Lu’luin Najwa
Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Analisis Swot dalam Perencanaan Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Eneng Garnika; Baiq Rohiyatun; Lu’luin Najwa
Alignment:Journal of Administration and Educational Management Vol 4 No 2 (2021): Alignment:Journal of Administration and Educational Management
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/alignment.v4i2.3031

Abstract

The purpose of this study is to describe, 1) the implementation of SWOT analysis in improving the quality of education in elementary schools; 2) supporting factors, and inhibiting SWOT analysis; 3) strategies for improving the quality of education by schools. This research method is descriptive qualitative with case study design. Collecting research data using observation, interviews, and documentation studies and then analyzed using data triangulation. The results of the SWOT analysis at SDN 7 Mataram are a) strengths, namely the first strategic location of the school (in downtown Mataram). second, the condition and completeness of good facilities and infrastructure; third, human resources (educators and education personnel have qualifications; fourth, a conducive, comfortable and beautiful school climate. Fourth, the fifth standard of the learning process, assessment standards are coordinated with parents and guardians of students; b) Weaknesses, namely from the external environment, namely the lack of concern for parents for the school environment; c) opportunities, namely student guardians facilitate the needs of students in terms of academic and non-academic, students have talents and achievements that often win competitions at the city and provincial level, relations with residents around the school run well and harmoniously; d) treaths (challenges), namely guardians of students who are very critical of the development of students so that teachers must be wiser in making decisions and attitudes. In conclusion, the supporting factors for implementing the SWOT analysis in SDN are human resources, namely stakeholders who are proactive in providing information, and carry out progressive development and principals in school evaluation and development, and strategic planning. The inhibiting factor for implementing the SWOT analysis in SDN is the lack of community support and public understanding of school management. Strategies to improve the quality of education at SDN 7 Mataram by increasing the Koran program, strengthening character education, adding extracurricular activities, creating excellent activities with school characteristics, and strengthening student counseling. Keywords: SWOT Analysis, Implementation, Quality of Education
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif dengan Program Adobe Flash Bagi Guru SMPLB di SLB Negeri Pembina Prov. NTB Wiwiek Zainar Sri Utami; Lu’luin Najwa
Abdi Masyarakat Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.636 KB) | DOI: 10.36312/abdi.v1i2.903

Abstract

Pelatihan pengembangan media pembelajaran multimedia dengan pemanfaatan program Adobe Flash  bertujuan untuk memberikan ketrampilan dalam pembuatan media pembelajaran multimedia yang menarik dengan cara yang relatif mudah. Dengan dikuasainya media pembelajaran multimedia oleh para guru diharapkan akan pemicu minat  siswa untuk lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran, dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah Metode Presentasi mengenai pengenalan software, kemanfaataannya, dan penerapannya dalam pembuatan media pembelajaran interaktif, Metode Demonstrasi mengenai pengoperasionalisasian program dan Metode Praktik yaitu pembuatan media pembelajaran secara langsung oleh peserta sesuai dengan mata  pelajaran masing-masing dengan pemanfaatan program Adobe Flash. Metode evaluasi dengan mengamati perbedaan kemampuan guru sebelum dan setelah pelatihan. Dari hasil yang  dicapai terlihat peningkatan kemampuan yang cukup signifikan dibanding dengan sebelum dilatih, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta . Evaluasi hasil dilihat dari penilaian tugas praktik yang menggambarkan keberhasilan materi yang telah disajikan. Selain itu juga dicermati kinerja dan partisipasi para peserta. Di akhir kegiatan Tim menjaring data kebermaknaan program pada para peserta. Diharapkan agar program pelatihan ini terus diadakan karena sangat dirasakan manfaatnya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Bertema Kewirausahaan dan Gaya Hidup Berkelanjutan Lu’luin Najwa; Hardiansyah
Jurnal Diferensiasi: Jurnal Hasil Penelitian, Pengembangan dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Masyarakat Cita Insani (YAMACITA): Bergerak Dibidang Penelitian, Pendidikan, Pelatihan, Reasearch

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66957/55z6v670

Abstract

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan komponen strategis dalam Kurikulum Merdeka yang dirancang untuk membentuk karakter, kompetensi, dan keterampilan masa depan peserta didik melalui pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi P5 dengan fokus pada tema Kewirausahaan dan Gaya Hidup Berkelanjutan di Sekolah Dasar Negeri 2 Ampenan sebagai studi kasus. Dorongan penelitian ini didasari oleh pentingnya menanamkan nilai kreativitas, kemandirian, dan kepedulian lingkungan sejak pendidikan dasar, serta kebutuhan untuk memahami sejauh mana P5 dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus, melibatkan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis data statistik sederhana untuk mengukur kecenderungan capaian siswa. Penelitian dilaksanakan selama delapan minggu dengan melibatkan 32 siswa kelas V, guru fasilitator, dan unsur pimpinan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan P5 mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi peluang usaha sederhana berbasis bahan ramah lingkungan, memunculkan kesadaran perilaku berkelanjutan, serta meningkatkan kemampuan kolaboratif dan kreatif. Produk siswa seperti kompos, pot tanam dari barang daur ulang, dan tas ramah lingkungan menjadi bukti nyata ketercapaian kompetensi proyek. Temuan ini juga memperlihatkan sejumlah tantangan implementasi, termasuk keterbatasan fasilitas pendukung dan kebutuhan peningkatan kompetensi guru sebagai fasilitator proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi tema kewirausahaan dan gaya hidup berkelanjutan dalam P5 mampu memberikan pengalaman belajar bermakna, relevan, dan aplikatif bagi siswa sekolah dasar. Rekomendasi diberikan untuk memperkuat dukungan sekolah dan menyusun model evaluasi autentik yang lebih komprehensif.