdayaan PKL dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan atau bimbingan sosial, peningkatan kemampuan berusaha, pembinaan dan bimbingan teknis, fasilitasi akses permodalan, pemberian bantuan sarana dan prasarana.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PERBAIKAN RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RUTILAHU) BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR) DI KAWASAN WISATA KABUPATEN PANGANDARAN Yuyun Taufik; Santy Sriharyati
PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP Vol 2 (2020): PROSIDING SEMINAR NASIONAL LPPM UMP 2020
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.076 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kawasan Wisata Kabupaten Pangandaran. Penelitian ini memfokuskan tentang evaluasi pelaksanaan program perbaikan rutilahu di Kabupaten Pangandaran, dimana pada tahun 2019 Kabupaten Pangandaran memperoleh 820 unit rumah yang diperbaiki atau 820 KK yang merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Populasi penelitian ini, difokuskan kepada penerima bantuan, sampel yang terpilih sebanyak 100 sampel dan stakeholder yang terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan melakukan wawancara mendalam kepada tim pelaksana kegiatan. Pada tahap pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan Program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni sangat membantu, jelas sangat efektif untuk penuntasan rumah tidak layak huni, hal ini ditunjukan bahwa skor rata-rata dari evaluasi pelaksanaan perbaikan rumah tidak layak huni sebesar 3,84 yang berarti tinggi/setuju dan pemerintah daerahpun tidak lelah berhenti untuk mengusulkan program ini. Dari penelitian ini, bahwa pentingnya evaluasi pelaksanaan program perbaikan rutilahu di Kabupaten Pangandaran dan menjadi perhatian penting bagi stakeholder terkait dalam menangani permasalahan rumah tidak layak huni serta dapat memberikan rekomendasi terhadap perbaikan kedepannya.
STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM KEGIATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI SEKTOR PERMUKIMAN PASCA BENCANA BANJIR (Studi Deskriptif Masyarakat Korban Banjir Di Sepanjang DAS Cimanuk Kabupaten Garut) Santy Sriharyati; Meli Siagawati; Dewi Reniawaty
Jurnal Bisnis, Manajemen & Ekonomi Vol. 17 No. 2 (2019): Jurnal Bisnis Manajemen & Ekonomi
Publisher : Universitas Widyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.38 KB)

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan strategi komunikasi persuasif dalam pendampingan masyarakat korban bencana banjir Sungai Cimanuk Kabupaten Garut. Keberhasilan dari penelitian ini diharapkan berguna untuk mengetahui bagaimana komunikasi persuasif dalam pendampingan masyarakat banjir dan pihak stakeholder mengetahui bagaimana komunikasi persuasif yang efektif supaya masyarakat siap dipindahkan dari lokasi lama ke lokasi permukiman baru. Penelitian ini studi memfokuskan tentang strategi komunikasi persuasif pada pendampingan masyarakat korban bencana banjir Sungai Cimanuk Kabupaten Garut dengan lokasi penelitian di Masyarakat Korban Banjir Daerah Aliran Sungai Cimanuk Kabupaten Garut yang termasuk dalam Surat Keputusan Bupati Nomor 360/Kep.729.Disperkim/2017. Populasi penelitian ini, difokuskan kepada masyarakat korban bencana banjir di sepanjang Cimanuk.Metode yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara terstruktur menggunakan kuesioner. Pada tahap pengolahan data menggunakan SPSS.Hasil penelitian menunjukan bahwa peran tim pendamping mempunyai peran penting dalam strategi komunikasi persuasif.