Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GENERASI MUDA DAN PEKERJAAN DI SEKTOR PERTANIAN : FAKTOR PERSEPSI DAN MINAT (STUDI KASUS MAHASISWA POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MANOKWARI) Y. Yan Makabori; Triman Tapi
JURNAL TRITON Vol 10 No 2 (2019): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat untuk menekuni dunia pertanian semestinya menjadi alasan utama generasi muda memilih pendidikan berbasis vokasi pertanian, namun banyak faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan persepsi generasi muda khususnya mahasiswa Polbangtan Manokwari terhadap pertanian dan minat mereka akan bekerja di sektor pertanian serta mendeskripsikan faktor-faktor pembentuk minat tersebut. Penelitian yang dilaksanakan di Kampus Polbangtan Manokwari, dengan objek penelitiannya mahasiswa Polbangtan Manokwari, melalui pendekatan penelitian kuantitatif dan analisis data lewat uji statistik non-parametrik (uji Chi-Square dan Spearman), diperoleh informasi bahwa persepsi generasi muda terhadap pekerjaan di sektor pertanian secara keseluruhan adalah negatif. Artinya pekerjaan di sektor pertanian kurang diminati oleh generasi muda terdidik, karena adanya faktor yang bersifat push factor (pendorong)/faktor internal, dan pull factor (faktor penarik)/faktor eksternal. Tidak terdapat hubungan yang signifikan pada variabel internal maupun eksternal ketika dilakukan uji statistik. Faktor internal (motivasi, pengetahuan dan kepribadian) dan Faktor eksternal (status sosial ekonomi, sosialisasi pekerjaan dan tingkat kosmopolitan) pada generasi muda terlihat cenderung berpandangan negatif terhadap pekerjaan disektor pertanian dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor internal dan faktor eksternal dengan persepsi pekerjaan disektor pertanian. Oleh sebab itu, perlu adanya dukungan stake holder dan pemahaman pada generasi muda bahwa industri pertanian dapat menjadi inklusif serta bekerja sebagai petani juga merupakan suatu karir dengan reward yang memadai. Sektor pertanian akan menjadi sektor yang menarik dan menjanjikan apabila dikelola dengan tekun dan sungguh-sungguh.
ANALISIS SWOT KEBERADAAN KELEMBAGAAN KELOMPOKTANI AIMASI DALAM MEMBERIKAN KONTRIBUSI PADA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI DAN EKONOMI USAHA TANI DI DI KAMPUNG WASEKI POP DISTRIK PRAFI KABUPATEN MANOKWARI Afriansyah; Theresia Analina Pesik; Y. Yan Makabori
Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata dan Perhotelan Vol 1 No 1 (2022): Januari : Jurnal Ekonomi, Manajemen Pariwisata Dan Perhotelan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.536 KB) | DOI: 10.55606/jempper.v1i1.222

Abstract

Keberadaan kelembagaan kelompoktani di pedesaan sangat penting karena memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan usaha tani. tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan pada kelompoktani Aimasi serta menyusun strategi untuk pengembangan kelompoktani dalam memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan ekonomi usaha tani. Penelitian ini dilaksanakan dikampung Waseki Pop Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat selama 1 bulan, mulai dari 20 April - 20 Mei 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara mendalam dengan wawancara, observasi dilapangan dan kegiatan Focus Group Disscussion (FGD) Adapun parameter pengukuran dalam penelitian ini yaitu faktor peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan kelompoktani Aimasi selanjutnya data yang diperoleh di analisis dengan analisis SWOT (Strength, Weaknessess, Opportunities, dan Threats) untuk menentukan strategi Pengembangan Kelompoktani untuk pengembangan kelompoktani dalam memberikan kontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan ekonomi usaha tani. Faktor internal yang mempengaruhi pengembangan kelompoktani terbagi menjadi 2 yaitu kekuatan dan kelemahan. faktor eksternal yang mempengaruhi terbagi menjadi 2 yaitu peluang dan ancaman. Adapun dari hasil analisis SWOT strateginya yaitu: (1) Strategi S-O; (2) Strategi WO; (3) Strategi S-T; dan (4) strategi W-T. terdapat 7 faktor kekuatan, 7 faktor kelemahan, 4 faktor peluang dan 4 faktor ancaman. Adapun hasil analisis SWOT menunjukan bahwa strategi yang sangat diperlukan saat ini adalah pelatihan dan penyuluhan.