Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Literasi Privasi dan Perilaku Proteksi Konsumen Belanja Daring Generasi Y Yuniar, Ananda Dwitha; Fibrianto, Alan Sigit
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v17i1.1686

Abstract

Kondisi yang terbatas dalam proses komunikasi belanja daring memunculkan perdebatan mengenai isu privasi. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kekhawatiran konsumen terhadap privasi tidak memiliki konsistensi terhadap perilaku (paradoks privasi). Pengukuran literasi privasi memiliki peran yang cukup penting untuk mengisi gap paradoks privasi tersebut. Pengukuran kausalitas antarvariabel ini menggunakan moderated regression analysis (MRA) dengan pengalaman pelanggaran privasi sebagai variabel moderasi. Total responden yang berpartisipasi berjumlah 283 orang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi daring pengguna, semakin sadar pula pengguna tersebut terhadap pelanggaran privasi dan memiliki kemampuan bersikap protektif. Namun, pelanggaran privasi tidak bisa dianggap sebagai pemicu tindakan protektif konsumen.
GERAKAN SOSIAL KAUM PEREMPUAN MELAWAN EUPHORIA MEDIA MELALUI KOMUNITAS HIJABERS DI KOTA SURAKARTA Alan Sigit Fibrianto; Syamsul Bakhri
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender Vol 17, No 1 (2018): Marwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/marwah.v17i1.4939

Abstract

ABSTRAKGerakan kaum muda yang dulunya dilarang oleh era orde baru, kini telah menjamur dan keberadaannya kian beragam, bahkan saat ini banyak gerakan-gerakan baru yang mengatasnamakan gerakannya dengan simbol-simbol agama. Penelitian ini menggunakan konsep teori Komunitas Sosial, Identitas Sosial, Gerakan Sosial, dan Ekofeminisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini dibagi menjadi dua kategori pembahasan, pertama, komunitas hijabers sebagai pembentuk identitas sosial, dan kedua, komunitas hijabers sebagai ideologi gerakan sosial kaum perempuan melawan euphoria media. Kedua bagian tersebut menjawab permasalahan kaum perempuan dalam hal eksistensi hijab untuk melawan euphoria media yang akhir-akhir ini banyak menyoroti fenomena-fenomena penggunaan jilbab di Indonesia yang masih memperlihatkan lekuk tubuh perempuan. Maka dari itu, kehadiran komunitas hijabers sebagai pengawal dalam penggunaan hijab bagi kaum perempuan muslim yang sesuai dengan syariat Islam. Selain itu juga sebagai ajang silaturahim dan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan agama Islam.
Literasi Privasi dan Perilaku Proteksi Konsumen Belanja Daring Generasi Y Ananda Dwitha Yuniar; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 17 No. 1 (2020)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.698 KB) | DOI: 10.24002/jik.v17i1.1686

Abstract

Kondisi yang terbatas dalam proses komunikasi belanja daring memunculkan perdebatan mengenai isu privasi. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kekhawatiran konsumen terhadap privasi tidak memiliki konsistensi terhadap perilaku (paradoks privasi). Pengukuran literasi privasi memiliki peran yang cukup penting untuk mengisi gap paradoks privasi tersebut. Pengukuran kausalitas antarvariabel ini menggunakan moderated regression analysis (MRA) dengan pengalaman pelanggaran privasi sebagai variabel moderasi. Total responden yang berpartisipasi berjumlah 283 orang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi daring pengguna, semakin sadar pula pengguna tersebut terhadap pelanggaran privasi dan memiliki kemampuan bersikap protektif. Namun, pelanggaran privasi tidak bisa dianggap sebagai pemicu tindakan protektif konsumen.
Pengembangan Kompetensi Penelitian Sosial Melalui Pelatihan Statistik Bagi Siswa Madrasah Aliyah Salafiyah Ketegan, Tanggulangin, Kab. Sidoarjo Imamul Huda Al Siddiq; Wahyu Djoko Sulistyo; Alan Sigit Fibrianto
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 5, No 1 (2020): Volume 5 Nomor 1, Februari 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.204 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v5i1.369

Abstract

Statistika sosial menjadi alat analisa cukup penting dalam penelitian sosial, tertuama pendekatan kuantitatif, namun materi tersebut cukup menjadi momok bagi siswa sekolah menengah atas. Untuk itu, siswa sekolah menengah atas perlu mulai dikenalkan dengan materi penelitian social, diamana statistika dasar diterapkan. Statistika merupakan metode pengolahan data yang berupa angka. Pengetahuan ini penting untuk dipahami oleh para siswa baik saat ini maupun bekal nantinya. Pelatihan ini dilaksanakan atas dasar pertimbangan tersebut. Pelaksaanya meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan capaian yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari pelaksanaan yang berjalan lancar. Hasil evaluasi dengan membandingkan hasil pretest dan posttest menujukkan hasil bahwa t value (2,474) lebih besar dari t-tabel (2,228) dengan taraf kesalahan sebesar 0,05, artinya disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan nilai posttest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap statistika social dasar setelah pelatihan.
Difa City Tour dan Transport: Sebagai Wadah Kreatif untuk Mewujudkan Kehidupan Masyarakat Difabel Sejahtera Alan Sigit Fibrianto
Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial Vol 42 No 1 (2018): Volume 42 Nomor 1 April 2018
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31105/mipks.v42i1.2248

Abstract

Kelompok difabel sebagai kalangan minoritas masih sangat terbatas aksesibilitasnya terhadap dunia kerja. Difa City Tour dan Transport (DCTT) berupaya dalam mewujudkan lapangan pekerjaan bagi difabel dan sebagai wadah pemberdayaan bagi masyarakat difabel di Yogyakarta, dengan sebuah visi mensejahterakan kehidupan masyarakat difabel. Penelitian ini bertujuan menggali mengenai DCTT baik dalam hal relasi sosial sampai kepada pembentukkan identitas difabel dalam wadah DCTT dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat difabel. Penelitian studi kasus ini menggunakan triangulasi sumber sebagai validitas data serta menekankan pada metode wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Informan kunci dalam penelitian yaitu Pak T selaku owner DCTT, beserta beberapa informan pendukung seperti, Mas H selaku driver DCTT dengan karakteristik tuna daksa sejak lahir, Mas A selaku driver DCTT dengan karakteristik tuna daksa karena faktor kecelakaan, Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, dan Kepolisian Daerah Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DCTT merupakan wadah yang terbentuk dengan mengangkat tema utama yaitu terciptanya moda transportasi ramah difabel, sekaligus wadah pemberdayaan bagi masyarakat difabel yang terintegrasi dalam setiap program di dalam DCTT. Beberapa rekomendasi ditujukan terhadap pihak perusahaan DCTT, para penyandang difabilitas, pihak pemerintah Yogyakarta, masyarakat umum, dan untuk penelitian selanjutnya, diharapkan setiap elemen dapat bersinergi dalam membangun daerah dengan menjunjung kreatifitas berbasis kearifan lokal daerah masing-masing.
PELAKSANAAN AKTIVITAS EKSTRAKURIKULER PASKIBRA (PASUKAN PENGIBAR BENDERA) DALAM PEMBENTUKKAN KARAKTER, MORAL DAN SIKAP NASIONALISME SISWA SMA NEGERI 3 SURAKARTA Alan Sigit Fibrianto; Syamsul Bakhri
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 2 No 2 (2017): Desember
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.304 KB) | DOI: 10.21067/jmk.v2i2.1970

Abstract

SMA Negeri 3 Surakarta memiliki tingkat kedisiplinan yang cukup tinggi, baik dalam ketepatan waktu pembelajaran, pemberian sanksi-sanksi tegas dalam menindak siswa yang melakukan pelanggaran, pewajiban mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan lain sebagainya. Menarik bagi peneliti untuk menggali pelaksanaan aktivitas ekstrakurikuler Paskibra yang erat dengan prinsip-prinsip disiplin dalam upayanya menumbuhkan sikap nasionalisme. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler paskibra memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter, moralitas, dan sikap siswa karena paskibra dapat menanamkan sikap tegas, bertanggungjawab, disiplin, percaya diri, dan memiliki jiwa kepemimpinan, serta di dalam setiap pelaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler paskibra dapat menumbuhkan aspek sikap nasionalisme yakni, cinta tanah air, rela berkorban, persatuan dan kesatuan, serta jiwa pembaharu atau pantang menyerah. Sehingga siswa-siswi SMA Negeri 3 Surakarta dapat mengemban rasa bangga akan cinta tanah air dan nasionalisme yang bertumpu pada 4 pilar bangsa (UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI), serta 3 pilar lainnya seperti, Bendera, Bahasa, dan Lagu Kebangsaan. Khususnya pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia.
HUBUNGAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DENGAN TINGKAT RELIGIUSITAS SISWA SMA NEGERI 1 TANGEN (PERSPEKTIF TEORI SISTEM SOSIAL TALCOTT PARSONS) Syamsul Bakhri; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Sosiologi Agama Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (988.84 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2018.121-04

Abstract

Extracurricular compulsory curriculum became Scout at the elementary and secondary education as a pillar of character education in the nation. Unlike other extracurricular activities students select appropriate talent and interestin making this ektrakurikuler impressed forced. Descriptive method quantitative research aims to find out and analyze the relationship of the extracurricular activities of the Scout with the level of religious students. Research results based on the data analysis has been done on the relationship between Extracurricular Activities with Scout level of Religiosity in students who demonstrate 0575 (r count), while the value of sig 2 tailednya value 0.000 < 0.01. This means the Ha received his and Ho is rejected. So the hypothesis which says there is a significant relationship between extracurricular activities with Scout level of religiosity is right, and also in correlation with test use Product Moment shown with * marked * in the table correlation between extracurricular activities with Scout level of religiosity which means it shows the value of positive correlation. That is, the better the student in carrying out activities through extracurricular activities the Scouts then the higher levels of religiosity in students. School social system in shaping the character of the religious students through extracurricular Scouts can go well because the fourth social system functions (adaptation, goal attainment, integration, and latency) can walk properly and mutual related.Keywords: Extracurricular Scouts, Religiosity, Students, Social Systems.ABSTRAKEkstrakurikuler Pramuka menjadi kurikulum wajib pada pendidikan dasar dan menengah sebagai pilar pendidikan karakter bangsa. Tidak seperti ekstrakurikuler lainnya yang siswa pilih sesuai bakat dan minatnya membuat ektrakurikuler ini terkesan dipaksakan. Penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif  ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dengan tingkat religius siswa. Hasil penelitian berdasarkan data analisis yang telah dilakukan mengenai hubungan antara Aktivitas Ekstrakurikuler Pramuka dengan tingkat Religiusitas Siswa yang menunjukkan 0.575 (r hitung), sedangkan nilai sig 2 tailednya bernilai 0,000 < 0,01. Ini berarti Ha diterima dan Ho nya ditolak. Sehingga hipotesis yang mengatakan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas ekstrakurikuler pramuka dengan tingkat religiusitas adalah benar, dan juga dalam uji korelasi dengan menggunakan Product Moment ditunjukkan dengan tanda ** dalam tabel korelasi antara aktivitas ekstrakurikuler pramuka dengan tingkat religiusitas yang berarti menunjukkan nilai korelasi positif. Artinya, semakin baik siswa dalam melaksanakan aktivitas melalui kegiatan ekstrakurikuler pramuka maka semakin tinggi tingkat religiusitas siswa. Sistem sosial Sekolah dalam membentuk karakter religius siswa melalui ekstrakurikuler Pramuka bisa berjalan dengan baik karena keempat fungsi sistem sosialnya (adaptasi, goal attainment, integrasi, dan latensi) bisa berjalan sebagaimana mestinya dan saling terkait.Kata Kunci: Ekstrakurikuler Pramuka, Religiusitas, Siswa, Sistem Sosial.
MENCIPTAKAN PEREMPUAN CERDAS BERINTERNET MELALUI PENANAMAN LITERASI DIGITAL KOMUNITAS ‘RUANG BERKARYA PEREMPUAN’ Ananda Dwitha Yuniar; Alan Sigit Fibrianto; Rani Prita Prabawangi; Kun Sila Ananda
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol. 2, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.048 KB) | DOI: 10.17977/um032v2i2p47-53

Abstract

Berbagai fitur menarik yang ditawarkan oleh gadget smartphone telah menyebabkan ketergantungan dalam kehidupan sehari-hari mulai generasi orang tua hingga balita. Ketergantungan akan pemakaian smartphone juga tidak terlepas dari akses penggunaan internet yang semakin mudah. Pertumbuhan internet begitu banyak membawa pengaruh positif seperti banyaknya terserap tenaga kerja, media aktualisasi diri, dan kemudahan akses informasi. Namun, pertumbuhan internet juga tak dapat dilepaskan dari pengaruh negatif antara lain hoaks yang terdiri dari misinformasi, malinformasi, dan disinformasi. Selain itu, orangtua khususnya ibu memiliki peran yang fundamental dalam menavigasi segala tantangan yang disajikan oleh teknologi internet. Penggunaannya menjadi candu bagi balita, hingga banyak menimbulkan kekhawatiran orangtua akan berpengaruh terhadap daya tumbuh kembang anak. Melalui program literasi digital diharapkan akan menciptakan ibu-ibu cerdas untuk generasi anak selanjutnya.
Makna Simbolik dan Urgensi “Cepa dan Tuak” dalam Tradisi “Tiba Meka” pada Masyarakat Manggarai Maria Angelina Dalut; Deny Wahyu Apriyadi; Alan Sigit Fibrianto
Sosial Budaya Vol 19, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sb.v19i1.16118

Abstract

Tradisi tiba meka (tiba= terima; meka= tamu) merupakan salah satu tradisi asli masyarakat Manggarai yang digunakan sebagai simbol penghormatan/penghargaan bagi tamu yang berkunjung ke wilayah Manggarai dan tradisi tersebut masih terjaga hingga saat ini. Tradisi masyarakat Manggarai diketahui tidak pernah terlepas dari ketersediaan cepa dan tuak yang terkandung makna simbolik didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana prosesi pelaksanaan tradisi tiba meka masyarakat Manggarai (2) bagaimana makna simbolik yang terkandung dalam cepa dan tuak (3) Bagaimana urgensi dari cepa dan tuak dalam tradisi masyarakat Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa La’o Kelurahan Wali Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai. Sumber data diperoleh melalui sumber data primer dan sumber data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu, pengkajian, reduksi, triangulasi dan penarikan kesimpulan/Verifikasi. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu (1) Prosesi pelaksanaan tradisi tiba meka yang terdiri dari tahap; curu, teing lalong bakok, raes cama laing dan dialog,  (2) cepa mengandung simbol ungkapan selamat datang bagi tamu, tuak mengandung simbol ketulusan dalam menerima tamu, lalong bakok mengandung simbol pengharapan dari masyarakat kepada tamu agar memiliki hati yang suci dan bersih seperti ayam jantan putih yang diberikan, dan tange sebagai wadah menaruh cepa (3) pentingnya keberadaan cepa dan tuak dalam tradisi tiba meka masyarakat Manggarai sebagai perwujudan sikap menghormati secara penuh dari masyarakat Manggarai kepada tamu yang memiliki kedudukan/jabatan yang tinggi.
Dampak adanya Kampung Warna–Warni Malang bagi perubahan sosial dan dinamika masyarakat setempat B. F. Sanah; I. W. Nafisah; Alan Sigit Fibrianto
Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S) Vol. 1 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.301 KB) | DOI: 10.17977/um063v1i4p419-424

Abstract

Social change becomes a necessity in people's life. Social change also has an impact on the dynamics of society. The existence of Colorful Village in Malang City also has an impact on social change and community dynamics. This study used a descriptive qualitative method. The data techniques used were interviews and observation. The research location was conducted in Jodipan Colorful Village, Malang City, East Java, Indonesia. The research informants selected were 7 informants from the traders who were the original inhabitants of the village. The results showed that the existence of Jodipan Colorful Village had a significant impact on the lives of the local community. The existing social change process is social change and desired social change. Where the community can feel the positive impact of the Jodipan Colorful Village. Over time, the existence of the village also has an influence on community dynamics, such as the use of technology and the development of community knowledge. Perubahan sosial menjadi sebuah keniscayaan dalam kehidupan masyarakat. Perubahan sosial turut memberikan dampak bagi dinamika masyarakat. Keberadaan Kampung Warna-Warni di Kota Malang turut memberikan dampak bagi perubahan sosial serta dinamika masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Informan penelitian yang dipilih sebanyak 7 informan dari para pedagang yang merupakan penduduk asli kampung tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Kampung Warna-Warni Jodipan memberikan dampak yang signifikan bagi kehidupan masyarakat setempat. Proses perubahan sosial yang ada yaitu perubahan sosial dan perubahan sosial yang dikehendaki. Dimana masyarakat dapat merasakan dampak positif dari adanya Kampung Warna-Warni Jodipan. Seiring berjalannya waktu, keberadaan kampung tersebut juga memberikan pengaruh pada dinamika masyarakat, seperti pada penggunaan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan masyarakat.