Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATOLOGIS DENGAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DI LAPAS PEREMPUAN KELAS IIA PALEMBANG Ismar Agustin; Intan Kumalasari; Herawati Jaya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v4i2.380-388

Abstract

Warga binaan di Lapas perempuan menghadirkan tantangan tersendiri bagi pihak yang berwenang karena mereka merupakan kelompok khusus yang rentan terhadap masalah kesehatan dimana Informasi dan pengobatan sering kali terbatas ditempat ini. Beberapa kajian menunjukkan bahwa kurangnya perilaku dalam menjaga kesehatan khususnya  kebersihan organ kewanitaan merupakan faktor yang dapat mengakibatkan gangguan reproduksi seperti keputihan patologis.Perilaku yang keliru dalam merawat organ intim dapat menyebabkan  bakteri dan jamur akan tumbuh dengan cepat pada tempat kotor dan lembab sehingga  menimbulkan infeksi yang bila tidak dicegah dapat menyebabkan masalah serius. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan warga binaan dalam pencegahan keputihan patologis dengan aplikasi teori Health beliefe model (HBM) di Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang melalui kegiatan penyuluhan, demonstrasi dan pendampingan. Metode pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan Pretest, dilanjutkan dengan penyuluhan/edukasi menggunakan booklet, leaflet dan video, diteruskan dengan demonstrasi dan pendampingan, kemudian diakhiri dengan tanya jawab dan posttest. Hasil posttes menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan  warga binaan di Lapas perempuan kelas II A sehingga disimpulkan bahwa penyuluhan dengan pendekatan aplikasi teori Health beliefe model (HBM) cukup efektif meningkatkan pengetahuan warga binaan tentang keputihan  patologis sehingga diharapkan meningkatkan kemampuan dalam upaya pencegahan keputihan patologis.
OPTIMALISASI PERAN CAREGIVER DALAM PENCEGAHAN DISABILITAS PENDERITA STROKE MELALUI ACTIVE-PASSIVE RANGE OF MOTION TRAINING Faiza Yuniati; Sherli Shobur; Intan Kumalasari; Esti Sriananingsih
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.12866

Abstract

Abstrak: Jumlah kunjungan pasien hipertensi dan penderita stroke di Puskesmas 3-4 Ulu Palembang sejak januari hingga oktober 2022 sebanyak 1532 dan 213 orang. Masalah yang sering terjadi pasca-stroke adalah terjadi kelemahan otot tubuh, gangguan persyarafan dan koordinasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi mengenai penyakit hipertensi dan stroke, serta memberikan latihan active-passive range of motion bagi kader dan caregiver dalam membantu rehabilitsi penderita pasca-stroke. Rangkaian kegiatan pengabdian ini terdiri dari perizinan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan pelaksanaan dibagi 3 tahap, tahap I: analisa situasi, identifikasi masalah kesehatan dan penetapan prioritas masalah. Tahap II: memberikan edukasi dengan metode ceramah, diskusi, pembagian leaflet serta memberi latihan active-passive range of motion melalui pemutaran video dan demonstrasi yang dilaksanakan dalam satu hari, sekaligus mengevaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan. Tahap III: melakukan home visite pada dua keluarga penderita stroke di wilayah kerja Puskesmas setempat dan memberikan latihan kepada caregiver dan keluarga. Monitoring dilakukan setiap 4 hari selama 2 minggu dengan memantau lembar checklist serta mengobservasi langsung latihan range of motion yang diberikan caregiver kepada penderita stroke. Hasil evaluasi menunjukkan 95% peserta mampu menjawab dan menjelaskan pemahamannya terkait hipertensi dan stroke serta 90% masyarakat telah mampu mempraktikkan ROM. Hasil implementasi pada keluarga didapat bahwa 90-95% caregiver telah memberikan ROM pada penderita stroke dengan memenuhi durasi, intensitas dan frekuensi yang ditetapkan. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan terbentuk kemandirian caregiver dan penderita stroke dalam menerapkan teknik range of motion sebagai upaya rehabilitasi untuk mencegah kelemahan/ kecacatan permanen penderita stroke. Abstract: The number of visits by hypertension patients and stroke sufferers at the 3-4 Ulu Palembang Health Center from January to October 2022 was 1532 and 213 people. Muscle weakness, impaired nerve and coordination are the most common post-stroke problems. This community service aims to educate cadres, caregivers and the public about hypertension and stroke, as well as provide active-passive range of motion exercises for post-stroke rehabilitation. This series of service activities consists of licensing, implementation as well as monitoring and evaluation. Implementation were divided into 3 stages, stage I: situation analysis, identification of health problems and setting priority of problems. Stage II: providing education using lecture methods, discussions, distributing leaflets and providing active-passive range of motion exercises through video screenings and demonstrations which were carried out in one day, as well as evaluating participants' understanding of the material presented. Implementation of phase III: conducting home visits to 2 families of stroke sufferers by providing direct training to caregivers and families. Monitoring was carried out every 4 days for 2 weeks by monitoring the checklist sheet and directly observing the range of motion exercises given by the caregiver to the stroke patient. The evaluation results showed that 95% of participants were able to answer and explain their understanding regarding hypertension and stroke and 90% of the community was able to practice ROM. The results of implementation in the family found that 90% of caregivers had provided ROM to stroke patients by fulfilling the specified duration, intensity and frequency. Through this service activity, it is hoped that the independence of caregivers and stroke sufferers will be formed in applying range of motion techniques as a rehabilitation effort to prevent weakness/permanent disability of stroke sufferers. 
PENERAPAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL (HBM) DALAM PERILAKU PENCEGAHAN KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Herawati Jaya; Syokumawena; Intan Kumalasari; Rosnani
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 10 No. 3 (2023): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Univers
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v10i3.364

Abstract

Penyakit kanker termasuk juga kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang umumnya terjadi pada wanita. Penyakit ini merupakan salah satu tumor ganas yang tumbuh di dalan jaringan payudara. Selama bertahun tahun banyak wanita yang terindikasi menderita panyakit kanker payudara, kejadian ini semakin banyak ditemukan pada negara-negara maju.1 Penyakit ini menduduki rangking terbesar kedua setelah kematian yang diakibatkan oleh kanker paru pada perempuan oleh karena itu sangat diperlukan bagi remaja putri dalam memiliki pengetahuan dan perilaku untuk mencegahan timbulnya penyakit kanker payudara . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penerapan teori Health belief model (HBM) terhadap tindakan pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sehingga bila ditemukan kelainan dapat segera diambil tindakan secepatnya, Penelitian ini dilaksanakan dengan mengkaji tindakan remaja putri pada SMA Muhammadiyah 2 Palembang dalam pencegahan kanker payudara sebelum (pre test) dan sesudah (post test) pada dua kelompok dimana pada kelompok intervensi diberikan pendidikan Teori Health Belife Model dan untuk kelompok kontrol tidak diberikan pendidikan Health belief model. Adapun desain penelitian ini menggunakan Design Quasi Experimental Pretest-Posttest. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 Orang , sampel ini dianalisa menggunbakan uji Wilxocon setelah pengolahan data hasilnya menunjukkan terjadinya kenaikan tindakan cara mencegah kanker payudara pada kelompok intervensi dibandingkan pada kelompok kontrol dengan P<0,000. Dapat disimpulkan setelah dilakukan edukasi tentang pencegahan kanker payudara dengan menggunakan teori HMB dapat mempegaruhi tindakan pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).
Optimalisasi Pemeriksaan Antenatal sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Intan Kumalasari; Meisa Dwi Putri; Syarif Julima; Sumira Sumira; M. Miftahul Hasani Dwi Putra; Siti Dian Fadhila
Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Mei: Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/solusibersama.v2i2.1385

Abstract

Maternal and child health (MCH) is a priority in health development, especially in preventing pregnancy complications that may endanger the lives of both mothers and babies. One way to reduce these risks is through routine antenatal care and early detection of complications. However, in some areas, pregnant women still lack understanding of the importance of regular antenatal checks. This community service activity aims to increase pregnant women’s knowledge about the importance of antenatal care and early detection of pregnancy complications at Posyandu Ester 24, a working area of Puskesmas Dua Puluh Tiga Ilir, Palembang, conducted from December 1 to 6, 2024. The activity involved counseling, free antenatal care checks, and training for healthcare workers. The results showed an improvement in pregnant women’s understanding of pregnancy danger signs and the importance of routine healthcare. Antenatal care successfully detected several health risk factors, such as anemia and chronic energy deficiency (CED), allowing for early intervention. Although the main challenge was motivating pregnant women to attend routine checks, the activity successfully increased participation in antenatal care and health education. It is hoped that this activity can serve as a model for other maternal and child health programs in the future.
KEPADATAN JENTIK Aedes aegypti TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAKO KOTA PALEMBANG priyadi, priyadi; Windusari, Yuanita; Shabira, Rayya; Kumalasari, Intan
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.244

Abstract

Demam Berdarah Dengue ( DBD ) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan  nyamuk Aedes aegypti. DBD sampai saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan jumlah penderita dan prevalensi yang terus meningkat. Keberadaan jentik Aedes aegypti di suatu daerah merupakan indikasi populasi nyamuk Aedes aegypti. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti terhadap kejadian penyakit DBD. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah rumah warga dengan kasus DBD 1 tahun terakhir yaitu 34 KK. Hasil penelitian menunjukkan nilai House Index (HI) 20% dengan density figure 4 termasuk kategori sedang, Container Indeks (CI) 9 % dengan density figure 3 termasuk kategori sedang, dan Breteau Indeks (BI) 3 % dengan density figure 1  termasuk kategori rendah, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 79% tidak sesuai standar WHO. Kesimpulan Masyarakat di Kelurahan Sako, Kota Palembang masih beresiko dan berpotensi mengalami penyakit Demam Berdarah Dengue