Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PEMETAAN JARINGAN JALAN TERHADAP AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN JASA BERBASIS SIG DI KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA TIMUR Jihan, Jelita Citrawati; Widyastuti, A.A Sagung Alit
WAKTU Vol 14 No 2 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i2.137

Abstract

Penggunaan lahan untuk transportasi di daerah penelitian berupa jaringan jalan arteri primer. Berdasarkan kemampuan lahan diperlukan analisis tentang pemetaan jaringan jalan terhadap berbagai aktivitas manusia dalam memanfaatkan suatu lahan. Hasil penelitian ini memberikan informasi pembangunan jalan yang menghubung antar public service dalam satu kecamatan Sukolilo dalam mendukung pengembangan kawasan perdagangan dan jasa. Metode yang digunakan untuk pemetaan jaringan jalan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis dengan metode rubbersheet, menganalisis data Peta Rupa Bumi Indonesia serta pengamatan lapangan. Hasil dari penelitian ini didapatkan ruas jalan sebagai pelayanan aktivitas pergerakan halnya perdagangan dan jasa.
TINGKAT KEKUMUHAN DAN ANALISIS SPASIAL PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN (STUDI KASUS : SURABAYA TIMUR) Sagung Alit W., Anak Agung; Jihan, Jelita Citrawati
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1667

Abstract

Kota Surabaya yang dikenal sebagai kota yang berwawasan lingkungan ternyata masih memiliki 150 hektar kawasan permukiman yang masuk dalam kategori permukiman kumuh. Hal ini ditinjau dari kondisi sanitasi, ketersediaan drainase dan kondisi letak permukiman sekitarnya. Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi tingkat kekumuhan kawasan permukiman di Surabaya Timur serta menentukan arahan penanganannya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatf dengan analisis skoring untuk menentukan tingkat kekumuhan dan analisis spasial untuk menentukan lokasi kawasan permukiman kumuh. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara serta studi literatur untuk mendapatkan data indikator tingkat kekumuhan di Kota Surabaya Timur. Tingkat kekumuhan permukiman di Surabaya Timur yang didapatkan dari hasil analisis adalah Permukiman di Kelurahan Sawunggaling dan Kelurahan Wonokusumo masuk dalam tingkat kekumuhan Sedang, sedangkan Kelurahan Kenjeran dan Kelurahan Rungkut Kidul termasuk dalam Tingkat Kekumuhan Tinggi. Analisis spasial yang dihasilkan dilihat dari keadaan dan status kondisi fisik permukiman adalah permukiman di kelurahan Sawunggaling dan kelurahan Wonokusumo termasuk dalam kategori kumuh sedang. Kelurahan Kenjeran dan kelurahan Rungkut Kidul termasuk dalam kategori kumuh berat.
PARIWISATA KABUPATEN NGADA BERBASIS PETA DIGITAL Jihan, Jelita Citrawati
WAKTU Vol 17 No 2 (2019): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v17i2.2136

Abstract

Kontribusi sektor pariwisata di Kabupaten Ngada menurut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2014-2016 meningkat rata-rata 6,65% per tahun. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi atraksi dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, menganalisis sistem keterkaitan antara atraksi dengan teknik analisis sistem keterkaitan, dan pengembangan pariwisata berbasis peta digital yaitu WebGIS. Selain itu, teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi dan pemetaan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil survei menunjukkan dua lokasi wisata tanpa tempat wisata, yaitu: Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung dan Danau WawoMuda. Objek wisata tinju tradisional (Saghi) hanya ada di Sumber Air Panas Mangeruda. Sementara itu daya tarik kontribusi sektor pariwisata di Kabupaten Ngada menurut Produk Daerah Tari Jai adalah di Kampung Tua Bela, Bena, Nage, Wogo, Gurusina, dan Ekowisata Lekolodo. Selanjutnya, pengkodean SIG berbasis Web dan peta Google sebagai basemap, untuk menampilkan website menggunakan sistem koneksi server panel kontrol XAMPP. Rute sebagai arah dari lokasi pengguna ke situs wisata, dalam hal jarak, rute transportasi umum dan layanan lainnya. Selain itu, pariwisata WebGIS diharapkan dapat membantu wisatawan dan kawasan memainkan peran aktif dalam pengembangan pariwisata.
PEMETAAN PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI BERBASIS ANDROID Jelita Citrawati Jihan; A A Sagung Alit Widyastuty
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Publisher : Kementerian Kominfo - RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.551 KB)

Abstract

Abstrak.Sektor industri merupakan salah satu sektor yang penting dan strategi dalam pembangunan sebagai urat nadi perekonomian. Pembangunan sektor ini di maksudkan untuk menggerakkan berbagai potensi wilayah, meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat, serta meningkatkan produktivitas kawasan perkotaan.Pemetaan kawasan industri terhadap parameter-parameter ketersediaan tenaga kerja, karakteristik fisik (jenis tanah, kemiringan tanah, dan daerah rawan erosi), ketersediaan sarana dan prasarana, aksesbilitas, dan kebijakan pemerintah untuk penentuan lokasi kawasan industri di wilayah Unit Pengembangan I Surabaya Timur menggunakan Sistem Informasi Geografis .Metode yang digunakan untuk pemetaan kawasan industri menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis dengan metode overlay dan buffer. Data diperoleh dari pengukuran ground truth (kenyataan yang ada di lapangan) penentuan lokasi industri yaitu peta dan data-data posisi, koordinat, ruang dan spasial, dengan survei yang berbasis pada pengamatan ke satelit GNSS. Penelitian ini menggunakan bahasa pemrograman HyperText Markup Language (HTML) untuk membangun situs menampilkan berbagai informasi pemetaan kawasan industri. Kata kunci: Pemetaan, Industri, HyperText Markup Language (HTML), Android Abstract The industrial sector is one of the most important sectors and strategies in development as the lifeblood of the economy. The development of this sector was aimed at mobilizing regional potentials, increasing accessibility and mobility of the community, and increasing urban productivity.Mapping of industrial estate on labor availability parameters, physical characteristics (soil type, slope of soil, and erosion prone areas), availability of facilities and infrastructure, accessibility, and government policies for determining the location of industrial estate in East Surabaya Development Unit I used a Geographic Information System. The mapping of industrial estate used Geographic Information System approach with the overlay and buffer methods. The data were obtained from ground truth measurements of industrial location determination i.e. maps and position data, coordinates, spatial and spatial, with surveys based on observations to GNSS satellites. This research used Hyper Text Markup Language (HTML) programming language to build the site displays of various mapping information of industrial area. Keywords:Mapping, Industry, HyperText Markup Language (HTML), Android
PEMETAAN JARINGAN JALAN TERHADAP AKTIVITAS PERDAGANGAN DAN JASA BERBASIS SIG DI KECAMATAN SUKOLILO SURABAYA TIMUR Jelita Citrawati Jihan; A.A Sagung Alit Widyastuti
WAKTU Vol 14 No 2 (2016): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v14i2.137

Abstract

Penggunaan lahan untuk transportasi di daerah penelitian berupa jaringan jalan arteri primer. Berdasarkan kemampuan lahan diperlukan analisis tentang pemetaan jaringan jalan terhadap berbagai aktivitas manusia dalam memanfaatkan suatu lahan. Hasil penelitian ini memberikan informasi pembangunan jalan yang menghubung antar public service dalam satu kecamatan Sukolilo dalam mendukung pengembangan kawasan perdagangan dan jasa. Metode yang digunakan untuk pemetaan jaringan jalan menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis dengan metode rubbersheet, menganalisis data Peta Rupa Bumi Indonesia serta pengamatan lapangan. Hasil dari penelitian ini didapatkan ruas jalan sebagai pelayanan aktivitas pergerakan halnya perdagangan dan jasa.
TINGKAT KEKUMUHAN DAN ANALISIS SPASIAL PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN (STUDI KASUS : SURABAYA TIMUR) Anak Agung Sagung Alit W.; Jelita Citrawati Jihan
WAKTU Vol 16 No 2 (2018): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v16i2.1667

Abstract

Kota Surabaya yang dikenal sebagai kota yang berwawasan lingkungan ternyata masih memiliki 150 hektar kawasan permukiman yang masuk dalam kategori permukiman kumuh. Hal ini ditinjau dari kondisi sanitasi, ketersediaan drainase dan kondisi letak permukiman sekitarnya. Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi tingkat kekumuhan kawasan permukiman di Surabaya Timur serta menentukan arahan penanganannya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatf dengan analisis skoring untuk menentukan tingkat kekumuhan dan analisis spasial untuk menentukan lokasi kawasan permukiman kumuh. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara serta studi literatur untuk mendapatkan data indikator tingkat kekumuhan di Kota Surabaya Timur. Tingkat kekumuhan permukiman di Surabaya Timur yang didapatkan dari hasil analisis adalah Permukiman di Kelurahan Sawunggaling dan Kelurahan Wonokusumo masuk dalam tingkat kekumuhan Sedang, sedangkan Kelurahan Kenjeran dan Kelurahan Rungkut Kidul termasuk dalam Tingkat Kekumuhan Tinggi. Analisis spasial yang dihasilkan dilihat dari keadaan dan status kondisi fisik permukiman adalah permukiman di kelurahan Sawunggaling dan kelurahan Wonokusumo termasuk dalam kategori kumuh sedang. Kelurahan Kenjeran dan kelurahan Rungkut Kidul termasuk dalam kategori kumuh berat.
PARIWISATA KABUPATEN NGADA BERBASIS PETA DIGITAL Jelita Citrawati Jihan
WAKTU Vol 17 No 2 (2019): Waktu: Jurnal Teknik UNIPA
Publisher : Fakultas Teknik , Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/waktu.v17i2.2136

Abstract

Kontribusi sektor pariwisata di Kabupaten Ngada menurut Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2014-2016 meningkat rata-rata 6,65% per tahun. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi atraksi dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, menganalisis sistem keterkaitan antara atraksi dengan teknik analisis sistem keterkaitan, dan pengembangan pariwisata berbasis peta digital yaitu WebGIS. Selain itu, teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi dan pemetaan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil survei menunjukkan dua lokasi wisata tanpa tempat wisata, yaitu: Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung dan Danau WawoMuda. Objek wisata tinju tradisional (Saghi) hanya ada di Sumber Air Panas Mangeruda. Sementara itu daya tarik kontribusi sektor pariwisata di Kabupaten Ngada menurut Produk Daerah Tari Jai adalah di Kampung Tua Bela, Bena, Nage, Wogo, Gurusina, dan Ekowisata Lekolodo. Selanjutnya, pengkodean SIG berbasis Web dan peta Google sebagai basemap, untuk menampilkan website menggunakan sistem koneksi server panel kontrol XAMPP. Rute sebagai arah dari lokasi pengguna ke situs wisata, dalam hal jarak, rute transportasi umum dan layanan lainnya. Selain itu, pariwisata WebGIS diharapkan dapat membantu wisatawan dan kawasan memainkan peran aktif dalam pengembangan pariwisata.
PENGGUNAAN DIGITAL ELEVATION MODEL UNTUK PEMANTAUAN KETINGGIAN AIR LAUT MENGGUNAKAN GABUNGAN CITRA SATELIT HIMAWARI DAN SPOT Andriani Putri; Jelita Citrawati Jihan; Hafidz Arwaa Marden
JTIK (Jurnal Teknik Informatika Kaputama) Vol 6, No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1 Januari 2022
Publisher : STMIK KAPUTAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi penginderaan jauh pada masa sekarang ini maka semakin banyak bidang ilmu yang memanfaatkan penginderaan jauh, contohnya dalam memantau perubahan permukaan air laut. Sementara untuk memantau perubahan permukaan air laut diperlukan resolusi spasial dan temporal yang tinggi. Hal ini dikarenakan perubahan permukaan air laut yang terjadi sangat cepat. Sayangnya, tidak ada satupun citra satelit yang memiliki resolusi spasial dan juga resolusi temporal yang tinggi. Pada penelitian sebelumnya, pengujian terhadap metode penggabungan citra STARFM diuji dengan menggunakan citra Himawari-8 dan juga SPOT. Meski dapat disimpulkan bahwa penggabungan citra tersebut sangat membantu dalam mengatasi ketidaktersediaan citra dengan resolusi spasial dan temporal tinggi, namun dari hasil accuracy assessment terlihat masih ada kesalahan atau error dengan commission error sebesar 5.73 namun memiliki Kappa Koefficient sebesar 0.82. Penelitian ini menemukan metode tambahan untuk mengatasi kesalahan tersebut, yaitu dengan menggunakan DEM sebagai acuan dalam memilih classification map. Namun ternyata DEM yang digunakan pada penelitian ini belum cukup merepresentasikan permukaan tanah sesunggunya pada studi area. Untuk tahap selajutnya dari penelitian ini yaitu memilih DEM yang sesuai sehingga pemilihan classification map nantinya akan lebih tepat.
CHARACTERISTICS OF INDIGENOUS CULTURE AND DISASTER MANAGEMENT OSING TRIBE, KEMIREN VILLAGE, GLAGAH DISTRICT, BANYUWANGI REGENCY Mochammad Shofwan; Nasobi Niki Suma; Jelita Citrawati Jihan
Fenomena Vol 21 No 2 (2022): FENOMENA: Journal of the Social Sciences
Publisher : LP2M UIN KH.Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/fenomena.v21i2.130

Abstract

Banyuwangi has excellent potential in Tourism sector. One is Osing traditional tourism located in Kemiren Village, Glagah District. With the possibility of culture, that is still a perfect opportunity to introduce the original culture of Banyuwangi throughout Indonesia and even abroad. The method used in this study is descriptive qualitative data collection techniques used in the study of observation and documentation. The purpose of this study is to know and know the cultural customs and disasters of the Osing Tribe, Kemiren Village. The results of the analysis based on the calculation of IFAS and EFAS are known quadrant matrix is located in Quadrant I; this shows that the village Kemiren has a favorable situation which has an excellent opportunity to make the village Kemiren as a disaster-aware Tourism Village. Traditions such as Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, drinking coffee, Angklung Paglak, Mocoan Lontar Yusuf, and sustainable traditional house systems can be significant forces to increase disaster mitigation capacity.
Understanding What Makes Teaching Meaningful: A Systematic Literature Review of Antecedents and Determinants of Meaningful Work in Education Olievia Prabandini Mulyana; Umi Anugerah Izzati; Jelita Citrawati Jihan; Yunia Dwie Nucahyanie; Meita Santi Budiani; Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi; Dinda Cahya Novianti; Dinar Ester Marturia Oktaviana Simanjuntak
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 5 No. 6 (2024): November
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v5i6.719

Abstract

Objective: Meaningful work is an essential aspect of teachers that can be influential in improving the quality of education; therefore, this study aimed to identify antecedent factors and determinants of meaningful work in teachers. Method: This study used a systematic literature review to examine the variables that can be antecedents and determinants of meaningful work. Results: Based on the literature studies that have been conducted, it is known that variables such as calling orientation, work role fit, workplace attachment, coworker relations, job design, altruistic behavior, authentic leadership, job crafting, and perceptions of organizational identification can be antecedent factors of meaningful work of teachers. Meaningful work can determine variables such as work attitude, teacher-student relationships, work engagement, burnout, resilience, self-rated health, intention to leave, corrosion at the character level, and organizational commitment. Novelty: This study thoroughly examines the antecedents and determinants of teachers' meaningful work variables, which, other yet to behave, need to be more widely researched.