Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Serat Bambu Petung (Dendrocalamus asper) Teralkalisasi sebagai Penguat Komposit Polimer Gunawan Refiadi; Novan Bayu; Hermawan Judawisastra; Mardiyati Mardiyati
JURNAL SELULOSA Vol 8, No 01 (2018): JURNAL SELULOSA
Publisher : Center for Pulp and Paper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.376 KB) | DOI: 10.25269/jsel.v1i01.214

Abstract

The alkalized of petung bamboo fiber (Dendrocalamus asper) as reinforcement of polymer compositeAbstractPetung bamboo (Dendrocalamus asper) has good fiber characteristic and it has potential to substitute glass fiber as reinforcement in polymeric composite. However, like other natural based materials, bamboo fiber has a high variability in mechanical properties and inherently hygroscopic characteristic. Therefore it is required to optimize the petung bamboo qualities. The fiber optimization was carried out by alkalization process using NaOH solution with varying concentration of 0, 3, 5, and 10% v/v. Bamboo fiber processed in chemomechanical was used in this investigation. Characterization of density, mechanical and chemicals was conducted by pycnometry method, tensile strength testing, Fourier Transform Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscopy (SEM). The data variability was analyzed by Weibull distribution. Result indicates that the optimum condition of alkalization process of bamboo fiber using NaOH solution of 5% v/v which has fiber diameter of 175.098 ± 58.017 mm, tensile strength of 384 MPa, and characteristics strength of 390.5 MPa.Keywords: petung bamboo; alkalization; characteristics AbstractBambu petung memiliki karakteristik serat yang baik sehingga berpotensi sebagai pengganti serat gelas untuk penguat komposit polimer. Namun, seperti umumnya serat alam, serat bambu memiliki variabilitas sifat mekanis tinggi dan sifat higroskopik yang inheren. Oleh karena itu diperlukan upaya optimalisasi kinerja serat bambu petung. Optimalisasi kinerja serat dilakukan melalui proses alkalisasi dengan variasi larutan NaOH pada konsentrasi 0, 3, 5, dan 10% v/v. Serat bambu hasil dari proses kimia-mekanik digunakan dalam penelitian ini. Karakterisasi densitas, sifat mekanik, dan sifat kimia serat masing-masing dilakukan dengan metode piknometri, uji tarik, Fourier Transform Spectroscopy (FTIR), Scanning Electron Microscopy (SEM). Analisis variabilitas data menggunakan distribusi Weibull. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum alkalisasi serat bambu petung yaitu menggunakan larutan NaOH 5% v/v yang menghasilkan serat berdiameter 175,098 ± 58,017 mm, kekuatan Tarik 384 MPa, dan kekuatan karakteristik 390,5 MPa.Kata kunci: bambu petung; alkalisasi; karakteristik 
PEMBUATAN WPS DAN PQR API 5L GR.B UNTUK MANUAL SMAW PIPE SUPPLY SESUAI STANDAR API (AMERICAN PETROLEUM INSTITUTE) - 1104 Gunawan Refiadi
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.159 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.2.2.3

Abstract

Teknologi pengelasan SMAW telah banyak diaplikasikan di Indonesia mulai dari industri mikro, kecil, menengah, hingga skala industri nasional. Akan tetapi, sampai saat ini pemahaman mengenai prosedur las yang diakui secara internasional belum banyak diaplikasikan bahkan cenderung diabaikan, padahal di era MEA 2015 pemahaman mengenai WPS sangat diperlukan agar pekerjaan dapat diakui secara internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kesesuaian WPS dan hasil simulasinya pada aplikasi pengelasan pipa penyalur (pipe supply). WPS dan PQR dibuat dengan berdasarkan standar API 1104 untuk dapat diaplikasikan pada pengelasan manual metode SMAW material API 5L Gr B. Parameter pengelasan yang dirancang di dalam WPS kemudian disimulasikan dalam bentuk pengelasan coupon test dan hasilnya diuji baik NDT maupun DT. Setelah hasil pengujian dianalisis disimpulkan bahwa WPS yang dibuat telah sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan dan pengelasan pipa penyalur dapat dilakukan berdasarkan WPS yang telah dibuat
PEMODELAN PEROLEHAN MASSA DAN WAKTU REAKSI PIROLISIS SERBUK GERGAJI KAYU JATI Novan Bayu Nugraha; Yusfita Yusuf; Gunawan Refiadi
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.351 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.3.4

Abstract

Proses pirolisis menghasilkan arang, bio-oil dan gas. Untuk pemahaman proses pirolisis, maka mekanisme proses pirolisis didefinisikan dalam model matematika. Penelitan ini adalah kajian teoritik, untuk menentukan model matematika yang digunakan untuk memprediksi perolehan massa dan waktu yang optimum. Penelitian menggunakan persamaan perpindahan panas dan reaksi pirolisis. Variabel yang digunakan adalah temperatur (573, 598, 623, 648, 673 K), dengan sampel serbuk gergaji kayu jati kering. Model cukup baik untuk memprediksi proses pirolisis. Kondisi optimum didapatkan pada temperatur 598 K, dengan waktu reaksi 3 jam 56 menit, produk yang didapatkan adalah 53,2 % dari massa awal biomassa yang terdiri 29,99% arang dan 23,20% bio-oil.
METODA WITNESSING UNTUK PENENTUAN KONSTANTA PROSES CNC TURNING PADA MANUFAKTUR KOMPONEN AEROSPACE Gunawan Refiadi
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.291 KB) | DOI: 10.21009/JKEM.3.2.6

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kontribusi pendampingan pada penyelesaian kasus pengembalian pajak bahan baku impor dari pihak produsen komponen aerospace ke pihak bea cukai. Tujuannya membuktikan bahwa kehilangan berat bahan baku adalah murni karena kegiatan proses produksi. Metodologi yang digunakan adalah witnessing proses CNC Turning melalui dokumentasi bahan baku, proses plan, jenis mesin, proses pemesinan, kontrol kualitas, dan pengelolaan limbah hasil proses yang berjalan untuk 16 sampel produk berbasis material logam berbentuk poros pejal. Berdasarkan hasil review teori pemesinan MRP (Metal Removal Process) dan dokumentasi proses diperoleh hasil yang bersesuaian yaitu bahwa kehilangan logam adalah murni akibat proses pembentukan produk dan bukan disebabkan hal yang lain.