Minto Basuki
Jurusan Teknik Perkapalan, FTMK ITATS

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISA KEGAGALAN OPERASIONAL MOTOR INDUK PADA KAPAL KM XYZ MENGGUNAKAN METODE FMEA ( FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ) Moh Syahroni F; Minto Basuki; Suejitno Suejitno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegagalan motor induk pada kapal sangat berdampak buruk terhadap operasional kapal, terjadinya kegagalan pada motor induk dan komponen-komponennya akan mengakibatkan gangguan pada saat operasional kapal. Penelitian ini dilakukan pada kapal KMP Satria Nusantara, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah kegagalan operasional motor induk yang di sebabkan oleh patahnya ring piston dan cylinder blok memuai. Adapun mode kegagalan pada komponen motor induk nilai RPN tertinggi yang pertama adalah pada saat kerusakan komponen katup (valve) yaitu batang katup aus/mengecil yang diakibatkan oleh pelumasan oli yang kurang sempurna dan mengakibatkan oli mesin cepat berkurang dengan nilai RPN 72,24. Komponen yang kedua adalah injector yaitu tersumbat lubang injector akibat kerak karbon menutupi injector dengan nilai RPN 29,69. Yang ketiga adalah kerusakan komponen cylinder head retak akibat pelumasan oli yang kurang sempurna dengan nilai RPN 67. Kerusakan yang keempat terjadi pada komponen piston yaitu ring piston patah yang diakibatkan pemakaian oli pelumas yang terlalu lama, sirkulasi oli pelumas tidak lancar dengan nilai RPN 34,56.
“STUDY PERENCANAAN MODIFIKASI KAPAL LCT KM.“TRISNA DWITYA” MENJADI KAPAL FERRY DI PT. DOK PERKAPALAN SURABAYA (Persero) DITINJAU DARI SEGI TEKNIS”. Krisna Setyawan; Minto Basuki; Soejitno Soejitno
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal sebagai sarana alat transportasi laut yang berfungsi untuk memindahkan barang (muatan) dan penumpang (Orang) dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Salah satu bentuk sarana alat transportasi laut adalah kapal berjenis LCT (Landing Craft Tank). Karena peraturan pemerintah tentang larangan kapal LCT untuk beroperasi di perairan Indonesia, mengharuskan untuk merubah kapal LCT menjadi tipe lain sebagai sarana transportasi laut. Memodifikasi kapal LCT menjadi kapal ferry banyak dilakukan tetapi perlu peninjauan ulang tentang masalah teknis. Dalam skripsi ini dilakukan penelitian modifikasi kapal LCT KM “Trisna Dwitya” ke kapal Ferry di PT. Dok Perkapalan Surabaya (Persero) ditinjau dari aspek teknis. Hasil dari skripsi dapat disimpulkan bahwa harga perbandingan displacement kapal 58.218 Ton (Koreksi 0.35% 0.50%) dengan koreksi lambung timbul (actual freeboard 1.32 m ? freeboard minimum 0.66 m) serta kapal mengalami trim buritan sebesar 0.131 m dengan perubahan konstruksi kapal yang terletak pada penambahan deck konstruksi antara lain : konstruksi poop deck, konstruksi boat deck, konstruksi navigation deck dan konstruksi top deck yang semuanya memenuhi aturan klasifikasi serta kondisi stabilitas kapal yang memenuhi kriteria titik Gz (lengan stabilitas) dengan titik oleng ± 10 detik dari semua kondisi yang telah ditentukan oleh aturan klasifikasi dan memenuhi persyaratan IMO. kapal modifikasi LCT menjadi kapal jenis Ferry memenuhi persyaratan perencanaan yang ditinjau dari segi teknis.
ANALISA RISIKO PENCEMARAN LINGKUNGAN AKIBAT OPERASIONAL KAPAL DI PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA M Ravi Rohmatulloh; Minto Basuki; I Putu Andhi I K
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnnya aktivitas pelayaran di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya akan menyebabkan tingkat risiko pencemaran lingkungan ( laut, darat dan udara). Tujuan utama penelitian ini adalah pencemaran udara pada operasional kapal di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan sistem pencemaran udara yang sudah diatur oleh MARPOL. Metode yang digunakan dalam penelitian ini khususnya dalam menganalisis data menggunakan metode regrasi yang sudah diteliti oleh trozzi. Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini adalah bahwa pada polutan Nox hasil terbanyak dalam waktu 3 hari yaitu polutan yang dikeluarkan pada hari pertama dengan jumlah Total Emisi Nox 2987,584534 Kg, Total Emisi CO 12859,60299 Kg, Total Emisi CO2 415663,9352 Kg, Total Emisi VOC 3000,574032 Kg, Total Emisi PM 155,8739757 Kg, Total Emisi Sox 2597,899595 Kg. emisi gas buang yang dikeluarkan rata- rata di atas ambang batas. Dimana batas kualitas udara yang tergolong untuk dikatakan berpotensi pencemaran adalah 12,51 sedangkan hasil perhitungan yang didapat yaitu dengan jumlah 61,09055556 begitupun dengan hasil yang lainnya.
ANALISA RISIKO OPERASIONAL PROSES BANGUNAN KAPAL BARU (STUDI KASUS PEMBANGUNAN KAPAL LPD 124 M DI PT. PAL INDONESIA (PERSERO)) Candra Permana P; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan kapal baru yang melalui serangkaian tahapan proses produksi yang panjang seringkali terjadi beberapa hambatan, baik hambatan dalam hal teknis maupun non-teknis yang dapat mempengaruhi kegiatan/proses produksi tersebut sehingga target yang dituju meleset/tidak tercapai. Penurunan kualitas pada proses bangunan kapal baru dapat menyebabkan beberapa risiko yang berdampak buruk pada proses maupun hasil dari pekerjaan. Risiko-risiko apa saja yang dapat terjadi dan apa pencegahan yang diberikan agar risiko tersebut berkurang atau bahkan hilang pada proses bangunan kapal baru. Untuk menyelesaikan permasalahan ini dilakukan analisa risiko dengan menggunakan metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pada Fitting On Sub Assembly/Assembly Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu ketidaklurusan (Missallignment) dengan nilai RPN 161, pada Welding On Sub Assembly/Assembly Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu retak (Crack) dengan nilai RPN 175, pada Fitting On Erection Shop dengan potensi kegagalan tertinggi yaitu ketidaklurusan (Missallignment) dengan nilai RPN 199,8, dan Welding On Erection Shop potensi kegagalan tertinggi yaitu las putar (Round Weld) dengan nilai RPN 149. Adapun proses mitigasi risiko operasional pembangunan kapal baru maka harus dilakukan tindakan Fitt Up dan Check Accuracy. Selanjutnya pada proses Welding perlu dilakukan pengecekan permukaan material, cek gap pengelasan, cek gas yang akan digunakan, memahami WPS, dan skill tukang las.
PERBANDINGAN PENGGUNAAN ANGLE BAR DAN FLAT BAR PADA HARBOUR TUGS 3200HP DI PT BATAMEC SHIPYARD MENGGUNAKAN RUMUS EMPHIRIS DENGAN STANDART ABS Muhammad Rum Sulaiman; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumus emphiris adalah rumus perhitungan menggunakan pendekatan dimana user melakukan perhitungan secara manual. Dalam penulisan ini pendekatan yang dilakukan ada 2 cara, yaitu yang pertama dengan menggunakan rule ABS (American Bureau of Shipping) mengacu pada nilai tidak kurang yang ada di rencana konstruksi kapal harbour tugs 3200HP di galangan PT. Batamec Shipyard. dengan 2 pendekatan tersebut maka akan didapatkan 2 hasil modulus penampang (cm3) yang berbeda, untuk selanjutnya dicocokan dengan MTO (Material Take Out) dari kapal harbour tugs 3200HP di galangan PT. Batamec Shipyard. Setelah perhitungan dan data MTO (Material Take Out) ditemukan kesamaan, yang berarti nilai Modulus dari material pada data MTO (Material Take Out) tersebut tidak boleh lebih kecil dari perhitungan yang dilakukan, maka selanjutnya dilakukan analisa ekonomis dengan batasan, yaitu harga material dan upah manpower di area batam. bila pengambilan material dilakukan di daerah luar maka perlu dimasukan biaya pengiriman.
ANALISA BIAYA DAN WAKTU PROJECT CRASHING PADA PEMBANGUNAN KAPAL BARU (STUDI KASUS PEMMBANGUNAN KAPAL CARGO RO-PAX 300 DI PT. ADILUHUNG SARANA SEGARA INDONESIA) Mas Nabilah WK; Minto Basuki; Erifive Pranatal
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan Pendekatan Multidisiplin Menuju Teknologi dan Industri yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tolak ukur keberhasilan proyek pembangunan kapal baru adalah lama waktu penyelesaian baik tahapan proses produksi maupun keseluruhan proyek disamping biaya dan kualitas hasil pekerjaan. Oleh karena itu dalam skripsi ini dilakukan penelitian untuk mengoptimasikan perencanaan waktu proses produksi dalam suatu proyek pembangunan kapal baru dengan membuat jaringan kerja proyek (network), mencari kegiatan-kegiatan yang kritis dan menghitung durasi proyek menggunakan program Microsoft Project 2013. Metode yang dipakai untuk menganalisa biaya dan waktu adalah metode crash, dengan cara mempercepat durasi kegiatan-kegiatan yang terletak pada jalur kritis, kemudian menghitung perubahan biaya proyek yang terjadi karena percepatan. Cara ini dilakukan terus-menerus hingga tidak mungkin lagi dilakukan pengurangan waktu pelaksanaan. Hasil dari skripsi ini dapat di peroleh perbandingan antara waktu dan biaya proyek sebelum dan sesudah crashing. Berdasarkan dari hasil analisa time cost trade off dengan perbandingan percepatan alternatif A,B dan C, maka diperoleh durasi dan biaya yang optimal pada percepatan alternatif B dengan penambahan 1 grup tenaga kerja perhari pada lintasan kritis, diperoleh pengurangan hari sebesar 142 hari, dari durasi normal 285 hari menjadi 143 hari dengan perubahan biaya proyek akibat penambahan jam kerja dari biaya normal Rp.41.895.000 menjadi Rp.69.825.000 (selisih biaya Rp.20.947.500) dan cost slope Rp.147.518. – font 9 pt