This Author published in this journals
All Journal TARBIYATUNA
Ubaidillah Ubaidillah
Institut Agama Islam Negeri Jember, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Multikulturalisme dalam Pendidikan Agama Islam dan Implementasinya di SMA Negeri 3 Lumajang Ubaidillah Ubaidillah; Khilmiyatul Khumidat
Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2018): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/tarbiyatuna.v11i2.334

Abstract

Tulisan ini ingin melihat bagaimana implementasi nilai-nilai multikulturalisme dikembangkan terutama dalam pendidikan agama di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 di Lumajang. Seperti diketahui, di sekolah terdapat mata pelajaran pendidikan agama dan terdapat peserta didik yang memiliki perbedaan agama. Multikulturalisme merupakan realitas kehidupan masyarakat dan bangsa, meskipun tidak setiap subyek masyarakat atau bangsa ini mau mengakui dan menerimanya, namun semua meyakini bahwa multikulturalisme sebagai sebuah ideologi akan mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kultural dan kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dengan observasi, interview dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Bulan Maret dan April 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai multikultural yang ada di SMA Negeri 3 Lumajang mengacu pada nilai-nilai universal dalam masing-masing agama seperti kebersamaan, keadilan, kesetaraan dan kesamaan, sekalipun terdapat berbagai perbedaan agama, suku, dan budaya. Selain itu, implementasi nilai multikultural dalam pendidikan agama Islam dilakukan melalui kegiatan pembiasaan.Salah satu faktor pendukung implementasi multikultural di SMA Negeri 3 adalahadanya antusias peserta didik dan kesadaran peserta didik tentang pentingnya implementasi nilai multikulturalisme.