Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

TAFSIR SUNNI: SEJARAH DAN PERKEMBANGANNYA Muh. Khumaidi Ali; Aisyah Arsyad
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 6, No 2 (2021): AL-MUADDIB : JURNAL ILMU-ILMU SOSIAL DAN KEISLAMAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v6i2.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  definisi tafsir mazhab, untuk mengetahui sejarah perkembangan tafsir mazhab Sunni, Untuk Mengetahui ontoh penafsiran tafsir mazhab Sunni. Hasil Penelitian Menunjukkan Tafsir mazhab Sunni adalah produk tafsir Al-Qur’an yang dihasilkan oleh kelompok yang disebut dengan ahl al-sunnah wa al-jama’ah  yang tergabung dalam pola teologis dan fiqhi yakni Asy’ari-Maturidi dan Hanafi-Maliki-Syafi’i-Hanbali.  Metode dan corak tafsir Sunni yang berkembang di masa lalu (dimulai pada abad kedua Hijriah) selalu mewarnai tafsir yang lahir kemudian (modern / abad keempat belas hingga hari ini), di samping kemungkinan-kemungkinan yang mengiringi untuk melahirkan dan menambahkan corak baru. Contoh tafsir yang ada memperlihatkan bahwa tafsir Sunni senantiasa berusaha menghindari mengalihkan kha>t}ib mukha>t}ab suatu ayat. Khusus mengenai perbandingannya dengan faham Mu’tazilah, tafsir Sunni berpegang pada faham Asy’ariah yang menyerahkan urusan hidayah kepada Allah swt.
KISAH ISRAILIYAT DALAM TAFSIR IBN KATSIR (ANALISIS PENELUSURAN SURAH AL-BAQARAH) Tammulis; Aisyah Arsyad
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 4, No.2, July 2021
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.825 KB) | DOI: 10.31943/afkarjournal.v4i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kisah israiliyat yang terdapat dalam Tafsir Ibnu Katsir khususnya dalam surah al-Baqarah. Rumusan masalahnya adalah bagaimana embiriologi israiliyat dalam penafsiran ayat al-Qur’an dan bagaimana kedudukan israiliyat dalam tafsir Ibnu Katsir khususnya dalam surah al-Baqarah, penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan sumber data primernya adalah tafsir al-Qur’an al- adhzim yang ditulis oleh Ibnu Katsir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan sampel riwayat israiliyat yang ditemukan dalam surah al-Baqarah ternyata Ibnu Katsir memasukkan riwayat israiliyat itu dalam tafsirnya hanya sebagai wawasan atau ilmu bukan sebagai dasar penafsiran karena riwayat israiliyat hanya dijadikan tambahan dari penjelasannya bahkan beberapa riwayat israiliyat dikritik oleh Ibnu Katsir dan menunjukkan sikap resistensi terhadap riwayat tersebut.
KETERLIBATAN PEREMPUAN DALAM NAFKAH KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR’AN Ainun Dwi Hamdani; Aisyah Arsyad
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v6i1.25666

Abstract

This paper discusses the involvement of women in family support and its review in the qur’anic perspective. This study is a result of field research using an exegesis interpretive (tafsir) and a gender approach. The results of this study indicate that women's involvement in providing for the family is due to economic limitations and as a form of women's existence in society. Women who work adhering to religious values ​​about family life that support each other are formed from the prevailing religious structures in their environment, namely in the religious traditions they adhere to and carry out such as monthly routine studies or other religious traditions, for example in reading Surah Yasin and tausiyah on Friday nights. The perception of women who provide for their families still believes that providing a living is not the wife's obligation but is still the husband's obligation. For women in Lalebata village always maintain good intentions in helping the family's economy and still pay attention to the rules set by religion in order to minimize the negative impacts that can trigger rifts in the household.
KONSEP PEMAHAMAN TAFSIR GENDER (STUDI INTERPRETASI SAHABAT DALAM TAFSIR IBNU KATSIR) Akbar Umar; Aisyah Arsyad
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnalrisalah.v8i2.298

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengakses dan menganalisa isu gender menurut sahabat nabi yang termuat dalam tafsir Ibnu Katsir. Rumusan masalahnya yakni bagaimana gender perspektif sahabat nabi dalam tafsir Ibnu Katsir. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan yang data primernya ialah tafsir Ibnu Katsir. Adapun temuan artikel ini ialah tafsir gender sahabat nabi tidak jauh berbeda dengan pendapat tafsir klasik seperti penciptaan Hawa dari Adam, bolehnya berpoligami atas dasar keadilan serta hak suami sebagai pemimpin rumah tangga. Pendapat lain mengatakan bahwa tokoh mufassir dari kalangan sahabat tidak terbatas jumlahnya pada sepuluh orang saja termasuk Anas bin Malik, Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Jabir bin Abdillah, Abdullah bin Amru bin al-Ash dan Aisyah ra, hanya saja riwayat yang diambil dari mereka sangat sedikit dan tidak semasyhur ulama yang sepuluh.