Claim Missing Document
Check
Articles

STANDAR SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN Rohiyatun, Baiq
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.072 KB)

Abstract

Abstrak: Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah merupakan faktor pendukung terlaksananya  program  sekolah,  khususnya  kegiatan  pembelajaran  yang  dilakukan guru. Sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah harus dikelola dengan baik, dengan tujuan jika warga sekolah hendak memerlukan atau menggunakannya, maka sarana dan prasarana tersebut dalam keadaan siap pakai. Menurut perspektif pemerintah, kegiatan manajemen sarana dan prasarana pendidikan setidak-tidaknya memiliki delapan  (8)  mata  rantai  kegiatan.  Sementara  menurut  Peraturan  Menteri  No  24 Tahun 2007 bahwa Standar Nasional Pendidikan tentang Sarana dan Prasarana mencakup tujuh (7) kegiatan manajemen. Guna mengoptimalkan pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan dan pengahapusan sarana dan prasarana pendidikan, maka diperlukan perencanaan yang matang, sehingga sekolah dituntut  untuk  memiliki  kemandirian  untuk  mengatur  dan  mengurus  sekolah menurut kebutuhan berdasarkan aspirasi dan partisipasi warga sekolah dengan tetap mengacu pada peraturan dan perundangan-undangan yang berlaku. Pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah itu memang harus di kelola secara baik dengan perencanaan yang baik pula. Sarana dan prasarana pendidikan sangatlah bermanfaat dan berperan penting untuk menunjang kelancaran proses pendidikan karena meskipun KBM (kegiatan Belajar Mengajar) sudah baik, namun tidak didukung dengan alat-alat atau sarana prasarana pendidikan maka hasil yang dicapai tidak akan sesempurna yang diharapkan. Untuk itu perhatian terhadap pengelolaan semua sarana dan prasarana atau perlengkapan  di sekolah memang harus di prioritaskan demi terealisasinya tujuan utama dari adanya perlengkapan ini mampu mendukung penyuksesan dalam pembelajaran. Kata Kunci: Standar, Sarana Prasarana Pendidikan 
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Rohiyatun, Baiq; Zulkipli, Zukipli
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Volume 2 Nomor 2 Oktober 2016
Publisher : Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.107 KB)

Abstract

Berdasarkan salah satu dari empat kompetensi yang dimiliki guru yaitukompetensi pedagogik, guru harusnya bisa lebih memahami peserta didiknya baik dariaspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya.Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Apakah ada korelasiantara kompetensi pedagogik guru dengan motivasi belajar siswa di SMPN 1 PrayaBarat tahun pelajaran 2014/2015?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui ada tidaknya korelasi antara kompetensi pedagogik guru dengan motivasibelajar siswa di SMPN 1 Praya Barat tahun pelajaran 2014/2015. Metodepengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket sebagai metodepokok, sedangkan metode analisis data menggunakan rumus koefesien korelasiproduct moment. Dari hasil perhitungan rxy yang dieroleh dalam penelitian ini adalah0,347, sedangkan nilai rxydalam tabel dengan taraf signifikansi 5% dan N=44 adalah0,297 atau (0,347>0,297), kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai ? lebih besardari pada . Maka dapat dikemukakan bahwa Hipotesis Nol (H0) ?ditolak? danHipotesis alternatif (Ha) ?diterima?. Jadi kesimpulan analisis dalam penelitian iniadalah: Ada Korelasi Antara Kompetensi Pedagogik Guru dengan Motivasi BelajarSiswa di SMPN 1 Praya Barat Tahun Pelajaran 2014/2015 dalam kategori rendah.
ANALISIS KETERLIBATAN GURU DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN (KAJIAN TEORITIS ORGANISASI SEKOLAH) Rohiyatun, Baiq
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Volume 1 Nomor 1 April 2016
Publisher : Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.593 KB)

Abstract

Membuat keputusan dan pemecahan masalah merupakan salah satu peranan yangharus dimainkan setiap leader dan manajer. Semua fungsi manajemen seperti perencanaan,pengarahan, dan pengawasan. Kepala sekolah adalah anggota dalam organisasi sekolah yangsecara formal memikul tanggung jawab administrator di sekolahnya. Dalam memikultanggung jawabnya, kepala sekolah dihadapkan kepada berbagai masalah yang muncul dalamrangkaian kegiatan administrasi atau managemen. Masalah itu di samping beragam jugasangat kompeks sehingga memerlukan pemahaman dan keterampilan untuk menemukan danmempertimbangkan sejumlah alternatif pemecahanya ini tidak lain terkait dengan prosespengambilan keputusan. Pengambilan keputusan yang efektif adalah apabila setiap prosesnyadilakukan secara cermat dan menghasilkan keputusan yang tepat dalam kaitannya dengantujuan organisasi. Dalam organisasi sekolah, untuk dapat menghasilkan keputusan yang tepat,kepala sekolah dapat melibatkan guru dalam proses penentuan keputusan. Keterlibatan gurudalam pengambilan keputusan sangat berpengaruh besar dalam peningkatan kualitas guru.Kualitas tidak hanya dimaknai bahwa guru tersebut semakin banyak menguasai materi dan tehnikmengajar, tetapi dari segi moral kerja dan motivasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabjuga akan berdampak positif. Keterlibatan guru dalam kerjasama pengambilan keputusanmemiliki nilai yang sangat penting karena cenderung akan menghasilkan keputusanyang lebih berkualitas dari pada keputusan yang bersumber dari seorang individu saja.Kata Kunci: keterlibatan, pengambilan keputusan, organisasi sekolah
PELATIHAN PENYUSUNAN PANDUAN SEKOLAH SEHAT DALAM RANGKA IKHTIAR PENCEGAHAN COVID 19 BAGI GURU PAUD UNA ZAIDAH; BAIQ ROHIYATUN; LU’LUIN NAJWA; ENENG GARNIKA; DEWI RAYANI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v1i2.974

Abstract

The healthy education in schools is mainly focused on strategies to create the schools that have a normal learning environment, both physically and mentally. The healthy schools is characterized by a clean, beautiful, orderly situation and existence of family values in order to achieve the internal and external well-being of all school members. The healthy school makes every school member carry out useful, effective activities for school and outside of school. The efforts to maintain healthy schools during Covid-19 at PAUD Permata Bangsa Kodya asri Mataram have been attempted, but not have guidelines in an effort to organize healthy schools according to standards. The existence of the healthy schools is the most important this as an effort to prioritize health or healthy living habits in schools that are applied in the school environment during the Covid-19 situation and beyond. The result of this activities is there is a healthy school guide draft that prepared which is will be developed by teachers and can be implemented in the learning process at PAUD Permata Bangsa. ABSTRAK Pendidikan sehat di sekolah utamanya difokuskan pada strategi membuat sekolah yang memiliki lingkungan belajar yang normal atau tidak sakit, baik secara fisik dan mental. Sekolah sehat ditandai dengan situasi yang bersih, indah, tertib dan adanya nilai-nilai keluarga dalam rangka mencapai kesejahteraan internal dan eksternal dari semua warga sekolah. Sekolah yang sehat membuat setiap warga sekolah melakukan kegiatan yang bermanfaat, berguna dan efektif untuk sekolah dan luar sekolah. Upaya menjaga sekolah sehat saat covid-19 di PAUD PERMATA BANGSA Kodya Asri Mataram sudah diupayakan, namun belum memiliki panduan dalam upaya menyelenggarakan sekolah sehat sesuai standar. Keberadaan sekolah sehat merupakan hal terpenting sebagai salah satu upaya mengutamakan kesehatan atau kebiasaan hidup sehat di sekolah yang diterapkan di lingkungan sekolah pada saat situasi covid 19 dan selanjutnya. Hasil kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yaitu telah disusun draf Panduan Sekolah Sehat yang nantinya akan dikembangkan oleh guru dan dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di PAUD Permata Bangsa.
Pengelolaan Biaya Pendidikan yang Efektif pada Pelaksanaan Program Kegiatan PAUD Rinjani Sebagai Lembaga Trifungsi Pendidikan (TPA, KB dan TK) Baiq Rohiyatun
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.923 KB) | DOI: 10.36312/jime.v4i1.339

Abstract

Pengelolaan biaya pendidikan yang transparan dan akuntanbel akan mendorong terjadinya pengelolaan biaya pendidikan yang efekif. Sedangkan pengelolaan yang efektif pada dasarnya melaksanakan manajemen yang meliputi proses: perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengendalian (controlling) berbagai usaha anggota organisasi dan penggunaan sumber –sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.  Tujuan penelitian adalah: Bagaimana pengelolaan biaya pendidikan lembaga trifungsi yang diselenggarakan oleh PAUD Rinjani. Penelitian ini menggunakan   pendekatan   kualitatif. Sedangkan jenis penelitian adalah studi kasus. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: (1) Wawancara Mendalam (indept interview), (2) observasi Berperan serta, (3) studi dokumen. Tehnik analisis data adalah suatu proses sistematis pencarian dan penyesuaian transkip wawancara,   catatan   lapangan,   dan   materi   lainnya   yang   telah   terkumpul   untuk meningkatkan pemahaman dan kemungkinan seseorang menyajikan apa-apa yang telah ditemukannya kepada orang lain. Temuan penelitian yaitu perencanaan yang dilakukan oleh PAUD Rinjani Unram dalam pengadaan biaya pendidikan melibatkan team pengelolaan PAUD Rinjani Unram. Dalam  penelitian  ini  ditemukan  berbagai bentuk  bantuan  dana PAUD  yang diperoleh  dari or a ngt u a  pe ser ta  di dik,  yai t u  b er up a  iuran bulanan,  sumbangan  sukarela  yang dapat berupa uang atau barang (bahan sembako seperti beras, kacang ijo, susu),  bantuan tenaga, dan  sebagai narasumber.  Untuk mekanisme penetapan biaya pendidikan peserta didik melibatkan semua pemangku kepentingan internal antara lain: Pembina PAUD, pengelola, kepala sekolah dan guru sedangkan dalam penyusunan Rencana anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS) disesuaikan dengan pemasukan  dan pengeluaran keuangan PAUD. Dalam menyusun RAPBS, prinsip penentuan program yang akan dimasukkan kedalam draf usulan RAPBS dilakukan berdasarkan tingkat urgensinya. Kepala PAUD Rinjani berpendapat bahwa program yang wajib diprioritaskan adalah program yang berkenaan dengan proses pembelajaran. Untuk tahap akhir yaitu evaluasi dalam rangka pertanggungjawaban penggunaan anggaran. Menurut Kepala sekolah untuk laporan RAPBS dilakukan setiap bulan untuk lembaga dan untuk dana bantuan yang ada seperti BOP satu kali dalam setahun. Sedangkan untuk laporan rutin bulanan disampaikan kepada Ketua Yayasan dan BPPU Universitas Mataram, sedangkan untuk laporan dana BOP kedinasan Pendidikan Kota Mataram. Adapun saran-saran dari hasil penelitian ini sebagai berikut: 1. Bagi Kepala Sekolah PAUD Rinjani Unram hendaknya memperhatikan kelengkapan dokumen penyusunan RAPBS, seperti struktur tim penyusun, notulensi rapat penyusunan RAPBS, dan rincian RAPBS yang jelas tentang sumber dana dan alokasi belanjanya, 2. Diharapkan mampu memperhatikan analisis lingkungan internal dan eksternal sekolah, dengan maksud agar penyusunan RAPBS sesuai dengan visi, misi, dan tujuan sekolah, 3. Diperlukan sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif dari Kepala Sekolah kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyusunan RAPBS. Hal ini dalam rangka mempermudah untuk menyamakan persepsi antar pihak tentang penyusunan RAPBS
HUBUNGAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIKULTURAL DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMK PERTANIAN ISHLAHUL ANAM BATUKLIANG LOMBOK TENGAH TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Baiq Rohiyatun
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.475 KB) | DOI: 10.36312/jime.v2i2.110

Abstract

Strategi pembelajaran berbasis multikultural berusaha memberdayakan siswa untuk mengembangkan rasa hormat kepada orang yang berbeda budaya, memberi kesempatan untuk bekerjasama dengan orang atau kelompok orang yang berbeda etnis atau rasnya secara langsung, maka dalam penelitian ini dikaji hubungan antara strategi pembelajaran berbasis multikultural  dengan prestasi belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah Ada Hubungan Strategi Pembelajaran Berbasis Multikultural  Dengan Prestasi Belajar Siswa Di SMK Pertanian Ishlahul Anam Batukliang Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2015/2016. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan strategi pembelajaran berbasis multikultural  dengan prestasi belajar siswa di SMK Pertanian Ishlahul Anam Batukliang Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2015/2016. Metode yang digunakan dalam subjek penelitian ini yakni teknik populasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa di SMK Pertanian Ishalahul Anam Batukliang Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 60 orang. Metode pengumpulan data menggunakan metode angket untuk variabel X, dan metode dokumen untuk variabel Y. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan rumus korelasi product moment. Hasil analisis data yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa nilai dari hasil penelitian atau rhit lebih besar dari rtab pada taraf signifikan 5% (rhit > rtab) yaitu  (0.349>0.254). Kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai rxy yang diperoleh dalam penelitian ini adalah lebih besar dari pada nilai rxy tabel. Maka dapat dikemukakan  bahwa hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Berdasarkan kriteria di atas maka hubungan strategi pembelajaran berbasis multikultural dengan prestasi belajar siswa termasuk dalam kategori rendah.
HUBUNGAN PROSEDUR MANAJEMEN KELAS DENGAN KELANCARAN PROSES BELAJAR MENGAJAR Baiq Rohiyatun; Sri Erni Mulyani
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.185 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v2i2.214

Abstract

Peran  guru  dalam  pengelolaan  kelas  sangat  penting  untuk menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas, secara prinsip, guru memegang dua tugas pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas. Guru sebagai tenaga pendidik profesional memiliki peran yang sangat kompleks, tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran, guru juga bertugas sebagai administrator, evaluator, konselor. Manajemen merupakan suatu seni untuk mendapatkan segala sesuatu dilakukan melalui orang lain. Proses pembelajaran yang baik akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan serta kesalahan dalam pembelajaran. Guru penting memiliki kemampuan menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik dan untuk mencapai tingkat efektivitas yang optimal dalam kegiatan instruksional kemampuan pengelolaan kelas. Manajemen kelas merupakan masalah yang amat kompleks untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan secara efektif dan efisien. umusan masalah penelitian ini apakah ada Hubungan prosedur manajemen kelas dengan kelancaran proses belajar mengajar. Teknik  pengumpulan data  yang digunakan adalah angket, dokumentasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 297 orang siswa sedangkan ampel yang digunakan sebanyak 45 orang siswa. Hasil penelitian dengan menggunakan rumus korelasi diperoleh nilai rhitung  sebesar 0,998, selanjutnya dikonsultasikan dengan nilai rtabel. Dari hasil analisis data rhitung > rtabel ( 0,998 > 0,294) sehingga hipotesis Ha  diterima  dan  Ho  ditolak.  Oleh  karena  itu  hasil  penelitian  ini  signifikan, sehingga  dapat  disimpulkan  bahwa  ada  hubungan prosedur  manajemen  kelas dengan kelancaran proses belajar mengajar
HUBUNGAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI ADMINISTRATOR DENGAN KINERJA STAF TU DI MTs SE-KECAMATAN PRAYA TIMUR Menik Aryani; Baiq Rohiyatun; Fathul Azmi
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Nomor 1 Edisi April 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/realita.v3i1.2106

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah masih banyak kepala sekolah/madrasah yang belum mampu menjalankan tugas-tugasnya sebagai administrator pendidikan, seperti membuat perencanaan sekolah, menyusun organisasi sekolah, bertindak sebagai koordinator dan pengarah, dan melaksanakan pengelolaan kepegawaian. Begitupun dengan staf ketatausahan sekolah/madrasah yang belum bisa bekerja secara maksimal pada bidang yang telah ditugaskan oleh kepala sekolah karena kurangnya pasilitas kerja, kurangnyadukungan dari atasan maupunrekan kerja, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan masih jauh dari harapan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah Ada Hubungan Kepala Sekolah sebagai Administrator dengan Kinerja Staf TU di MTs se-Kecamatan Praya Timur?. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Hubungan Kepala Sekolah sebagai Administrator dengan Kinerja Staf TU di MTs se-Kecamatan Praya Timur. Penelitian ini menggunakan penelitian populasi dengan jumlah 39 sampel penelitian. Metode yang digunakan untuk mengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode angket dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik dengan rumus "product moment". Berdasakan hasil analisis dalam penelitian ini, diperoleh nilai rhitung sebesar 0,505 selanjutnya nilai tersebut dikonsultasikan dengan nilai rtabel"product moment" pada taraf signifikan 5% dengan N=39 diperoleh nilai sebesar 0,316 kenyataan tersebut menyatakan bahwa nilai rhitung lebih besar dari nilai rtabel (0,505 > 0,316) maka hasil penelitian ini dinyatakan signifikan, dengan demikan dapat disimpulkan bahwa Ada Hubungan Kepala Sekolah Sebagai Administrator Dengan Kinerja Staf TU di MTs se-Kecamatan Praya Timur.
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA Baiq Rohiyatun; Zukipli Zulkipli
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 1, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v1i2.664

Abstract

Berdasarkan salah satu dari empat kompetensi yang dimiliki guru yaitukompetensi pedagogik, guru harusnya bisa lebih memahami peserta didiknya baik dariaspek fisik, intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya.Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Apakah ada korelasiantara kompetensi pedagogik guru dengan motivasi belajar siswa di SMPN 1 PrayaBarat tahun pelajaran 2014/2015?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui ada tidaknya korelasi antara kompetensi pedagogik guru dengan motivasibelajar siswa di SMPN 1 Praya Barat tahun pelajaran 2014/2015. Metodepengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode angket sebagai metodepokok, sedangkan metode analisis data menggunakan rumus koefesien korelasiproduct moment. Dari hasil perhitungan rxy yang dieroleh dalam penelitian ini adalah0,347, sedangkan nilai rxydalam tabel dengan taraf signifikansi 5% dan N=44 adalah0,297 atau (0,347>0,297), kenyataan ini menunjukkan bahwa nilai ℎ lebih besardari pada . Maka dapat dikemukakan bahwa Hipotesis Nol (H0) “ditolak” danHipotesis alternatif (Ha) “diterima”. Jadi kesimpulan analisis dalam penelitian iniadalah: Ada Korelasi Antara Kompetensi Pedagogik Guru dengan Motivasi BelajarSiswa di SMPN 1 Praya Barat Tahun Pelajaran 2014/2015 dalam kategori rendah.
EVALUASI TINGKAT KETERPAKAIAN KOLEKSI PUSTAKA DI PERPUSTAKAAN SMAN 1 LABUAPI Baiq Rohiyatun; Menik Aryani
Jurnal Visionary : Penelitian dan Pengembangan dibidang Administrasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Prodi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/vis.v4i2.3001

Abstract

Perpustakaan dapat dikatakan berhasil jika banyak digunakan oleh pemustakanya. Salah satu aspek penting untuk membuat perpustakaan itu banyak digunakan pemustaka adalah ketersediaan koleksi yang memenuhi kebutuhan penggunanya. Kegiatan evaluasi terhadap bahan pustaka perlu dilakukan agar dapat mencapai tujuan Perpustakaan SMAN 1 Labuapi pada bulan Januari sampai bulan Desember 2018 memiliki 447  judul buku dengan 4.140 eksemplar buku. Berbagai macam bahan pustaka yang terdapat disirkulasi terdiri dari buku teks dan buku untuk pengembangan ilmu (bahan pustaka umum). Untuk mengetahui bahan pustaka apa saja yang dibutuhkan pengguna perpustakaan di awal tahun ajaran perpustakaan menyebarkan formulir penambahan bahan pustaka keseluruh guru masing-masing mata pelajaran untuk mengisi judul buku yang diperlukan, baik itu buku wajib maupun buku pengayaan informasi bagi pengguna. Jumlah judul dan eksemplar juga belum memenuhi rasio jumlah siswa dan buku ditetapkan pemerintah. Strategi promosi yang dilakukan dengan membangun komunikasi dengan pengguna, merupakan pemanfaatan ilmu komunikasi dalam segala kegiatan promosi, oleh karena itu diperlukan kemampuan dalam berkomunikasi dengan pengguna, lingkungan, fasilitas dan bahan pustaka yang ada. Analisis kekuatan dan kelemahan koleksi diperlukan untuk mengetahui kedalaman dan kelengkapan koleksi dalam subjek tertentu. Kemudian elemen-elemen yang perlu diperhatian dalam mengembangkan bahan pustaka perpustakaan adalah perpustakaan harus mengkaji siapa penggunanya, mengkaji layanan jasa informasi apa yang diinginkan pengguna, mengkaji benefit yang dicari pemustaka, menganalisa kekuatan, kelemahan, dan peluang yang dimikili perpustakaan, serta jasa yang ditawarkan, mengkaji kekuatan dan kelemahan kompetisi, memahami perbedaan antara perpustakaan dan kompetisi dan membuat perencanaan yang dapat diaplikasikan untuk mencapai tujuan.  Kata Kunci: Evaluasi, Koleksi Pustaka, Pustakawan, Promosi