Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Shear Strength of Tack Coat on Flexible Pavement and Composite Pavement Tampanatu P. F. Sompie; Syanne Pangemanan
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 4 No. 2 (May 2018)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.183 KB) | DOI: 10.22146/jcef.31945

Abstract

Tack coat is a thin layer that spread on the surface of existing pavement or concrete pavement. The function of this layer is as an adhesive layer needed to give adhesive power between the existing pavement course and new pavement course or with the concrete pavement, therefore created one strong unity and would bond both, in order to withstand the sheer strength caused by the vehicle load on top of it. Strong adhesiveness of the tack coat course will add sheer strength between the interfaces of the pavement courses. Strong adhesiveness is gained from the asphalt mixed with solvent, therefore created the right viscosity level of the tack coat solution. This research was aimed to measure the sheer strength of tack coat by using modified direct shear asphalt samples. The research method used was by using gauge to measure the sheer strength of tack coat on asphalt sample which was the modified direct shear. While the samples were consisted of 2 types, the asphalt solvent sample as a model of flexible pavement course of AC-WC pavement type with optimum asphalt content of 6.1%, and concrete solvent sample as a model of rigid pavement. These samples were made in briquette form, made with Marshall Mould with 4 inches diameter. The tack coat solvent was made in three solvent variations, which was referring to the standard of the Directorate General of Highways. From this research, it could be concluded that the highest shear strength for flexible pavement was reached on the tack coal solvent mix composition of 30 pph and composite pavement of 15 pph. Tack coat spread rate of 0.25 l/m2 gave highest shear strength on flexible pavement and composition pavement of 0.35 l/m2. Balance was reached on flexible pavement on tack coat variation of 30 pph and 50 pph; while on composite pavement, balance was reached on tack coat solvent variation of 15 pph and 30 pph. This modified direct shear sample could be a method to measure shear strength of tack coat on flexible pavement and composite pavement.
Penerapan SMK3, Data Lalu Lintas Dan Data Tanah Pada Konstruksi Jalan di Ruas Jalan Raya Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Tampanatu P. F. Sompie; Mario Moningka; Sudenroy Mentang
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 3 No 3 (2021): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurnal Teknik Sipil Terapan (JTST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v3i3.302

Abstract

Pembangunan jalan merupakan kebutuhan yang sangat vital sebagai pendukung utama mobilitas orang dan barang serta aktivitas ekonomi. Dalam suatu pelaksanaan pekerjaan konstruksi, untuk menekan resiko kerugian maka pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) difokuskan kepada tiadanya kecelakaan kerja atau “zero accident”. Upaya untuk menihilkan kecelakaan kerja harus dilakukan dengan upaya- upaya pencegahan terjadinya kecelakaan itu sendiri yang dapat dilakukan melalui suatu proses identifikasi dan analisa akan terjadinya bahaya (hazard) dan ditindak lanjuti dengan tindakan pengendaliannya (control). Data lalu lintas dan data tanah sangat diperlukan pada perencanaan transportasi dan konstruksi jalan termasuk dalam perencanaan tebal perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya dan penanggulangan resikonya sebagai bagian dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan, mendapatkan data LHR, dan data daya dukung tanah di lokasi penelitian yang berada di ruas jalan raya Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data-data lapangan berupa metode pelaksanaan pekerjaan jalan, survei lalu lintas, dan data tanah menggunakan alat DCP (Dynamic Cone Penetrometer). Hasil yang diperoleh adalah bahaya yang dapat terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan jalan di lokasi studi telah diidentifikasi dan dibuat rencana aksi berupa penanggulangan resikonya, Volume lalu-lintas dari arah Tumpaan – Amurang lebih besar dibandingkan volume lalu-lintas dari arah Amurang – Tumpaan sebesar 4006 kendaraan. Dari grafik penentuan CBR desain 90% diperoleh nilai CBR tanah dasar adalah 7.68% dan nilai Daya Dukung Tanah (DDT) sebesar 5.51%.
Analisis Perbandingan Karakteristik antara AC-WC Asbuton dengan Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) Valdo Pinangkaan; Tampanatu P. F. Sompie; Sudarno Sudarno
Semesta Teknika Vol 25, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v25i1.13716

Abstract

Jalan beraspal meningkatkan mobilitas orang dan barang supaya lebih mudah, aman dan nyaman. Jenis aspal terdiri dari aspal alam dan aspal minyak, seiring perkembangan teknologi campuran aspal Asbuton dipadatkan pada temperatur ruang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan nilai karakteristik Asbuton yang dimodifikasi atau Asbuton pra-campur untuk bahan pengikat dicampuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dengan Cold Paving Hot-Mix Asbuton (CPHMA). Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan pengujian laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan persentase komposisi AC-WC Asbuton: batu pecah 13-19 = 9.0%, batu pecah 5-13 = 43.0%, abu batu = 47.0% dan filler = 1.0%.  Nilai Kadar Aspal Optimum untuk AC-WC Asbuton dengan variasi Kadar Aspal 5%, 5.5%, 6%, 6.5%, 7% adalah 6.35%. Berdasarkan perbandingan nilai yang diperoleh, AC-WC Asbuton memiliki kepadatan serta ketahanan dalam menerima beban kendaraan yang lebih baik dari CPHMA. CPHMA memiliki rongga dalam campuran dan rongga dalam agregat yang lebih banyak dibandingkan AC-WC Asbuton.
Pemantauan Lingkungan Terhadap Aktivitas Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan Tampanatu P. F. Sompie; Mario Moningka; Sudarno Sudarno; Sudenroy Mentang
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 3 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i3.465

Abstract

Upaya pelestarian lingkungan sudah merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi harus memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi tersebut tetap terjaga. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengamanatkan bahwa pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan harus menjamin keselamatan keteknikan konstruksi dan keselamatan lingkungan. Pemantauan mutu air pada badan air di sekitar lokasi aktivitas pekerjaan konstruksi jalan diperlukan untuk senantiasa mengetahui dampak dari aktivitas yang dilakukan. Parameter yang digunakan dalam pemantauan mutu air badan air yang berada di sekitar lokasi berupa parameter fisika dan kimia air yaitu: residu terlarut (TDS), residu tersuspensi (TSS), pH air, COD, dan DO. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang diamanatkan pada Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan dengan melakukan pemantauan lingkungan pada badan air yang berada di sekitar lokasi aktivitas pekerjaan untuk memperoleh data mutu air badan air yang akan diperbandingkan dengan baku mutu air mengacu pada PP No. 22 Tahun 2021 Baku Mutu Air Kelas II. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan studi lapangan dan pengumpulan data-data lapangan dari lokasi penelitian. Data-data yang diambil berupa data sampel air sebelum aktivitas pekerjaan dimulai, pada saat aktivitas pekerjaan berlangsung, dan sesudah aktivitas pekerjaan selesai. Sampel air akan dilakukan pengujian di laboratorium untuk mendapatkan data mutu air sehingga diperoleh tingkat mutu air yang diakibatkan oleh aktivitas pekerjaan di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium diperoleh hasil TDS berada dalam rentang 93 mg/L sampai 136 mg/L, nilai TSS antara 3 mg/L sampai 5mg/L, sedangkan pH berada pada nilai 6,25 sampai 7,51. Nilai COD sebesar 1,44 mg/L sampai 6 mg/L, dan nilai DO sebesar 7,1 mg/L sampai 8 mg/L.