Heru Nurochman
Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of an Interactive E-Comic Based on Digital Literacy for Contextual English Learning in Elementary Schools Chandra Anugrah Putra; Bulkani Bulkani; Heru Nurochman; Muhammad Andi Setiawan
Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 11 No. 1 (2025): Tunas: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/tunas.v11i1.11281

Abstract

Background: The integration of digital literacy into English language learning for elementary school students remains a challenge, as existing media often lack interactivity and contextual engagement. This study addresses the need for innovative and motivating instructional media by transforming previous printed e-comic research into an interactive digital learning tool. Aim: The study aims to develop and evaluate an interactive e-comic that combines visual, textual, auditory, and simple animation elements to enhance English vocabulary mastery and learning motivation among elementary school students. Method: This research applied a Research and Development (R&D) design consisting of need analysis, design, development, limited testing, and evaluation. Data were collected through expert validation, questionnaires, observations, and interviews involving English teachers and students in grades 3 to 6. Quantitative data were analyzed descriptively using percentage scores, while qualitative data were analyzed through thematic interpretation. Results and Discussion: The developed interactive e-comic received an excellent feasibility rating from material and media experts, as well as positive responses from users. The trial results showed that the media improved students’ vocabulary retention, reading comprehension, and engagement. The integration of audio-visual features and interactive storytelling supported multimodal learning and enhanced students’ digital literacy competencies. Furthermore, the product demonstrated strong potential for educational commercialization through subscription-based models and institutional licensing. Conclusion: The interactive e-comic effectively enhances English learning outcomes and digital literacy skills among elementary students, providing an engaging, accessible, and pedagogically sound learning tool aligned with the Merdeka Curriculum. This innovation contributes to the advancement of digital-based English education and supports the development of adaptive learning environments in primary schools.
Peran Konselor Dalam Penanggulangan Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja (Studi Kasus di SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya): Role Of Counselors In Mitigation Promiscuity Among Teens(Case Study At Muhammadiyah 2 High School In Palangkaraya) Heru Nurochman; Muhammad Andi Setiawan
Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 4 No. 2 (2019): Suluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/suluh.v4i2.620

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana peranan konselor dalam menanggulangi perilaku pergauan bebas yang terjadi di kalangan remaja sekolah. Subyek penelitian guru Bimbingan dan Konseling dan peserta didik SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya. Pengumpulan data dalam penelitinya dengan menggunakan wawancara, obsevasi analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini diharapkan tersusun sebuah laporan fisik penelitian dan ditambah dengan jurnal nasional tidak terakreditasi. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya konselor memiliki peranan yang sangat vital. Faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas terdiri dari 2 faktor yaitu factor internal dan eksternal. Faktor internal ialah faktor yang bersumber dari individu itu sendiri seperti kurangnya pemahaman agama dan remaja yang memiliki mental yang lemah. Adapun faktor eksternal ialah faktor yang bersumber dari luar yaitu lingkungan yang tidak kondusif seperti kurangnya perhatian orangtua, keadaan keluarga yang kurang harmonis (broken home), pengaruh lingkungan setempat, dan pengaruh media sosial. Upaya Konselor dalam mengatasi pergaulan bebas remaja di SMA Muhammadiyah 2 Palangkaraya yaitu dengan layana klasikal, konseling individu, dan bimbingan konseling kelompok.