Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL IPA MELALUI OUTDOOR LEARNING DI SD ALAM AR-RIDHO SEMARANG Nunung Dwi Setiyorini
Al-Mudarris: Journal Of Education Vol 1, No 1 (2018): edisi APRIL
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.84 KB) | DOI: 10.32478/al-mudarris.v1i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembelajaran kontekstual IPA di SD Alam Ar-Ridho Semarang, mendeskripsikan dan menganalisis Outdoor Learning di SD Alam Ar-Ridho Semarang, dan mendeskripsikan dan menganalisis pembelajaran kontekstual IPA melalui Outdoor Learning di SD Alam Ar-Ridho Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara perpanjang keikutsertaan peneliti dan triangulasi. Informan penelitian yaitu kepala sekolah, para pendidik dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa. Karena dalam penerapan model pembelajaran kontekstual, guru menghubungkan antara pengetahuan yang diperoleh siswa dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa sebelumnya dan guru juga menghubungkan materi dengan dunia nyata siswa yaitu dengan membawa benda-benda yang sering mereka temui untuk dijadikan media pembelajaran sehingga dapat membantu memudahkan siswa dalam mengkonsepkan materi IPA; (2) pendekatan Outdoor Learning merupakan salah satu alternatif pembelajaran IPA yang sesuai dengan semangat belajar IPA yaitu cara mencari tahu dan mengembangkan ketrampilan ilmiah siswa. Selain itu melalui pendekatan Outdoor Learning berbagai potensi siswa memiliki peluang untuk berkembang lebih optimal karena ada interaksi yang nyata antara siswa dengan dunia nyata; dan (3) pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran IPA tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas (Indoor) saja, tetapi lebih banyak dilakukan di luar kelas (Outdoor). Sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang telah disampaikan guru, siswa lebih cepat menangkap makna pembelajaran IPA, siswa mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang berarti, siswa mampu berkerja sama dalam kelompok, dan siswa lebih kritis dan kreatif dalam memberitangapan dalam pembelajaran IPA.
Where do Babies Come from? Parent-Child Communication about Sex Education Aisyah Durrotun Nafisah; Ahmad Labib; Nely Irnik Darajah; Bisri Purwanto; Nunung Dwi Setiyorini; Dewi Hajar Windi Antika
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5221

Abstract

Sex education for early childhood is very important to protect children from unwanted things in the future. The purpose of this research is to find out how parent-child communication is in sex education. The stages are in accord-ance with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRIS-MA). This study uses the systematic literature review (SLR) method with reference to 10 valid articles published in the last 10 years with years of publication between 2014 and 2023. The results of the literature show that although parents in this study are aware of the importance of providing information about sex education, people's communication parent-child about sex education is rare. This is because the taboo culture is still strong. In addition, parents do not understand sex education in a broad sense so that it can be taught to children from an early age. Parents lack confidence in discussing sex education for their children and do not facilitate children's curiosity about the world of sexuality. There needs to be a reorientation of parents to communicate better with their children, and start discussions about sex education.
PEMBELAJARAN INTERAKTIF MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR Setiyorini, Nunung Dwi; Ibad, Muslikhul Ibad
JURNAL INOVASI HASIL PENGABDIAN (JIHAN) Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL INOVASI HASIL PENGABDIAN (JIHAN)
Publisher : 3026-1791

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/scq20q08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran interaktif melalui model Problem Based Learning (PBL) di SDN Srondol Wetan 04 Kota Semarang dan dampaknya terhadap aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Pendekatan kualitatif digunakan dengan subjek guru kelas dan siswa, melalui metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, motivasi belajar, dan prestasi akademik di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Model PBL efektif menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta nilai-nilai demokratis melalui kolaborasi kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa secara konstruktif dalam proses diskusi dan eksplorasi ide. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis PBL merupakan strategi inovatif dan relevan untuk membangun pondasi kompetensi kognitif, sosial, dan karakter siswa sekolah dasar pada era abad 21.
PEMBELAJARAN INTERAKTIF MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR Setiyorini, Nunung Dwi; Ibad, Muslikhul Ibad
JURNAL INOVASI HASIL PENGABDIAN (JIHAN) Vol. 3 No. 2 (2025): JURNAL INOVASI HASIL PENGABDIAN (JIHAN)
Publisher : 3026-1791

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/scq20q08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran interaktif melalui model Problem Based Learning (PBL) di SDN Srondol Wetan 04 Kota Semarang dan dampaknya terhadap aktivitas, motivasi, dan hasil belajar siswa sekolah dasar. Pendekatan kualitatif digunakan dengan subjek guru kelas dan siswa, melalui metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa, motivasi belajar, dan prestasi akademik di atas Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM). Model PBL efektif menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah, serta nilai-nilai demokratis melalui kolaborasi kelompok. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa secara konstruktif dalam proses diskusi dan eksplorasi ide. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran interaktif berbasis PBL merupakan strategi inovatif dan relevan untuk membangun pondasi kompetensi kognitif, sosial, dan karakter siswa sekolah dasar pada era abad 21.
The Role of Pesantren Education in Preparing Students to be Globally Competitive and Have Noble Morals Setiyorini, Nunung Dwi; Ibad, Muslikhul
ALSYS Vol 5 No 5 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/alsys.v5i5.6988

Abstract

This study analyzes the role of Pondok Pesantren Al Ulya Kendal in preparing santri (students) to achieve global competitiveness while maintaining noble character in the context of 21st-century technological advancement and globalization. Employing a qualitative case study approach, data were gathered through interviews, observations, and documentation at Pondok Pesantren Al Ulya Kendal. The findings reveal a comprehensive educational strategy encompassing three key dimensions: (1) curriculum integration that blends religious and general education using interactive methods such as sorogan, bandongan, group discussions, and collaborative projects; (2) character formation through habituation and role modeling, emphasizing daily discipline, independence, regular worship, and the exemplary conduct of kyai and ustadz; and (3) the cultivation of 21st-century competencies and leadership skills via programs such as muhadharah (speech training), student organizations (OPPM), and digital literacy initiatives. While challenges such as limited technological infrastructure and resource constraints persist, the pesantren leverages strong alumni networks and community support to sustain its mission. The study concludes that Pondok Pesantren Al Ulya effectively nurtures intellectually capable, morally grounded, and globally adaptable individuals, demonstrating that Islamic educational institutions can harmonize tradition with modernity to meet contemporary global demands.