Syamsul Bakhri
Program Pascasarjana Sosiologi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER PASKIBRA (PASUKAN PENGIBAR BENDERA) DALAM PEMBENTUKKAN KARAKTER, MORAL DAN SIKAP NASIONALISME SISWA SMA NEGERI 3 SURAKARTA Alan Sigit Fibrianto; Syamsul Bakhri
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.304 KB) | DOI: 10.21067/jmk.v2i2.1970

Abstract

SMA Negeri 3 Surakarta memiliki tingkat kedisiplinan yang cukup tinggi, baik dalam ketepatan waktu pembelajaran, pemberian sanksi-sanksi tegas dalam menindak siswa yang melakukan pelanggaran, pewajiban mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan lain sebagainya. Menarik bagi peneliti untuk menggali pelaksanaan aktivitas ekstrakurikuler Paskibra yang erat dengan prinsip-prinsip disiplin dalam upayanya menumbuhkan sikap nasionalisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler paskibra memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter, moralitas, dan sikap siswa karena paskibra dapat menanamkan sikap tegas, bertanggungjawab, disiplin, percaya diri, dan memiliki jiwa kepemimpinan, serta di dalam setiap pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler paskibra dapat menumbuhkan aspek sikap nasionalisme yakni, cinta tanah air, rela berkorban, persatuan dan kesatuan, serta jiwa pembaharu atau pantang menyerah. Sehingga siswa-siswi SMA Negeri 3 Surakarta dapat mengemban rasa bangga akan cinta tanah air dan nasionalisme yang bertumpu pada 4 pilar bangsa (UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI), serta 3 pilar lainnya seperti, Bendera, Bahasa, dan Lagu Kebangsaan. Khususnya pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia.
KONTROL SOSIAL DALAM PEMBINAAN KARAKTER RELIGIUS PESERTA DIDIK MUSLIM DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL Khamalida Fitriyaningsih; Syamsul Bakhri
Jurnal Sosiologi Reflektif Vol 12, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jsr.v12i1.1297

Abstract

Religious character of students in state vocational high school 1 Dukuhturi Tegal was build of Sholat Dhuha habituation. As a social control, the teachers give a pin “not allow me” to lazzy students in Sholat Dhuha habituation and also give reward mukenah for diligent students. This qualitative research using case study aimed to find out the effectiveness of social control religious character’s student in state vocational high school 1 Dukuhturi Tegal. Data validation was carried out using data source triangulation. Technique of analyzing data used integrated data resulting from the observation of Sholat Dhuha habituation, interview, and documentation from many sources to support information. The theory employed was Talcot Parsons’s Theory with AGIL Concept. The results of research showed that the students doing Sholat Dhuha is not only they afraid of the punishment but they also have a spiritual needs. Religious character habituation doing by obedient attitude in Islam, dicipline, tolerant, and honestly in aqidah subject. This habituation need supports all of school element so that the students have a good religious character.Karakter religius peserta didik SMK N 1 Dukuhturi dibina dengan membiasakan Sholat Dhuha. Sebagai kontrol sosial, Guru menerapkan hukuman berupa penempelan pin bertuliskan “jangan tiru aku” bagi yang tidak rajin melaksanakan dan pemberian penghargaan berupa mukenah bagi yang rajin melaksanakan. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontrol sosial dalam pembinaan karakter religius peserta didik muslim SMK N 1 Dukuhturi. Validitas data diperoleh dengan cara triangulasi sumber data. Teknik analisis data dilakukan dengan mengintegrasikan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan peserta didik kemudian dianalisis menggunakan teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik melaksanakan Sholat Dhuha tidak hanya karena ada hukuman dan penghargaan tapi muncul rasa kebutuhan spiritual. Pembinaan karakter religius yang dilakukan adalah sikap dan perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama Islam, disiplin, toleran, dan jujur melalui pembelajaran akidah. Pembiasaan Sholat Dhuha baru dilaksanakan dengan maksimal oleh beberapa wali kelas; Butuh dukungan dari seluruh warga sekolah agar bisa menjadi sebuah pembinaan karakter religius yang kuat. Dampaknya masih banyak peserta didik di kelas lain yang belum memiliki rasa kebutuhan spiritual.Keywords: Social Control, Religius Character, Muslims Students, State Vocational High School