Hidayat Tulloh
UPN “Veteran” Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Low Salinity Waterflooding dalam Meningkatkan Perolehan Minyak pada Reservoir Batupasir dan Karbonat Muhammad Rizky Nugroho; Cahyadi Julianto; Aldi Priambodo; Hidayat Tulloh
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low Salinity Waterflooding (LSW) merupakan salah satu metode Enhanced Oil Recovery (EOR), merupakan pengembangan dari waterflooding konvensional. LSW bertujuan untuk meningkatkan perolehan minyak di reservoir dengan cara menurunkan salinitas pada air injeksi. Pada batuan karbonat, recovery didapat lebih banyak pada penginjeksian air laut. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak seperti batupasir dengan kandungan clay tinggi, air salinitas rendah tidak mampu bekerja dengan baik pada reservoir karbonat karena kandungan clay nya sedikit dan mengandung mineral muatan positif.  Pada batupasir terdapat beberapa mekanisme yang dapat terjadi, yaitu Fine Migration, yang mengakibatkan permeabilitas reservoir lebih seragam karena terjadinya swelling, kemudian Multicomponent Ion Exchange yang akan menyebabkan perubahan wettabilitas batuan, selain itu terjadi juga Ligand Bridging yang hampir sama dengan MIE, dan terakhir adalah Wettability Alteration yang menyebabkan perubahan wettabilitas batuan. Untuk LSW pada batuan karbonat terdapat dua mekanisme yang dapat terjadi, yaitu multi-component ion exchange yang mengakibatkan perubahan wetabilitas batuan, serta penurunan tegangan permukaan (interfacial tension/IFT). Kondisi terjadinya kedua mekanisme tersebut dipengaruhi oleh temperatur dan konsentrasi garam pada air injeksi, dimana multi-component ion exchange terjadi saat temperatur tinggi dan konsentrasi garam pada air injeksi tinggi, adapun penurunan IFT terjadi saat suhu rendah dan konsentrasi garam dalam air injeksi rendah.
Studi Perencanaan dan Pelaksanaan Squeeze Cementing Metode Bradenhead Squeeze untuk Water Shut Off pada Sumur Minyak dengan Water Cut Tinggi Aldi Priambodo; Cahyadi Julianto; Muhammad Rizky Nugroho; Hidayat Tulloh
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2020: Memberdayakan Riset dan Inovasi untuk Teknologi yang Berkelanjutan
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Squeeze cementing merupakan jenis secondary cementing berupa proses aplikasi tekanan hidrolis untuk mendesak bubur semen masuk ke celah kosong di formasi dengan tujuan untuk memperbaiki kerusakan pada primary cementing. Sumur X merupakan sumur project waterflood yang terletak pada formasi baturaja, dominasi batugamping dengan porositas sebesar 16%, dan permeabilitas 65 mD. Riwayat produksi sumur X menunjukan adanya penurunan produksi minyak dari 134 Bbl menjadi 14.2 Bbl, dan peningkatan water cut secara signifikan dari 45% hingga 96% dalam waktu 6 bulan. Hal tersebut ditindaklanjuti dengan analisa cement bond log ditunjukan pembacaan amplitudo sebesar 62 mV. Indikasi kerusakan pada primary cementing tersebut mengakibatkan terbentuknya channel. Indikasi kerusakan tersebut diperkuat dengan nilai porositas yang tinggi pada formasi limestone yang menjadi salah satu penyebab terjadinya lost circulation selama program pemboran waterflood. Melalui channel tersebut air ikut masuk dan terproduksi, sehingga terjadi peningkatan water cut yang mengakibatkan produksi air pada sumur X meningkat secara signifikan. Untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan program squeeze cementing dengan metode packerless low-pressure squeeze atau Bradenhead Squeeze dengan pertimbangan kondisi sumur dan tekanan yang diaplikasikan selama proses penyemenan. Hasil squeeze cementing mampu mengatasi water channeling pada sumur X, dengan perubahan nilai amplitudo hasil pembacaan Cement Bond Log menjadi 20 mV, perbaikan nilai bond index, dan penurunan water cut setelah pelaksanaan program squeeze cementing tersebut.