Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KAJIAN PENGARUH AIR TERHADAP KEKUATAN GESER TACK COAT PADA PERKERASAN LENTUR Mentang, Sudenroy; Sompie, Bonny F.; Jansen, Freddy
JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING Vol 4, No 4 (2014): JURNAL ILMIAH MEDIA ENGINEERING
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas setting time pada variasi komposisi campuran tack coat akibat pengaruh air yang memberikan nilai kuat geser yang maksimum serta bagaimana hubungan antara setting time pengaruh air terhadap kuat geser tack coat pada masing-masing variasi campuran tack coat dan besaran sebaran yang memberikan kekuatan geser maksimum. Material yang digunakan adalah aspal dengan penetrasi 60/70 dan minyak tanah produksi Pertamina. Material campuran aspal AC- WC (Asphalt Cement - Wearing Course) diambil dari base camp PT. Multi Struktur di desa Kema kabupaten Minahasa Utara. Spesifikasi bahan campuran perkerasan lentur menggunakan Job Mix Design PT. Sinar Terang Lestari dengan kadar aspal optimum 6,0%. Pengujian dilakukan di laboratorium uji bahan Politeknik Negeri Manado. Benda uji perkerasan lentur dicetak dalam bentuk briket berukuran diameter 4 inci dengan jenis perkerasan AC - WC (Asphalt Cement - Wearing Course). Benda uji dibuat sebayak 480 buah dibagi dalam dua macam yaitu: benda uji melalui proses aging sebagai lapisan perkerasan lama, dibuat sebanyak 240 buah benda uji. Benda uji melalui proses overlay sebagai lapisan perkerasan baru, dibuat sebanyak 240 buah benda uji. Pengujian menggunakan alat uji geser langsung yang dimodifikasi pada penggerak geser manual menjadi penggerak geser electromotor. Pengujian yang dilakukan berupa pengukuran kuat geser tack coat yang didasarkan pada variasi setting time (15, 30, 45, 60, 75, 90, 105, 120, 135, 150 menit), variasi campuran tack coat (25, 30, 35, 45 pph) serta besaran takaran sebaran tack coat ( 0,25 ; 0,30 ; 0,35 ;  0,45 ltr/m²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai dengan batas waktu curing time tertentu, kekuatan geser yang dihasilkan oleh tack coat terhadap lapis beraspal akan meningkat sejalan dengan lamanya curing time, setelah itu kekuatan geser tack coat akan menurun. Pengaruh air hujan pada lapisan tack coat dari bahan pengencer medium curing cutback penetrasi 60/70 didapat setting time terjadi pada 135 menit dimana kekuatan geser yang terjadi akibat pengaruh air hujan masih lebih besar dari tahanan geser minimum (250kg) lapisan tack coat tanpa pengaruh air. Curing time  terhadap kekuatan geser tack coat terbesar terjadi pada variasi tack coat 30 pph dengan kekuatan geser sebesar 375,567kg. Besar sebaran takaran tack coat akibat pengaruh air hujan yang memberikan nilai kekuatan geser terbesar untuk perkerasan lentur dicapai pada variasi tack coat 30 pph pada takaran 0,35 ltr/m2 dengan berat 2,8 gram. Metode pengujian kekuatan geser tack coat dengan alat uji geser langsung pada penelitian ini dapat digunakan untuk pengukuran kekuatan geser tack coat pada perkerasan lentur. Kata kunci: setting time, tack coat, kekuatan geser, aspal AC-WC, bricket, proses aging, overlay, perkerasan curing time, electromotor
Penerapan SMK3, Data Lalu Lintas Dan Data Tanah Pada Konstruksi Jalan di Ruas Jalan Raya Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Tampanatu P. F. Sompie; Mario Moningka; Sudenroy Mentang
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 3 No 3 (2021): JTST, e-ISSN 2714-7843
Publisher : Jurnal Teknik Sipil Terapan (JTST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v3i3.302

Abstract

Pembangunan jalan merupakan kebutuhan yang sangat vital sebagai pendukung utama mobilitas orang dan barang serta aktivitas ekonomi. Dalam suatu pelaksanaan pekerjaan konstruksi, untuk menekan resiko kerugian maka pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) difokuskan kepada tiadanya kecelakaan kerja atau “zero accident”. Upaya untuk menihilkan kecelakaan kerja harus dilakukan dengan upaya- upaya pencegahan terjadinya kecelakaan itu sendiri yang dapat dilakukan melalui suatu proses identifikasi dan analisa akan terjadinya bahaya (hazard) dan ditindak lanjuti dengan tindakan pengendaliannya (control). Data lalu lintas dan data tanah sangat diperlukan pada perencanaan transportasi dan konstruksi jalan termasuk dalam perencanaan tebal perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bahaya dan penanggulangan resikonya sebagai bagian dari Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) untuk diterapkan dalam pelaksanaan pekerjaan, mendapatkan data LHR, dan data daya dukung tanah di lokasi penelitian yang berada di ruas jalan raya Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data-data lapangan berupa metode pelaksanaan pekerjaan jalan, survei lalu lintas, dan data tanah menggunakan alat DCP (Dynamic Cone Penetrometer). Hasil yang diperoleh adalah bahaya yang dapat terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan jalan di lokasi studi telah diidentifikasi dan dibuat rencana aksi berupa penanggulangan resikonya, Volume lalu-lintas dari arah Tumpaan – Amurang lebih besar dibandingkan volume lalu-lintas dari arah Amurang – Tumpaan sebesar 4006 kendaraan. Dari grafik penentuan CBR desain 90% diperoleh nilai CBR tanah dasar adalah 7.68% dan nilai Daya Dukung Tanah (DDT) sebesar 5.51%.
Pemantauan Lingkungan Terhadap Aktivitas Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Jalan Tampanatu P. F. Sompie; Mario Moningka; Sudarno Sudarno; Sudenroy Mentang
Jurnal Teknik Sipil Terapan Vol 4 No 3 (2022): E-ISSN: 2714-7843
Publisher : Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47600/jtst.v4i3.465

Abstract

Upaya pelestarian lingkungan sudah merupakan suatu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi harus memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi tersebut tetap terjaga. Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengamanatkan bahwa pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan harus menjamin keselamatan keteknikan konstruksi dan keselamatan lingkungan. Pemantauan mutu air pada badan air di sekitar lokasi aktivitas pekerjaan konstruksi jalan diperlukan untuk senantiasa mengetahui dampak dari aktivitas yang dilakukan. Parameter yang digunakan dalam pemantauan mutu air badan air yang berada di sekitar lokasi berupa parameter fisika dan kimia air yaitu: residu terlarut (TDS), residu tersuspensi (TSS), pH air, COD, dan DO. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang diamanatkan pada Permen PUPR No. 10 Tahun 2021 pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan dengan melakukan pemantauan lingkungan pada badan air yang berada di sekitar lokasi aktivitas pekerjaan untuk memperoleh data mutu air badan air yang akan diperbandingkan dengan baku mutu air mengacu pada PP No. 22 Tahun 2021 Baku Mutu Air Kelas II. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan studi lapangan dan pengumpulan data-data lapangan dari lokasi penelitian. Data-data yang diambil berupa data sampel air sebelum aktivitas pekerjaan dimulai, pada saat aktivitas pekerjaan berlangsung, dan sesudah aktivitas pekerjaan selesai. Sampel air akan dilakukan pengujian di laboratorium untuk mendapatkan data mutu air sehingga diperoleh tingkat mutu air yang diakibatkan oleh aktivitas pekerjaan di lokasi tersebut. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium diperoleh hasil TDS berada dalam rentang 93 mg/L sampai 136 mg/L, nilai TSS antara 3 mg/L sampai 5mg/L, sedangkan pH berada pada nilai 6,25 sampai 7,51. Nilai COD sebesar 1,44 mg/L sampai 6 mg/L, dan nilai DO sebesar 7,1 mg/L sampai 8 mg/L.
Analisis Pengendalian Biaya Dan Waktu Pada Proyek Pembangunan Manado Outer Ring Road III Tahap 1 Delfini Maria Mona; Sudenroy Mentang; Novriana Amelia Pangemanan
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 1 No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manad
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.138 KB)

Abstract

In a construction project, there are often delays in the completion of project activities that exceed the predetermined time, therefore, good cost and time control is expected to assist the implementation of the project as planned. There are several methods that can be used for cost and time management, one of which and the subject of discussion is the Earned Value Analysis method. Result Value Analysis is used with the aim of being able to forecast (forecasting) the extent to which the project implemented is in accordance with the work plan. The earned value concept, which integrates time and cost aspects, allows construction contractors to use it as an appraisal material to estimate costs and turnaround times, as it allows them to verify the performance the project has received over time. The Manado Outer Ring Road III Phase 1 construction project is a construction scheduled to be completed within 43 weeks with a contract value of Rp. 47,621,085.000,00. From the research results, the estimated total cost of the work until the end of the project is Rp. 42,286.724,876.09 with a cost index > 1, indicating that the project realization costs were smaller than the budgeted ones. It can be concluded that the Manado Outer Ring Road III Phase 1 project experienced a delay in implementation time but did not cause cost deviations. Keywords : Cost and Time, Earned Value Analysis, Labor Productivity
Pemanfaatan Serat Sabut Kelapa Sebagai Campuran Beton Untuk Paving Block Sudarno, Sudarno; Slat, Ventje B; Mentang, Sudenroy; Moningka, Mario
Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Vol 2 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manad
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving block adalah salah satu bahan untuk perkerasan suatu area. Paving block biasanya digunakan pada halaman, trotoar, tempat parkir, dan jalan kampung. Secara umum komposisi paving block memiliki kesamaan dengan beton normal namun tidak menggunakan agregat kasar, karakteristiknya juga sama, memiliki kuat tekan tinggi namun lemah pada kuat tarik. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk meningkatkan kuat tarik pada paving block. Salah satunya dengan memberikan bahan tambah berupa serat sabut kelapa. Sabut kelapa adalah kulit dari buah kelapa yang memiliki banyak serat yang kuat. Pada penelitian ini pengujian mengacu pada SNI-03-0691-1996 (kuat tekan, kuat lentur, penyerapan air). Benda uji yang digunakan adalah paving block tipe holand dengan ukuran 20cm x 10cm x 6cm dengan kombinasi perbandingan volume semen : pasir : abu batu sebesar 1 : 2 : 1, sedangkan penambahan serat sabut kelapa sebesar 0,0%; 0,5%; 1,0%, 1,5%, 2% dan 2,5% dari berat semen. Jumlah sampel untuk setiap variasi adalah 12 buah dan akan dilakukan pengujian kuat tekan, kuat lentur, penyerapan air. Serat sabut kelapa yang digunakan berasal dari pabrik pengolahan serat sabut kelapa di Bitung, Sulawesi Utara. Penelitian ini akan memberikan informasi tentang kondisi karakteristik paving block dengan serat sabut kelapa. Jadi nantinya dapat menjadi acuan bagi masyarakat atau industri paving block agar mengetahui keunngulan paving block dengan menggunakan serat sabut kelapa dibandingkan dengan paving block tanpa serat sabut kelapa.
Bored Pile Foundation Analysis Using the Meyerhof Method Lonan, Pendekar Trio; Pinasang, Denny; Kabo, Don; Maluw, Fandel; Mantiri, Nixon; Tombokan, Franky; Mentang, Sudenroy
Jurnal Multidisiplin Madani Vol. 4 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/mudima.v4i7.10616

Abstract

The building structure can be said to be safe if supported by a strong foundation, so it is necessary to calculate the bearing capacity of the foundation using bored piles based on sondir data, calculate the load received by the pile cap, and calculate the amount of pile cap reinforcement. The method used is analytical and descriptive, while for the calculation of the foundation using the Meyerhoff method. The foundation analyzed is a bored pile foundation with a diameter of 0.4 m and a depth of 7 m. The results of the study, the type of native soil from Tomohon, North Sulawesi according to the USCS classification is soft clay with a bored pile bearing capacity of Qg = 177.45 tons. For the maximum axial force on the pile of 421.02 kN with a shear strength of 447.214 kN. The pile cap reinforcement obtained is reinforcement with a diameter of 19 mm with a distance between reinforcement of 200 mm and a used reinforcement area of ​​1134.11 mm2. The shrinkage reinforcement used is Ø12 with a distance between reinforcement of 160 mm. The substructure of a building should begin with a soil and location investigation to determine the characteristics of the soil on which a building will be built