Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UJI AKTIVITAS TONIKUM INFUSA BUAH KAPOLAGA (Amomum cardamomum) PADA MENCIT (Mus musculus) Gina Septiani Agustien; Susanti Susanti
Jurnal Farmagazine Vol 7, No 1 (2020): Jurnal Farmagazine
Publisher : STF Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47653/farm.v7i1.152

Abstract

Kebutuhan suplemen penambah stamina atau tonikum bisa didapatkan dari mengkonsumsi tanaman herbal. Pemanfaatan tanaman herbal untuk tonikum mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan senyawa sintetik. Buah kapolaga (Amomum cardamomum) adalah tanaman perdu banyak terdapat di wilayah Indonesia, masyarakat biasanya menggunakan kapolaga untuk bumbu masakan. Buah kapolaga memiliki potensi besar dalam bidang farmasi, yaitu adanya senyawa flavonoid yang bermanfaat sebagai tonikum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mengetahui efek tonikum pada mencit dan menentukan pada konsentrasi berapa dapat memberikan efek tonikum yang optimum. Uji efek tonikum dilakukan menggunakan uji renang kemudian dilihat waktu pada petahanan berenang mencit. Metode uji renang yang digunakan adalah natatory exhaustion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infusa buah kapolaga pada dosis 2,5 g/kgBB, 5,0 g/kgBB dan 10 g/kgBB pada metode ketahanan berenang menunjukkan efek tonikum pada mencit (Mus musculus). Infusa buah kapolaga pada konsentrasi 10 g/kgBB menunjukkan efek tonikum yang paling baik pada mencit, tetapi efeknya masih lebih kecil daripada pemberian kafein sebagai pembanding. Kata Kunci: Buah Kapolaga, Infusa, Mencit, Tonikum
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SABUN PEMBERSIH KEWANITAAN EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) TERHADAP Candida albicans ANTIFUNGAL ACTIVITY OF FEMININE HYGIENE BAY LEAF EXTRACT (Syzygium Polyanthum (Wight) Walp.) AGAINST Candida albicans Dila Yanti; Gina Septiani Agustien; Ali Nofriyaldi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i1.12694

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas antijamur terhadap C. albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik formulasi sediaan sabun cair pembersih kewanitaan ekstrak daun salam dan aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Sediaan dibuat 3 formula dengan konsentrasi ekstrak daun salam 6%, 9% dan 12%. Ekstrak daun salam dibuat dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan diperoleh ekstrak kental sebanyak 22,74%. Uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan media Potato Dextrose Agar. Evaluasi fisik sediaan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa, dan viskositas. Hasil pengujian menunjukkan sediaan sabun pembersih kewanitaan ekstrak daun salam telah memenuhi standar uji evaluasi fisik dan memiliki aktivitas antijamur. Diameter zona hambat sabun pada konsentrasi ekstrak 6% dan 9% secara berurutan adalah 6,84 mm dan 8,60 mm, yang termasuk klasifikasi respon daya hambat sedang. Sementara itu, konsentrasi 12% memiliki diameter zona hambat sebesar 11,92 mm dengan klasifikasi respon daya hambat kuat.
Optimalisasi Pemberdayaan Potensi Lokal Melalui Inovasi Tepat Guna Menuju Masyarakat Desa Sukaharja yang Mandiri Gina Septiani Agustien; Ihsanul Khindiq; Dina Anastasya
Journal of Empowerment Community Vol 8 No 2 (2026): Oktober 2026 (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v8i2.2793

Abstract

The Community Empowerment and Learning Community Service Program (KKN-PPM) of the University of Struggle Tasikmalaya was held in Sukaharja Village, Sariwangi District, Tasikmalaya Regency, aiming to increase community independence through optimizing local potential. The implementation method used a participatory approach in six focus areas: education, health, economy, environment, disaster mitigation, and institutions. As a result, there was an increase in community knowledge and skills in agricultural product management, digital marketing, and environmental management. The formation of assisted groups such as waste banks and digital Micro, Small, and Medium Enterprises (KKN) is an indicator of the program's success and sustainability. It was concluded that this collaborative strategy based on local potential is effective as a catalyst for change towards an independent and sustainable village community.