Hepta Bungsu Agung Jayawardana
Universitas PGRI Argopuro Jember

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penggunaan Video Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh Manusia Kelas XI IPA MA At-Taqwa Ulfatul Hasanah; Waris Waris; Hepta Bungsu Agung Jayawardana
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3470

Abstract

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah mengikuti kegiatan belajar. Karena belajar itu sendiri merupakan suatu proses dari seseorang yang berusaha untuk memperoleh suatu bentuk perubahan perilaku yang relatif menetap Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pertahanan tubuh manusia melalui penggunaan video animasi sebagai media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi teknik yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu observasi, post-tes dan documentasi. Penelitian ini dilakukan sebanyak II siklus setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan. Berdasarkan hasil observasi awal dengan Ibu Sri Endah Suciati S.Pd. Selaku guru Biologi kelas XI IPA dilihat dari hasil ulangan harian siswa menunjukkan banyak siswa yang belum mencapai nilai yang memadai atau di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Di kelas XI IPA ada 20 siswa. (65%) siswa di antaranya nilainya Masih di bawah rata-rata (KKM 75) dan (35%) siswa sudah memenuhi KKM. Hal ini menunjukan bahwa proses pembelajaran masih kurang baik dan harus ditingkatkan. Setelah dilakukan penelitian hasil belajar siswa menunjukkan meningkat secara signifikan, yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 64,95 pada siklus I dan menjadi 81 pada siklus II. Ketuntasan belajar secara klasikal juga meningkat dari 50% menjadi 80%. Selain itu, keterlibatan siswa selama pembelajaran meningkat dari 50% menjadi 90%.
Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Biologi Hepta Bungsu Agung Jayawardana; Nurul Komaria
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v3i1.54

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong transformasi dalam dunia pendidikan, termasuk pembelajaran Biologi. Pemanfaatan AI berpotensi menciptakan pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik melalui berbagai teknologi, seperti generative AI, intelligent tutoring systems, laboratorium virtual, dan analisis data pembelajaran. Beragam penelitian mengenai implementasi AI dalam pembelajaran Biologi telah dipublikasikan, namun hasilnya masih tersebar sehingga diperlukan kajian yang mampu menyintesis temuan-temuan tersebut secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran Biologi, mengidentifikasi peluang dan tantangan implementasinya, serta merumuskan rekomendasi penerapannya. Penelitian menggunakan metode Narrative Literature Review dengan mengkaji berbagai artikel jurnal dan dokumen ilmiah yang relevan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, sintesis, dan interpretasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan personalisasi pembelajaran, mempermudah visualisasi konsep-konsep Biologi yang kompleks, mendukung laboratorium virtual, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, motivasi, dan keterlibatan peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa kompetensi digital pendidik, kesiapan infrastruktur, perlindungan privasi data, dan aspek etika penggunaan AI. Oleh karena itu, pemanfaatan AI perlu diimplementasikan secara bijaksana dengan tetap menempatkan guru sebagai fasilitator utama guna mewujudkan pembelajaran Biologi yang inovatif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.
Evolusi Media Pembelajaran Berbasis Phygital di PAUD: Tinjauan Literatur Sistematis Mengenai Integrasi Pengalaman Fisik dan Digital Diana Friwahyuni; Nur Zahratin Nafisah R; Hepta Bungsu Agung Jayawardana
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v3i1.55

Abstract

Digitalisasi pembelajaran pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) selama ini banyak diarahkan pada penggunaan layar (screen-time) yang berisiko menggeser interaksi fisik dan sensorimotor anak. Pendekatan phygital menawarkan alternatif dengan mengintegrasikan objek fisik yang dapat dimanipulasi langsung oleh anak dengan augmentasi digital, sehingga pengalaman belajar tetap berbasis gerak dan sentuhan tanpa kehilangan keunggulan interaktivitas teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis evolusi konsep, jenis, dan efektivitas media pembelajaran berbasis phygital pada PAUD melalui tinjauan literatur sistematis (systematic literature review) dengan mengikuti protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran dilakukan pada basis data Scopus, ScienceDirect, SpringerLink, serta Google Scholar/Mendeley terhadap publikasi tahun 2021–2026, menghasilkan 14 studi yang memenuhi kriteria inklusi dari 297 rekod awal. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa media phygital mencakup augmented reality berobjek fisik, robotika tangible, dan artefak bermain bersensor berkontribusi positif terhadap kemampuan kognitif, literasi awal, computational thinking, serta keterampilan sosial-emosional anak, dengan keunggulan dibanding media digital murni karena tetap mempertahankan keterlibatan motorik dan sosial. Tantangan utama meliputi kesenjangan infrastruktur, kesiapan kompetensi digital pendidik, dan risiko beban kognitif berlebih. Penelitian ini menegaskan kebaruan posisi phygital learning sebagai paradigma transisi yang relevan diadaptasi dalam Kurikulum di Indonesia.
Transformasi Pendidikan Biologi Melalui STEM-Digital Coding: Tren Global, Tantangan, dan Arah Riset Masa Depan Hepta Bungsu Agung Jayawardana
Journal of Educational Science and E-Learning Vol. 2 No. 2 (2025): Desember
Publisher : CV Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jese.v2i2.45

Abstract

Integrasi coding dalam pembelajaran Biologi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) merupakan inovasi pedagogis yang menjanjikan untuk mengembangkan keterampilan berpikir komputasi (Computational Thinking) siswa di abad ke-21. Meskipun popularitasnya meningkat, pemetaan komprehensif mengenai efektivitas dan hambatan implementasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi global, model implementasi, serta tantangan integrasi digital coding dalam pendidikan biologi. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA, penelitian ini meninjau artikel terpilih dari database bereputasi (Scopus dan Web of Science) yang diterbitkan dalam satu dekade terakhir. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan tren publikasi yang signifikan, dengan fokus dominan pada penggunaan block-based coding (seperti Scratch dan NetLogo) untuk memodelkan sistem biologis kompleks, khususnya dinamika ekosistem. Temuan studi mengonfirmasi bahwa pendekatan ini efektif dalam memvisualisasikan konsep abstrak dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Namun, tantangan utama yang teridentifikasi meliputi kurangnya kompetensi digital guru (teacher readiness) dan keterbatasan infrastruktur kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan modul pelatihan guru yang adaptif dan penelitian lebih lanjut terkait asesmen berbasis coding sebagai agenda prioritas masa depan.