Rada Rada
IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid 19: Tindakan Orang Tua dan Guru PAUD Dwi Haryanti; Rada Rada; Noblana Adib
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.3653

Abstract

Pengalaman negara Indonesia saat terjadinya pandemi covid-19 menjadikan seluruh sektor mengalami dampak tersebut, yang termasuk ke dalamnya sektor pendidikan. Hal ini menjadikan perubahan juga terhadap karakter anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindakan orang tua dalam mendidik karakter anak karena sekolah menerapkan pembelajaran daring, mengetahui dan mendeskripsikan tindakan guru dalam mendidik karakter anak pada masa pandemi dengan pembelajaran daring. Hasil penelitian dalam penelitian ini mendeskripsikan bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya dilaksanakan oleh guru, tetapi orang tua juga memiliki tugas utama untuk melaksanakan pendidikan karakter anak di rumah. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter, orang tua dan guru adalah model yang akan ditiru dan diteladani. Anak akan meniru tingkah laku maupun ucapan model tersebut. Penanaman sikap terpuji tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat, dibutuhkan adanya kontinuitas melalui pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, dan penguatan pada anak sejak dini setiap kali menunjukkan perilaku atau sikap-sikap terpuji.
ANALYSIS OF COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING LEARNING IN 9 NAMANG PRIMARY SCHOOLS, CENTRAL BANGKA DISTRICT Imran Imran; Muh. Misdar; Rada Rada
JURNAL EDUSCIENCE Vol 11, No 1 (2024): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Nigeria, India, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v11i1.5658

Abstract

This research aims to analyze Collaborative Problem Solving (CPS) learning at Elementary School 9 Namang, Central Bangka Regency. Analysis uses qualitative analysis techniques with the Miles and Huberman model. The analysis is divided into 3 (three), namely: project, case and simulation-based Collaborative Problem Solving (CPS) learning. The sample in this study consisted of one school principal and 8 class teachers. The results of this research are that in project-based Collaborative Problem Solving (CPS) learning practices, the main obstacles faced by teachers are mainly related to class I, where students are still learning to read and write, experiencing a lack of attention and focus. However, progressive development is seen from class III to class VI, where students are faced with increasingly complex challenges, such as designing projects that are relevant to the curriculum and looking for project ideas from literature. In sixth grade, students engage in thorough evaluation of project ideas, selecting the best solution, and planning concrete steps for implementation. Case-based Collaborative Problem Solving (CPS) learning is designed to develop critical thinking and problem solving skills along grade levels. Simulation-based Collaborative Problem Solving (CPS) learning in grades I-VI takes students through a series of progressive stages, starting from simple games that emphasize cooperation to real-world situations using technology and role-playing. This research provides in-depth insight into the implementation of various Collaborative Problem Solving (CPS) methods in educational contexts, with an emphasis on developing students' skills over time.
Model dan Sistem Komunikasi Pembelajaran Yusra Jamali; Janawi Janawi; Rada Rada
Sustainable Vol. 2 No. 2 (2019): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v2i2.986

Abstract

Progress in information and technology simultaneously affect patterns of interaction and communication systems in education and learning. The availability of increasingly complex communication devices, is so simple that it is increasingly easy to use. Communication is a bridge to establish interactions between individuals and groups, sending messages between individuals and groups can be received directly without time difference even though far apart. The learning process as an interaction and communication is directed to help develop all the potential, skills, positive characteristics possessed by students. Learning interaction patterns and criteria can be done with basic patterns of interaction, interaction centered on content, interaction centered on the teacher, interaction centered on students, communication learning is very important in order to determine the success of education. The learning achievements of each graduate are also influenced by patterns of interaction and communication systems applied by educators. The teaching and learning process, mostly occurs because of the communication process, both which takes place intrapersonal and interpersonal. Progress an educational technology also results in the increasingly available educational devices based on optic / teleconference sources and learning materials available on the internet, media and learning tools based on visual and audio visual. Learning technology will lead to curriculum improvement, improvement of teacher / lecturer resources, improvement of graduate quality, absorption of graduates and satisfaction of alumni users. Abstrak Kemajuan informasi dan teknologi secara simultan sudah mempengaruhi pola interaksi dan sistem komunikasi pendidikan dan pembelajaran. Ketersediaan perangkat komunikasi yang semakin kompleks, sangat sederhana sehingga semakin mudah digunakan. Komunikasi merupakan jembatan untuk menjalin interaksi antara individu dan kelompok, pengiriman pesan antar individu dan kelompok dapat diterima secara langsung tanpa perbedaan waktu meskipun tempat berjauhan. Proses pembelajaran sebagai interkasi dan komunikasi diarahkan untuk membantu mengembangkan semua potensi, kecakapan, karakteristik positif yang dimiliki oleh peserta didik. Pola dan kriteria interaksi pembelajaran dapat dilakukan dengan pola dasar interaksi, interaksi berpusat pada isi, interaksi berpusat pada guru, interaksi berpusat pada siswa, komunikasi pembelajaran sangat penting dalam rangka menentukan keberhasilan pendidikan. Capaian pembelajaran setiap lulusan dipengaruhi pula oleh pola interaksi dan sistem komunikasi yang diterapkan oleh tenaga pendidik. Dalam proses belajar mengajarnya, sebagian besar terjadi karena proses komunikasi, baik yang berlangsung secara intrapersona maupun secara antarpersona. Kemajuan teknologi pendidikan juga berakibat pada semakin tersedianya perangkat pendidikan yang berbasis optic/teleconference sumber dan bahan belajar yang tersedia di intenet, media dan perangkat pembelajaran yang berbasis visual dan audio visual. Teknologi pembelajaran akan bermuara pada perbaikan kurikulum, peningkatan sumberdaya guru/dosen, peningkatakan mutu lulusan, daya serap lulusan dan kepuasan pengguna alumni.
Pendidikan Multikultural: Analisis Pengajaran Agama Islam Di Sekolah Dasar Negeri Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Noblana Adib; Rada Rada
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 6 No. 2 (2020): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v6i2.1571

Abstract

It is very motivating to see how multicultural education practices in elementary schools in Bangka Belitung Province. In particular, looking at the teaching practice of the teacher of Islamic religious education in the classroom, how teachers use the existing manual book in their daily explanations in the classroom. This type of research is qualitative. Qualitative research is a research procedure that produces descriptive data: speech or writing and the observable behavior of the people (the subject) itself. This approach immediately identifies the setting and the individuals in that setting as a whole. There are six analytical textbooks in this study were written by the same author, Achmad Farichi and Kawan-Kawan, (et al), and all were published in 2007. The publisher of this Islamic religious education textbook is Yudhistira. Therefore, based on observations and reading results in Islamic education textbooks, multicultural education policies do not affect the process of Islamic religious education for teachers at Public Elementary School 10 (RSBI) Pangkalpinang, Bangka Belitung Islands Province. The textbook published by Yudhistira did not mention the influence of educational policies regarding multicultural education that should have been in the text of Islamic education. Sangat menarik melihat bagaimana praktek pendidikan multikultural di sekolah dasar di Provinsi Bangka Belitung. Khususnya melihat praktek pengajaran guru pendidikan agama Islam di kelas, bagaimana guru-guru menggunakan buku panduan yang ada ke dalam penjelasan-penjelasan materi guru tersebut sehari-hari di kelas. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif: ucapan atau tulisan dan prilaku yang dapat diamati dari orang-orang (subjek) itu sendiri. Pendekatan ini langsung menunjukkan setting dan individu-individu dalam setting itu secara keseluruhan. Enam buku teks dianalisis dalam penelitian ini adalah ditulis oleh penulis yang sama, Achmad Farichi dan Kawan-Kawan, (dkk), dan semua diterbitkan pada tahun 2007. Penerbit buku text pendidikan agama Islam ini adalah Yudhistira. Jadi berdasarkan pengamatan dan hasil bacaan pada buku text pendidikan Agama Islam, kebijakan pendidikan multikultural tidak mempengaruhi proses pengajaran pendidikan agama Islam guru di Sekolah Dasar Negeri 10 (RSBI) Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Buku text terbitan Yudhistira sama sekali tidak menyebutkan adanya pengaruh kebijakan politik pendidikan mengenai pendidikan multikultural yang semestinya ada pada puku text pendidkan agama Islam.
Strategi Guru dalam Mengatasi Perilaku Bullying di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Pangkalpinang Rizki Pratama; Tinggal Purwanto; Rada Rada
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 2: Juni 2025 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.846

Abstract

p Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi perilaku em bullying em melalui Strategi pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Pangkal Pinang Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi sebagai data penunjang yang bersumber dari Kepala Madrasah guru kelas guru PAI dan siswa selaku korban em bullying em Uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat em bullying em dalam bentuk fisik dan verbal pada siswa siswi akan tetapi lebih banyak yang melakukan em bullying em verbal di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Pangkal Pinang karena mudah untuk dilakukan Madrasah telah melaksanakan berbagai strategi pada siswa kelas tinggi maupun kelas rendah dengan pendekatan berbasis program anti em bullying em dan budaya sekolah Strategi guru dalam mengatasi perilaku em bullying em melalui berbagai cara serta kebijakan yang dibuat pada siswa kelas tinggi maupun rendah ialah dengan Pembiasaan dan penanaman karakter yang baik Membentuk nilai persahabatan antar siswa Memotivasi siswa untuk memiliki jiwa sosial aktif dan berprestasi Bimbingan secara kelompok dan individu Memberi peringatan dan hukuman kepada pelaku em bullying em Melakukan sosialisasi perilaku em bullying em Melibatkan orang tua dalam proses pencegahan em bullying em dan Program anti em bullying em seperti spanduk dan poster di lingkungan Madrasah Adapun Pola Strategi guru dalam mengatasi perilaku em bullying em di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Pangkal Pinang yaitu Menenangkan yang melapor Menenangkan yang dibulli serta memanggil pembulli dan Menemukan mereka dalam satu tempat atau tidak menemukan mereka dan menemukan mereka dalam satu tempat lalu menyuruh mereka berdamai di akhir Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam mengatasi perilaku em bullying em melalui strategi pada siswa kelas tinggi dan rendah telah terlaksana dengan baik guru diharapkan dapat menjadikan siswa berperilaku baik terjauhi dari em bullying em serta menerapkan nilai nilai karakter baik di kehidupan sehari hari p
Optimalisasi Kompetensi Pedagogik Guru Tathbiq Qiraah Melalui Profesional Learning Community PLC Berbasis TPACK di MAN 1 Pangkalpinang Ummi Saikha; Suparta Suparta; Rada Rada
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1374

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan optimalisasi kompetensi pedagogik guru Tathbiq Qiraah melalui Professional Learning Community [PLC] berbasis TPACK di MAN 1 Pangkalpinang ditinjau dari aspek perencanaan pelaksanaan dan evaluasi Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya nilai Tathbiq Qiraah siswa dan praktik guru yang masih dominan ceramah Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus Subjek penelitian adalah 3 guru Tathbiq Qiraah Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif wawancara mendalam dan studi dokumen Teknik analisis data menggunakan model Miles Huberman Salda a melalui tahap kondensasi data penyajian data dan penarikan simpulan Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik Hasil penelitian menunjukkan: 1] Perencanaan PLC dilakukan melalui penetapan SK Kepala Madrasah No 42 2025 yang mengalokasikan waktu khusus 40 menit per minggu [DOK SK 01] dan penyusunan rubrik analitik 12 indikator sebagai standar pedagogik bersama [DOK R 01] 2] Pelaksanaan PLC berlangsung dalam siklus mingguan diagnosis aksi refleksi yang mengintegrasikan Pedagogical Knowledge [PK] guru 1 Content Knowledge [CK] guru 2 dan Technological Knowledge [TK] guru 3 menjadi TPACK Terdistribusi [CL PLC 02] 3] Evaluasi menunjukkan optimalisasi kompetensi pedagogik guru ditandai perubahan praktik G1 dari feedback umum menjadi feedback spesifik berbasis rubrik: tafkhim huruf kurang tebal [Indikator 7] [CL P1 03] Dampak pada siswa: nilai rata rata Tathbiq Qiraah meningkat 19 0 poin dari 68 2 menjadi 87 2 standar deviasi turun dari 8 2 menjadi 3 1 dengan ketuntasan belajar 100 Persen [DOK N 01] Simpulan penelitian ini adalah PLC berbasis TPACK dengan struktur waktu khusus dan artefak rubrik efektif mengoptimalkan kompetensi pedagogik guru Model perencanaan pelaksanaan evaluasi PLC ini direkomendasikan sebagai strategi pengembangan keprofesian berkelanjutan yang berdampak langsung pada mutu pembelajaran di madrasah