Zainul Abidin
Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KH. Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah): Apakah keturunan dari Prabu Brawijaya V ? Zainul Abidin
Fikiran Masyarakat Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Penerbit Kemala Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.486 KB)

Abstract

Dikisahkan bahwa Prabu Brawijaya V ( Raja Majapahit ) yang bergelar Bhre Kertabumi menikahi Putri Wandan-kuning. Sang Putri Wandan-kuning, dahulu menjadi parekan ( abdi putri, yang bertugas melayani keperluan raja, khususnya di dalam kedaton ) pada Sang Prameswari Ratu Mas Dwarawati, yang berasal dari Negara Campa. Dari pernikahan Prabu Brawijaya V dengan Putri Wandan-kuning melahirkan anak laki – laki yang diberi nama Bondan Kejawan atau Pangeran Lembu Peteng. Bondan Kejawan ketika masih bayi dititipkan kepada seorang petani di desa Tarub. Petani tersebut dikenal dengan Ki Ageng Tarub. Ki Ageng Tarub ketika mudanya bernama Jaka Tarub yang pernah menikah dengan Dewi Nawangwulan dan memiliki anak yang bernama Dewi Nawangsih. Ki Ageng Tarub adalah orang kepercayaan dari Raja Majapahit Prabu Brawijaya V, yang menitipkan anaknya yang bernama Bondan Kejawan untuk belajar ilmu Agama Islam. Bondan Kejawan dan Nawangsih pun saling jatuh cinta, mereka tinggal bersama dengan Jaka Tarub. Semula Bondan Kejawan hanya ingin mengantarkan keris, namun setelah dia diangkat sebagai anak angkat, maka dia pun menjadi jatuh cinta dan berakhir dengan pernikahan. Tulisan ini menerangkan susur galur keluarga yang berhubungan dengan KH Ahmad Dahlan pada masa kerajaan Islam yang dahulu ada dikawasan tanah Jawa. Perkembangan Islam di tanah Jawa didukung oleh penguasa – penguasa yang telah menjalankan konsep – konsep ajaran Islam pada kehidupan masyarakat sehingga dapat ditelusuri struktur ataupula garis keluarga pada masa tersebut.
Akuisisi Bahasa Kedua Secara Alamiah Di Lingkungan Keluarga Bilingual (Analisis Teori Dan Aplikasi) zainul abidin
Riyahuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 1 No. 02 (2022): EDISI 2 (MEI 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jpba/2019132

Abstract

Mastery of a Second Language or Foreign Language can be obtained both guided through the language learning process and naturally through natural acquisition in a language environment such as an environment at home with family, communication with friends or with other people, communication in the market, in the office, or anywhere as well as various other naturally occurring situations. The research aims to describe a second language or a foreign language that is obtained naturally. And the natural model is applied in a family environment or in a bilingual home. This research method is descriptive-analytic qualitative, which is to try to describe the construction of the theory of natural second language acquisition, then critically analyzed, and get the results of the application of natural second language acquisition carried out in a bilingual family environment. The results obtained from this study that a second language has been successfully obtained naturally in a family environment that uses bilingualism in daily communication at home
PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN ANAK-ANAK PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH YULIWIS RESMAN KOTA DEPOK Muhammad Fadhlan Arief; Evi Febriani; Salwa Benazir; Nurlaila Indah Lestari; Syifa Fahira Azzahir; Lia Meida; Fauzan Adziima; Laelatul Rizky; Santi Zubaedah; Irfan Nurdin; Zainul Abidin
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i1.1788

Abstract

Panti Asuhan “ Madrasah Diniyah Muhammadiyah Ahmad dahlan” adalah salah satu wadah yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial yang menanamkan nilai-nilai religius berdasarkan syariat islam. Peserta didik yang belajar di Pondok Pesantren Baitul Nun ini adalah anak usia dini atau siswa sekolah dasar. Kegiatan yang ditawarkan untuk pendidikan di Panti Asuhan Muhammadiyah ini adalah : Pendidikan Santri Mukim (Berasrama/Kapasitas Terbatas), Pendidikan Santri Kalong (Pulang Pergi), Pendidikan Santri Kajian (Mingguan & Bulanan), serta Pendidikan Santri Kunjungan (Konsultasi Spiritual Keagamaan). Sebagai bentuk nyata mahasiswa KKS (Kuliah Kerja Sosial) juga dapat diartikan sebagai aktivitas yang dapat meningkatkan peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi diri secara optimal. Dengan adanya kegiatan KKS (Kuliah Kerja Sosial) mahasiswa tidak hanya sebagai sumber ilmu tetapi dengan kegiatan ini mahasiswa juga bisa mendapatkan ilmu baru yang sekiranya tidak bisa didapatkan dalam kegiatan belajar di universitas.