Lembaga pendidikan kita tidak lagi bisa disebut sebagai ideological state apparatures yang menanamkan nilai secara ideologis persuasif. Sekolah justru menjadi repressive state apparatuses yang menginvasi nilai secara represif sampai ke bawah sadar siswa, guru dan tenaga kependidikan di sekolah. Tantangan besar dunia pendidikan kita adalah proses pendidikan di negeri yang kita cintai ini berlangsung tanpa makna dan nilai-nilai pendidikan”, (Louis Althusser, 1984). Gagasan pendidikan bermakna menjadi sebuah harapan karena kondisi pendidikan kita dewasa ini belum berhasil membimbing anak pada makna yang sejati. Pendidikan bermakna pada dasarnya bertujuan untuk membimbing peserta didik agar dapat menjalani dan memaknai kehidupan. Maka ada sekurang-kurangnya tiga tujuan pendidikan bermakna yang harus dicapai oleh peserta didik: kemampuan untuk dapat hidup secara mandiri, hidup secara bermakna dan kemampuan untuk hidup dengan mengembangkan kehidupan.
Copyrights © 2015