Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH UKURAN BUTIRAN AIR HUJAN TERHADAP TEGANGAN TEMBUS UDARA Join wan chanlyn Sigalingging; Hendra Zulkarnain
Singuda ENSIKOM Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Singuda ENSIKOM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dielektrik merupakan suatu bahan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik, dimana dielektrik berfungsi sebagai pelindung agar tidak terjadi tembus listrik yang tidak diinginkan.Apabila medan listrik yang diterapkan melebihi kekuatan dielektrik material tersebut maka akan terjadi breakdown. Tegangan tembus udara dipengaruhi beberapa hal antara lain temperatur, kelembaban, angin, dan tingkat kontaminasi udara. Adanya kondisi hujan akan mempengaruhi kekuatan dielektrik udara, karena telah dipengaruhi oleh faktor konduktivitas dari hujan itu sendiri. Pada paper  ini dikaji pengaruh ukuran butiran air hujan terhadap tegangan tembus udara, dengan pemodelan simulasi hujan buatan pada peralatan tegangan tinggi dengan elektroda bola - bola, elektroda jarum – jarum, dan jarum piring. Dimana hasil analisis penelitian ini terlihat semakin besar ukuran butiran air hujan maka semakin besar penurunan tegangan tembus udara yaitu penurunan tegangan terbesar yaitu pada elektroda bola-bola 61,46%, pada elektroda jarum – jarum 30,34% dan jarum piring 32,41%.   Kata Kunci: dielektrik, breakdown, kekuatan dielektrik, konduktivitasDielektrik merupakan suatu bahan yang sangat penting dalam sistem tenaga listrik, dimana dielektrik berfungsi sebagai pelindung agar tidak terjadi tembus listrik yang tidak diinginkan.Apabila medan listrik yang diterapkan melebihi kekuatan dielektrik material tersebut maka akan terjadi breakdown. Tegangan tembus udara dipengaruhi beberapa hal antara lain temperatur, kelembaban, angin, dan tingkat kontaminasi udara. Adanya kondisi hujan akan mempengaruhi kekuatan dielektrik udara, karena telah dipengaruhi oleh faktor konduktivitas dari hujan itu sendiri. Pada paper  ini dikaji pengaruh ukuran butiran air hujan terhadap tegangan tembus udara, dengan pemodelan simulasi hujan buatan pada peralatan tegangan tinggi dengan elektroda bola - bola, elektroda jarum – jarum, dan jarum piring. Dimana hasil analisis penelitian ini terlihat semakin besar ukuran butiran air hujan maka semakin besar penurunan tegangan tembus udara yaitu penurunan tegangan terbesar yaitu pada elektroda bola-bola 61,46%, pada elektroda jarum – jarum 30,34% dan jarum piring 32,41%.   Kata Kunci: dielektrik, breakdown, kekuatan dielektrik, konduktivitas
Web-Based Quality Control Dashboard Design for Data Validation and Monitoring: A Case Study of BMKG Instruments Purwandari, Kartika; Aufauzan, Brian Tirafi; Sigalingging, Join Wan Chanlyn
Engineering, MAthematics and Computer Science Journal (EMACS) Vol. 8 No. 1 (2026): EMACS (In Press)
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/emacsjournal.v8i1.13532

Abstract

Accurate meteorological data are vital for the operational activities of the Agency for Meteorology, Climatology, and Geophysics (BMKG), specifically for weather forecasting and disaster mitigation. However, Automatic Weather Station (AWS) instruments frequently encounter sensor degradation and technical malfunctions, which compromise data validity. Traditional manual validation is inefficient and prone to human error. This study addresses these gaps by designing a web-based Quality Control (QC) dashboard for real-time AWS data monitoring. Developed using the Laravel framework and PostgreSQL, the system integrates Leaflet.js and Chart.js for interactive spatial and analytical visualization. Using the Agile Scrum methodology, the development process was iteratively refined across eight sprints. Implementation results show a significant improvement in data validation accuracy and a reduction in potential human error. User Acceptance Testing (UAT) with fifteen BMKG specialists confirms high usability, with the system receiving "Strongly Agree" ratings for its efficiency in real-time monitoring and reporting. The practical implications include enhanced data credibility for national climate modeling. This paper concludes that while the dashboard streamlines workflows, future iterations should incorporate automated anomaly detection algorithms. Limitations include a current reliance on static validation thresholds, suggesting a need for machine learning integration in future research.