Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Konseling perkawinan: Strategi preventif penanganan problem relasi keluarga dan membangun hubungan keluarga yang sakinah Casmini Casmini
Tajdidukasi: Jurnal Penelitian dan Kajian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Muhamadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47736/tajdidukasi.v9i1.16

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran konseling perkawinan dalam penanganan problem relasi keluarga dan membangun hubungan keluarga yang sakinah. Metode yang digunakan library research dengan teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika relasi keluarga semakin komplek sehingga mengakibatkan ketidakharmonisan dalam keluarga. Upaya yang dapat digunakan untuk mencegah dan mengurangi problem relasi keluarga adalah melalui layanan konseling perkawinan. Konseling perkawinan diarahkan pada lima tahap orientasi yaitu memahami makna keluarga, meningkatkan kesadaran dan dinamika keluarga, komunikasi dan terapi, membangun interaksi dan relasi keluarga, penanganan problem keluarga, membina hubungan keluarga  melalui gaya kelekatan keluarga. Lima orientasi ini menjadi upaya preventif mengurangi dan menangani problem relasi keluarga, selanjutnya dapat digunakan sebagai salah satu strategi membangun hubungan keluarga yang sakinah.
ASSESMENT OF CURRICULUM DEVELOPMENT NEEDS AT MADRASAH DINIYAH FORMAL Ainus Syifa; Casmini Casmini
JURNAL AL-TANZIM Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.811 KB) | DOI: 10.33650/al-tanzim.v5i3.2997

Abstract

This study aims to determine the assessment of the needs of the MDF curriculum development in Al-Hikmah Annahdliyah, Sorong, West Papua. This research uses a qualitative case study approach, in which the researcher seeks to understand the curriculum development carried out by madrasas. Interviews, observations, and documentation were used to obtain valid and authentic data. At the same time, the data analysis was carried out by referring to the concept of Milles and Huberman, which started from data collection, data reduction, data presentation, and research conclusions. The results showed that the content of the general lesson curriculum at Al-Hikmah An-Nahdliyah had met the standards of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia. However, there were still five religious lessons that had not been substantiated, namely interpretation and interpretation science, ushul fiqh, Arabic, balaghah, and kalam science. This research has implications for the importance of curriculum evaluation which must be carried out in a planned and systematic manner, concerning the dynamics of the times and the demands of society.
Assessment and Intervention of Aggressive Behavior in Children Ach Fawaid; Casmini Casmini; Miftahul Huda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4064

Abstract

Peran lingkungan keluarga dan masyarakat sangat penting dalam perkembangan perilaku anak. Oleh karena itu, lingkungan belajar yang positif sangat penting agar anak dapat belajar dan berperilaku  positif. Pemberdayaan lingkungan masyarakat setempat (keluarga, tokoh masyarakat dan warga setempat) dalam pendidikan anak dengan perilaku agresif sangat penting untuk mengasumsikan bahwa masyarakat dapat menjadi panutan/teladan positif untuk pembelajaran yang  positif. Hasil akhir  penelitian  adalah orang tua dan masyarakat sekitar dapat belajar dan mengetahui  situasi terkini dan kondisi lingkungan anaknya dan dapat mengikutinya, menjadi contoh yang baik bagi tumbuh kembang anak, serta memperlakukan anak secara efektif mengurangi agresivitas anak. perilaku Anak yang berperilaku agresif merupakan bagian dari  fenomena kehidupan keluarga dimana tidak ada komunikasi antara anak dengan orang tuanya. Oleh karena itu, komunikasi  fisik dan emosional antara orang tua dan anak tidak berkembang dengan baik. Anak-anak tumbuh tanpa pengawasan orang tua yang optimal. Selain itu, orang tua biasanya menghukum anak untuk menghentikan perilaku agresifnya, seperti memukul atau memarahi anak.
Peran Konseling Feminis dalam Menangani Proses Kasus Violence (Kekerasan) terhadap Perempuan Ika Firdawati Sanger; Nurus Sa’adah; Casmini Casmini
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 11: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i11.2320

Abstract

Violence can occur either, men or women, adults or children. However, violence occurs a lot in women, the role of counseling is present to provide strengthening of understanding related to gender construction. The purpose of the study can be seen in three formulations of the problem; first, how the role of feminist counseling. Second, forms of violence. Third; how the role of feminist counseling in the process of dealing with violence. This study uses the method of reseach library or library research methods, sources obtained through books, articles and other reliable sources. From the findings, the authors see that the role of feminist counseling has the aim of being able to remove the patriarchal system construction that is still in force with feminist consciousness, so that relationships in society provide mutual benefits, the role of feminist counseling is a role model that provides counseling assistance to individuals and communities who are experiencing problems in their lives due to misunderstanding related to gender. The forms of violence obtained are: physical violence, psychological violence, economic violence. This kind of violence can be perpetrated by women. so the role of feminist counseling is to change individuals to get out of the problem of entrenched stereotypes. So that it can maintain the right to life for him.