Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA GAYA LAGU KLASIK GAMBANG KROMONG “POBIN KONG JI LOK’ Imam Firmansyah
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2019.v6.i3.010

Abstract

Nowadays, the existing repertoire of the classic songs of gambang kromong is very apprehensive. Dozens of gambang kromong's classical songs developed comprehensively at the end of the 18th century, but in the present, there is only one song that is still possible to play, namely "Pobin Kong Ji Lok". Even, as a matter of fact, this song can only be played by an old music player. Based on the aforementioned problems, it is necessary to conduct documentation of "Pobin Kong Ji Lok" song, associated with an analysis of its musical style. "Pobin Kong Ji Lok" will be documented in the form of audiovisual, transcribed in the form of notation, then analyzed its style of music through the most prominent musical elements, including the musical scale, harmony, tuning system, rhythm, and the timbre of musical instruments.
TINJAUAN PROSES PEMBUATAN ALAT MUSIK GESEK BETAWI KONGAHYAN Imam Firmansyah; Faisal Ibrahim; Irgi Maulana Alfahrezy
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2020.v7.i3.006

Abstract

Kongahyan is a Betawi stringed instrument that has an important function in the gambang kromong ensemble, as a bearer of melody. This musical instruments are made of wood and coconut shells. It’s made by craftsmen who are also players of the gambang kromong. But the existence of kongahyan craftsmen is very rare. There are only two persons in Jakarta and one in Tangerang. This condition is very alarming because it does not rule out the possibility of this musical instrument will become extinct due to the limitations of the maker. The research method used is a qualitative research method with a descriptive approach that is to present data by observing, studying, and documenting the process of making a kongahyan. This research found that kongahyan consisted of three major parts, namely stem, coconut shell, and bow. The three major parts are then assembled into one unit. The results of this research can be used as a reference both theoretically and practically regarding the process of making kongahyan musical instruments. In addition, this research paper is also complemented with a comprehensive documentation of the manufacturing process.
TINJAUAN GAYA VOKAL IBU SAINI PADA LAGU SAYUR GAMBANG KROMONG "AKANG HAJI" Imam Firmansyah; Faisal Ibrahim; Irgi Maulana Alfahrezy
Narada : Jurnal Desain dan Seni Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/narada.2021.v8.i2.002

Abstract

Gambang Kromong singers who can sing Lagu Sayur Gambang Kromong nowadays are very hard to find. Most singers in the Gambang Kromong are dangdut singers who singing the Gambang Kromong song. This caused the number of Gambang Kromong Singers to decrease in number. One that still exists is Mrs. Saini, a singer of the Sinar Baru group from Gunung Sindur, Bogor. He has a distinctive singing style especially when singing lagu sayur. He can sing some lagu sayur that are quite rare, one of which is the song "Akang Haji". The song is quite rare, even the gambang Kromong groups in Jakarta have never played it again. This song is still often found in Udik (Bogor) and Wetan (Tangerang and surrounding areas). This study describes the vocal style of Ibu Saini in the Sayur Gambang Kromong song using audio-visual recording methods, and interviews. In terms of several elements, the vocal style is posture, breathing techniques, articulation, and resonance. 
Gaya Liao Kongahyan Pada Lagu Dalem Gambang Kromong "Pobin Kong Ji Lok" Imam Firmansyah
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Seni Nasional Cikni Vol. 6 No. 1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v6i1.85

Abstract

Keberadaan lagu dalem gambang kromong pada masa kini dirasakan memprihatinkan. Lagu-lagu yang termasuk dalam repertoar klasik ini sudah sangat jarang terdengar karena dianggap sudah tidak menarik lagi bagi masyarakat pendukungnya. Kini lagu dalem yang tersisa hanya lagu “Pobin Kong Ji Lok”. Lagu ini dimainkan oleh tiga alat musik pembawa melodi utama, yaitu kongahyan, gambang, dan kromong. Ketiganya mempunyai gaya khas yang disebut dengan liao, yaitu gaya melodi yang sifatnya bebas dan menyerupai improvisasi. Penelitian ini akan menjelaskan gaya liao pada salah satu alat musik pembawa melodi yang utama, yaitu kongahyan. Gaya melodi Liao kongahyan didokumentasikan dalam bentuk audio visual, dan kemudian mentranskripsikannya dalam bentuk notasi, kemudian menganalisa gaya musiknya melalui elemen musik yang paling menonjol, diantaranya adalah tangga nada, harmoni, sistem penalaan, ritem, dan warna suara alat musik.
Membaca Sejarah Perkembangan Gambang Kromong Melalui Karya Fotografi Firmansyah, Imam
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 10 No.2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v10i2.306

Abstract

Gambang Kromong merupakan sebuah musik tradisi masyarakat Betawi dan Cina Benteng yang berkembang melewati proses hibridisasi yang panjang antara budaya Tionghoa dengan Pribumi sejak abad ke-18. Proses perkembangan ini terdokumentasikan dengan baik melalui karya fotografi yang sebagian besar dilakukan oleh Isidore van Kinsbergen, seorang fotografer pemerintah Hindia-Belanda sejak tahun 1851. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis studi dokumentasi dan pendekatan historis. Analisa data dilakukan dengan melakukan interpretasi terhadap karya fotografi yang kemudian dikaitkan dengan analisa teks dan konteks musik Gambang Kromong. Penelitian ini menghasilkan tiga bacaan karya foto karya Van Kinsbergen dan sebuah foto anonim. Bacaan foto pertama adalah embrio Gambang Kromong yang bernama Orkest Gambang, terdiri dari ansambel kecil yang memainkan musik intrumental, dan dimainkan dalam pesta-pesta Tionghoa kelas atas. Bacaan Foto kedua adalah masuknya penyanyi perempuan yang disebut cokek yang direkrut dari pribumi. Bacaan yang ketiga adalah masuknya alat musik Indonesia dalam Orkest Gambang dan menjadi Gambang Kromong sehingga bisa turut dinikmati oleh pribumi kelas bawah. Gambang Kromong is a Betawi and Cina Benteng music tradition that has evolved over a long hybridization process between Chinesse and Indonesia since the 18th century. This process is well documented by the photographic work that was done, for the most part, by Isidore van Kinsbergen, a government photographer from Dutch East Indies who began working in 1851. One method of research that is used is a qualitative research method that involves document analysis and historical research. The analysis involved analyzing the photographic work, which was subsequently connected to the analysis of the text and musical context of Gambang Kromong. Three interpretations of Van Kinsbergen's images as well as an anonymous image were the outcome of this investigation. This first photo interpretation is Orkest Gambang, a Gambang Kromong embryo that is performed at elite Chinese gatherings that consists of a small band playing instrumental music. Reviewing The second photo shows the entrance of cokek, or female singers, who were chosen from among the locals. The third reading describes how the Gambang Orchestra assimilated Indonesian musical instruments and became the Gambang Kromong so that people of lower native class could appreciate them.
Rekacipta Lagu Dalem Gambang Kromong “Pobin Poa Si Li Tan” ke Media Baru Firmansyah, Imam; Anusirwan; Fajar, Girah Putra
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 9 No.1
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v9i1.199

Abstract

Gambang Kromong sebagai sebuah musik yang berkembang dalam masyarakat Betawi mempunyai tiga kategori lagu, yaitu lagu dalem, lagu sayur, dan lagu modern. Lagu dalem yang merupakan lagu klasik dan kondisinya terancam punah karena tidak lagi diapresiasi dengan baik oleh masyarakat pendukungnya. Hal tersebut menyebabkan lagu ini terlupakan begitu saja. Salah satu lagu dalem yang punya kemungkinan untuk digali kembali adalah “Pobin Poa Si Li Tan”. Yampolsky sempat merekam lagu tersebut di tahun 1999 pada album Seri Musik Indonesia Volume 3: Musik di Pinggiran Jakarta. Penelitian ini bermaksud untuk melakukan rekacipta lagu “Pobin Poa Si Li Tan” kemudian dialihfungsikan dalam bentuk media baru. Prosesnya terdiri dari mempelajari permainan dalam rekaman Yampolsky, memainkannya kembali sesuai dengan interprestasi masing-masing pemain, merekam audio, kemudian membuat video musik dari lagu tersebut, dan mempublikasikannya melalui media baru. Tujuannya adalah agar lagu “Pobin Poa Si Li Tan” dapat diapresiasi oleh masyarakat yang lebih luas serta menjadi dokumentasi yang penting untuk generasi selanjutnya.