Luthfi Parinduri
Dosen Fakultas Teknik, Universitas Islam Sumatera Utara Jl. SM. Raja Teladan, Medan (20217)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisa Hidrologi Dengan Metode Geolistrik Susunan Elektroda Schlumberger Di Pesantren Modern Babusalam Ramayulis Nasution; Luthfi Parinduri; Yusmartato Yusmartato
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 4, No 1 (2019): Edisi Februari
Publisher : JET (Journal of Electrical Technology)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.05 KB)

Abstract

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan air bersih di suatu tempat banyak upaya yang dapat dilakukan sesuai kondisi dan potensi yang ada. Khusus untuk pembuatan sumur bor air tanah dalam (deep well), sejatinya sebelum pembangunan sarana air bersih dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan penyelidikan geologi dan hidrogeologi sebagai bagian kegiatan eksplorasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendugaan geolistrik susunan elektroda schlumberger dengan maksud dan tujuan diantaranya untuk memperkirakan ada tidaknya lapisan pembawa air (akifer) dan mencari/ mengetahui letak, posisi, ketebalan, kedalaman dan penyebaran lapisan  pembawa air (akifer) bawah permukaan. Lokasi penyelidikan berada di Pondok Pesantren Modern Babusalam Dusun Dahlia, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di lokasi ini dilakukan pengukuran geolistrik sebanyak 2 (dua) titik ukur. Dari hasil pengukuran geolistrik untuk air tanah dalam , akifer berada pada kedalaman  38,10  –    138,40 - 200 meter  dengan tahanan jenis vertikal batuan sebenarnya sebenarnya 27  dan 65 Ωm adalah batuan dengan tingkat porositas yang baik, fisik batuan kurang kompak dapat bertindak sebagai akifer dangkal sampai dalam yang produktif dengan  kesarangan air sedang, akumulasi air melalui sistem antar pori/butir. Saran untuk pemboran, dapat dilakukan pemboran sampai kedalaman 180 m dengan kedalaman konstruksi 162 meter.
PENETAPAN TARIF BERSUBSIDI PENUMPANG MODA RAYA TERPADU JAKARTA PHASE I Luthfi Parinduri
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.956 KB)

Abstract

Mass Rapid Transit (MRT) merupakan sistem transportasi massal dan transit cepat berbasis rel listrik yang efektif dan nyaman. MRT telah banyak diterapkan di  kota-kota besar didunia. Pengertian Mass Rapid Transit secara harfiah adalah angkutan yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar dengan cepat  Pada akhir Maret 2019 secara resmi Jakarta telah memiliki (MRT) atau Moda Raya Terpadu. Keberadaan MRT tersebut  diharapkan menjadi bagian dari solusi masalah kemacatan transportasi di Jakarta. Dengan selesainya pembangunan MRT Jakarta phase I  dari Lebak Bulus ke Bundaran Hotel Indonesia dan sebaliknya dengan jarak 15,7 km akan mampu melayani penumpang turun  dan naik melalui 13 stasiun yang disediakan. Keberadaan MRT diharapkan akan memberi daya tarik bagi masyarakat untuk beralih dari menggunakan kendaraan prabadi ke sarana transportasi masal tersebut. Pilihan masyarakat untuk beralih disamping masalah effisiensi dan kenyamanan adalah ongkos (tarif) angkutan yang murah dan terjangkau. Untuk itu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  telah menetapkan tarif bersubsidi kepada penumpang rata rata sebesar Rp. 800,- per km. Subsidi yang ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta  adalah sebesar Rp. 21.659,- untuk setiap penumpang, berdasarkan assumsi jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 65..000 perhari. Penumpang yang diproyeksikan akan meningkat mencapai kapasitas disain sebesar 173.000 penumpang perhari maka  jumlah subsidi akan dapat ditekan.