Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENDIDIKAN BERMAKNA DAN TRANSFORMASI SOSIAL BUDAYA Salman Habeahan
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 18 No 1 (2015): JURNAL ESENSI
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.653 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v18i1.81

Abstract

Lembaga pendidikan kita tidak lagi bisa disebut sebagai ideological state apparatures yang menanamkan nilai secara ideologis persuasif. Sekolah justru menjadi repressive state apparatuses yang menginvasi nilai secara represif sampai ke bawah sadar siswa, guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Tantangan besar dunia pendidikan kita adalah proses pendidikan di negeri yang kita cintai ini berlangsung tanpa makna dan nilai-nilai pendidikan”, (Louis Althusser, 1984). Gagasan pendidikan bermakna menjadi sebuah harapan karena kondisi pendidikan kita dewasa ini belum berhasil membimbing anak pada makna yang sejati. Pendidikan bermakna pada dasarnya bertujuan untuk membimbing peserta didik agar dapat menjalani dan memaknai kehidupan. Maka ada sekurang-kurangnya tiga tujuan pendidikan bermakna yang harus dicapai oleh peserta didik: kemampuan untuk dapat hidup secara mandiri, hidup secara bermakna dan kemampuan untuk hidup dengan mengembangkan kehidupan.
MENGGALI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI SPIRITUALITAS YANG MEMERDEKAKAN Salman Habeahan
ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis Vol 24 No 2 (2021): ESENSI: Jurnal Manajemen Bisnis
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Masyarakat (LRPM) Institut Bisnis Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.643 KB) | DOI: 10.55886/esensi.v24i2.249

Abstract

Spiritualitas mengedepankan suatu way of life (jalan hidup) dan bukan rumusan filosofis yang abstrak dan spekulatif sifatnya. “Spiritualitas” dipahami pula sebagai jalan yang dapat dipakai untuk mengantar orang menuju ke kehidupan yang dicita-citakan. Menggali Nilai-nilai Pancasila Sebagai Spiritualitas Yang Memerdekakan adalah suatu usaha dan komitmen sebagai warga bangsa, negara dan umat beragama untuk menjadikan Pancasila sebagai roh penuntun dalam menjalankan tata kelola kehidupan personal dan sosial hidup berbangsa dan bernegara. Roh Pancasila sebagai roh kebangsaan benar-benar menjadi keutamaan sosial yang inklusif, menginspirasi, menyatukan dan memerdekakan semua golongan sosial, etnis, agama, bahasa dan aspirasi hidup berbangsa di tengah-tengah masyarakat. Nilai-nilai Spiritual Pancasila; Ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, permusyawaratan dan keadilan merupakan dasar-dasar kehidupan Bangsa Indonesia yang selaras dengan nilai-nilai universal dari semua agama. Menggali Nilai-nilai Pancasila sebagai spiritualitas yang memerdekakan dapat berfungsi untuk mengintegrasikan keanekaragaman (kebhinekaan) yang menjadi kekhasan bangsa Indonesia di tengah dunia global. Inkarnasi Roh Pancasila tampak dari buah-buah hidup berbangsa, seperti kerukunan, tenggang rasa, solidaritas, bela rasa dan gotong royong, kesetaraan harkat dan martabat setiap manusia Indonesia di hadapan hukum, kebebasan berekspresi secara bertanggungjawab dan kesetiakawanan sosial dalam menghadapi seperti pandemi Covid-19. Roh kebangsaan, spiritualitas yang memerdekakan dari Nilai-nilai Pancasila sangat diperlukan untuk mengantisipasi dan menghadapi rentetan krisis sosial, ekonomi, kesehatan dan krisis kebangsaan yang sedang terjadi dan akan terjadi kelak. Spirit kebangsaan mengingatkan kita akan pentingnya komitmen, loyalitas setiap anak bangsa agar tetap konsisten pada orientasi fundamental hidup berbangsa, kecintaan akan tanah air satu, bahasa yang satu dan bangsa yang satu Indonesia. Kesetiaan itu bukan hanya mencakup batas geografis, budaya dan agama tetapi dalam sebuah negara-bangsa, nilai dasar kemanusiaan transendental dapat menjadi tolok ukur sistem sosial politik, hukum dan ekonomi sehingga nilai-nilai spiritual Pancasila dapat membebaskan dan memerdekakan bagi setiap warga negara.