Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Al-Taaruf Sebagai Konstruksi Relasi Gender Perspektif Al-Quran Ikhwanuddin, Mohammad
Islam Kontemporer Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Islam, the discussion on gender relations have undergone significant developments. This development is not only related to the wealth of experience that has been passed over the last few years, but also the serious attention of Muslim scholars in a re-interpretation of the classic literature that provides a high spirit into the foundations of gender relations. One timeless classic literature of the times is the Qur’an. In the distribution of its verses, the Quran provide clues to understanding the pattern of gender relations. One such clue is the verses of the Qur’an to review explicitly about gender identity. Tracking and documenting the identity of the Qur’an diction is then narrowed to the Surat al-Hujurat verse 13. Interpretation of that paragraph provides a new paradigm that looked at gender relations is not only related to gender identity and their alignment patterns in beberaba field. However, the construction of the Qur’an regarding gender relations requires a construction formula with crochet toward informed consent Allah through the Qur’an. Construction of gender relations in the form of al-taarof. Interpretation of al-taaruf provides a narrative of the Qur’an that to link between gender identity, formula construction, as well as the direction of the goal.
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Dan Penangananya Terhadap Perempuan Dewasa Di Kota Surabaya Tahun 2018 S/D Bulan Juli 2019 Mohammad Ikhwanuddin
MAQASID Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.776 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v9i2.6564

Abstract

ABSTRAKKota Surabaya memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, yang mencakup angka 60231 ribu jiwa di Kota Surabaya. Kepadatan tersebut menimbulkan banyak problem kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan kasus kekerasan dalam rumah tangga di antaranya  adalah kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan seksual, kekerasan pelentaran ekonomi dan kekerasan ekplolitasi, dan ini sesuai dengan data yang berada di Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya. Dan Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan Dan Pelindungan Anak memliki upaya dalam penangananya diantaranya yaitu, penanganan konseling, penanganan medis, penanganan Hukum.Kata kunci: Kekerasan dalam Rumah Tangga, Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Hukum Islam.
Feminisme Dalam Pandangan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Surabaya (Studi Tentang Keterlibatan Perempuan Di Ruang Politik) Afrizky Fajar Purnawan; Mohammad Ikhwanuddin
MAQASID Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.438 KB) | DOI: 10.30651/mqsd.v7i1.3327

Abstract

ABSTRAKPembicaraan kalangan feminis tidak lepas relasi keadilan gender antara laki-laki dan perempuan yang kaitanya dengan kontruksi sosial di masyarakat. Selain itu banyak organisasi maupun individu memahami feminisme dengan sudut pandang yang berbeda sehingga mengakibatkan munculnya banyak pandangan mengenai teori feminisme. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Feminisme menurut Pandangan PDA Kota Surabaya adalah laki-laki ataupun perempuan yang berbuat kebaikan dalam rangka untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat bisa disebut dengan feminis. Sedangkan keterlibatan perempuan di ruang politik menurut PDA Kota Surabaya sangatlah diperlukan, karena dengan terlibatannya perempuan di ruang politik, diharapankan dapat membuat dan mengeluarkan sebuah kebijakan yang ramah terhadap perempun. Selain itu dalam memperjuangkan kesetaraan gender terdapat kesamaan antara PDA Kota Surabaya dengan aliran feminisme Islam yang menggunakan teks-teks agama dalam memperkuat gerakannya.  Kata Kunci : Feminisme, PDA Kota Surabaya, Politik